Inlay Onlay Gigi: Definisi, Indikasi, Prosedur, Bahan, dan Biaya untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Inlay Onlay Gigi: Definisi, Indikasi, Prosedur, Bahan, dan Biaya untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Mindy
Published on 16 Juni 2026

Inlay Onlay Gigi: Definisi, Indikasi, Prosedur, Bahan, dan Biaya untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Inlay onlay gigi adalah jenis restorasi indirek yang umum dipelajari di stase Konservasi Gigi dan Dental Material pada program FKG. Berbeda dengan tambalan langsung (direct restoration) seperti tambal gigi komposit, inlay dan onlay dibuat di laