Kuretase Gigi: Definisi, Indikasi, Prosedur, Instrumen, dan Perannya dalam Periodonsia untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi
Kuretase gigi adalah salah satu prosedur utama dalam bidang periodonsia yang bertujuan menghilangkan jaringan lunak yang meradang pada dinding poket periodontal. Prosedur ini menjadi kompetensi wajib bagi mahasiswa kedokteran gigi karena rutin keluar sebagai soal UKMP2DG dan UKOMNAS PPDG Periodonsia, serta merupakan bagian dari terapi inisial pada kasus periodontitis dan gingivitis kronis. Pemahaman tentang kuretase gigi juga menjadi dasar sebelum melakukan tindakan scaling dan root planing yang lebih invasif.
Apa Itu Kuretase Gigi?
Kuretase gigi adalah prosedur periodontal yang menggunakan instrumen khusus bernama curette untuk mengangkat epitel poket dan jaringan granulasi yang terinflamasi dari dinding jaringan lunak poket periodontal. Prosedur ini dapat dilakukan pada poket supraosseous maupun infraosseous, dan umumnya merupakan bagian dari terapi periodontal non-bedah (fase I) sebelum tindakan bedah periodontal seperti flap operation.
Berdasarkan target jaringan yang dibersihkan, kuretase gigi dapat dibedakan menjadi dua jenis utama yang wajib dipahami mahasiswa FKG:
- Gingival curettage (kuretase gingiva): Prosedur pengangkatan jaringan ikat terinflamasi dan epitel poket pada dinding gingiva poket. Tujuannya adalah untuk mengeliminasi Junctional Epithelium (JE) yang sudah rusak agar jaringan dapat melekat kembali (connective tissue reattachment) setelah penyembuhan.
- Subgingival curettage (kuretase subgingiva): Prosedur yang lebih dalam, mengangkat jaringan ikat dan epitel dari dinding poket periodontal, termasuk permukaan sementum akar yang sudah terkontaminasi toksin bakteri. Lebih invasif dan memerlukan root planing secara bersamaan.
Menurut American Academy of Periodontology (AAP), kuretase gigi masuk dalam kategori non-surgical periodontal therapy bersama dengan scaling dan root planing. Pada praktiknya, ketiga prosedur ini sering dilakukan bersamaan dalam satu sesi kunjungan.
Indikasi dan Kontraindikasi Kuretase Gigi
Penentuan indikasi kuretase gigi harus berdasarkan pemeriksaan klinis yang cermat, termasuk probing depth, bleeding on probing (BOP), dan visualisasi jaringan. Berikut adalah indikasi utama prosedur ini:
Indikasi Kuretase Gigi
- Poket periodontal dangkal hingga sedang (4–6 mm): poket dengan kedalaman sedang masih dapat ditangani dengan kuretase tanpa perlu tindakan bedah flap.
- Peradangan gingiva persisten: Kasus gingivitis atau periodontitis ringan yang tidak membaik dengan terapi scaling supragingiva saja.
- Jaringan granulasi berlebih: poket dengan dinding jaringan lunak yang hiperplasia dan menunjukkan tanda inflamasi aktif.
- Sebagai terapi pemeliharaan: kuretase lokal pada poket residual setelah terapi periodontal aktif.
- Persiapan pra-bedah: mengurangi inflamasi poket sebelum operasi flap untuk hasil penyembuhan yang lebih baik.
Kontraindikasi Kuretase Gigi
- Poket sangat dalam (>7 mm) dengan defek infraosseous, lebih diindikasikan untuk bedah periodontal.
- Pasien dengan kondisi sistemik tidak terkontrol seperti diabetes mellitus tidak terkontrol, kelainan perdarahan, atau imunokompromais.
- Infeksi akut seperti ANUG fase akut — perlu stabilisasi terlebih dahulu dengan irigasi dan obat kumur.
- Alergi terhadap bahan anestesi lokal yang direncanakan.
- Pasien yang tidak dapat mempertahankan oral hygiene pasca-tindakan.
Instrumen Kuretase Gigi: Gracey Curette
Instrumen utama dalam kuretase gigi adalah curette, dengan jenis yang paling banyak dipakai adalah Gracey curette. Dibandingkan dengan scaler, curette memiliki ujung membulat (round toe) yang lebih atraumatik untuk jaringan lunak poket.
Gracey Curette
Gracey curette adalah serangkaian curette area-spesifik yang dirancang oleh Dr. Clayton Gracey pada tahun 1930-an. Set standar Gracey terdiri dari 7 instrumen (Gracey 1/2, 3/4, 5/6, 7/8, 9/10, 11/12, dan 13/14) dengan fungsi spesifik untuk area gigi yang berbeda:
| Instrumen | Area Gigi | Permukaan Akar |
|---|---|---|
| Gracey 1/2, 3/4 | Insisif dan premolar | Anterior |
| Gracey 5/6 | Insisif dan premolar | Anterior dan premolar |
| Gracey 7/8, 9/10 | Molar dan premolar fasial/lingual | Posterior buccal/lingual |
| Gracey 11/12 | Molar dan premolar mesial | Posterior mesial |
| Gracey 13/14 | Molar dan premolar distal | Posterior distal |
Universal Curette
Selain Gracey, terdapat juga universal curette (misalnya Columbia 13/14, Barnhart 5/6) yang dapat digunakan pada semua permukaan gigi dengan dua cutting edge aktif. Untuk mahasiswa, menguasai minimal satu set Gracey sudah cukup untuk sebagian besar kebutuhan klinis.
Prosedur Kuretase Gigi Tahap demi Tahap
Berikut adalah tahapan standar prosedur kuretase gigi sesuai dengan panduan klinis dan referensi seperti Carranza's Clinical Periodontology:
- Anamnesa dan informed consent: lakukan anamnesa lengkap termasuk riwayat penyakit sistemik, obat pengencer darah, dan alergi. Jelaskan prosedur, risiko, dan komplikasi pada pasien.
- Pemeriksaan klinis: ukur probing depth, catat BOP, mobilitas gigi, dan kehilangan perlekatan (CAL). Pastikan tidak ada tanda-tanda infeksi akut.
- Anestesi lokal: aplikasikan anestesi lokal infiltrasi atau blok regional sesuai area kerja. Umumnya menggunakan lidokain 2% dengan epinefrin 1:100.000.
- Scaling supragingiva: bersihkan kalkulus dan plak supragingiva sebelum melakukan kuretase poket untuk visibilitas yang lebih baik.
- Kuretase poket: masukkan curette ke dasar poket dengan sudut 0–40° terhadap permukaan gigi, kemudian lakukan gerakan horizontal stroke dan vertical stroke untuk mengangkat epitel poket dan jaringan granulasi.
- Irigasi poket: bilas poket dengan saline steril atau chlorhexidine 0,12% untuk mengangkat debris.
- Evaluasi hemostasis: tekan area kerja dengan gauze steril selama beberapa menit hingga perdarahan terkontrol.
- Instruksi pasca-tindakan: edukasi pasien tentang oral hygiene, diet lunak 24 jam pertama, serta kontrol 1 minggu.
Kode ICD-9-CM Kuretase Gigi
Dalam sistem kode tindakan kedokteran gigi, kuretase gigi termasuk dalam kategori operations on the teeth, gums, and edentulous alveolar ridge (ICD-9-CM Volume 3). Kode yang relevan untuk kuretase periodontal antara lain:
- 24.31 — Excision of dental lesion of jaw (untuk eksisi lesi periodontal yang lebih luas)
- 24.39 — Other dental operations on gums (sering digunakan untuk kuretase gingiva/subgingiva)
- 96.54 — Dental scaling, polishing, and debridement (untuk prosedur kombinasi scaling-kuretase)
Pada sistem ICD-10 yang berlaku di Indonesia per 2026, tindakan kuretase termasuk dalam kode prosedur 0C97 (dental root canal) atau 0CB7 (dental excision). Pastikan untuk selalu mengecek pedoman kode terbaru dari Kemenkes atau PDGI saat klaim BPJS atau pencatatan rekam medis.
Komplikasi dan Perawatan Pasca-Kuretase
Komplikasi kuretase gigi relatif jarang bila prosedur dilakukan dengan benar dan pasien patuh terhadap instruksi pasca-tindakan. Namun, mahasiswa perlu mengenali tanda-tanda komplikasi berikut:
- Nyeri pasca-tindakan: umumnya ringan dan dapat diatasi dengan analgesik seperti ibuprofen 400 mg atau parasetamol 500 mg.
- Perdarahan ringan: normal selama 24 jam pertama. Perdarahan hebat perlu evaluasi kemungkinan cedera vaskular atau gangguan koagulasi.
- Infeksi sekunder: jarang, namun dapat terjadi pada pasien imunokompromais. Pemberian antibiotik profilaksis sesuai indikasi.
- Hipersensitivitas dentin: sementara akibat terbukanya tubulus dentin setelah pengangkatan sementum. Biasanya sembuh dalam 2–4 minggu.
- Resesi gingiva: dapat terjadi sebagai efek samping yang diinginkan (shrinkage jaringan inflamasi), namun perlu dipantau agar tidak berlebihan. Pelajari lebih lanjut pada artikel resesi gusi.
FAQ Kuretase Gigi
Kuretase gigi adalah tindakan apa?
Kuretase gigi adalah prosedur periodontal non-bedah untuk mengangkat jaringan lunak terinflamasi pada dinding poket periodontal menggunakan curette (Gracey atau universal). Prosedur ini menghilangkan epitel poket, jaringan granulasi, dan kontaminan pada permukaan akar sehingga jaringan periodontal dapat sembuh dan melekat kembali ke gigi.
Apakah kuretase gigi sakit?
Tidak. Kuretase gigi dilakukan dengan anestesi lokal sehingga pasien tidak merasakan sakit selama prosedur. Pasien mungkin merasakan sedikit tekanan atau tarikan pada gusi, namun tidak nyeri. Setelah prosedur, rasa tidak nyaman ringan selama 1–3 hari masih normal dan dapat diatasi dengan analgesik sederhana.
Berapa harga kuretase gigi di Indonesia?
Harga kuretase gigi di klinik swasta Indonesia bervariasi tergantung lokasi, dokter, dan kompleksitas kasus. Kisaran umumnya Rp300.000–Rp1.500.000 per kunjungan untuk satu kuadran. Di rumah sakit pendidikan atau klinik FKG, tarif bisa lebih terjangkau. BPJS menanggung prosedur ini jika masuk dalam paket layanan gigi dasar sesuai Permenkes 16/2019.
Apa beda kuretase gigi dengan scaling?
Scaling adalah prosedur menghilangkan kalkulus dan plak dari permukaan gigi, terutama supragingiva. Kuretase gigi berfokus pada jaringan lunak poket (epitel poket dan jaringan granulasi). Dalam praktik klinis modern, scaling dan kuretase biasanya dilakukan bersamaan sebagai bagian dari non-surgical periodontal therapy fase I.
Kuretase gigi pakai ICD-9 berapa?
Dalam ICD-9-CM Volume 3, kuretase periodontal masuk dalam kode 24.39 (Other dental operations on gums) atau 96.54 (Dental scaling, polishing, and debridement) bila digabung dengan scaling. Selalu rujuk pedoman terbaru Kemenkes/PDGI untuk klaim dan dokumentasi rekam medis.
Berapa lama pemulihan setelah kuretase gigi?
Pemulihan awal berlangsung 3–7 hari dengan gejala ringan seperti nyeri tekan dan hipersensitivitas. Penyembuhan jaringan periodontal secara penuh (re-epitelisasi dan reattachment) memerlukan 4–6 minggu. Pasien diminta kontrol 1 minggu pasca-tindakan untuk evaluasi jaringan, kemudian kontrol lanjutan setiap 3 bulan sebagai bagian dari periodontal maintenance.
Referensi dan Rekomendasi Bacaan
Untuk memperdalam pemahaman tentang kuretase gigi, mahasiswa FKG dapat membaca buku referensi standar berikut: Carranza's Clinical Periodontology (Newman, Takei, Klokkevold, Carranza), Periodontal Instrumentation (Pattison dan Pattison), serta Clinical Periodontology (Rose dan Mealey). Pelajari pula topik terkait seperti cara menyikat gigi, stase koas periodonsia, dan konsep karies gigi yang berkaitan dengan kesehatan jaringan periodontal.
Kuretase gigi adalah kompetensi dasar yang wajib dikuasai setiap dokter gigi umum, bukan hanya spesialis periodonsia. Dengan pemahaman indikasi, instrumen, dan prosedur yang tepat, kuretase gigi menjadi salah satu modal utama dalam memberikan perawatan periodontal berkualitas bagi pasien.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


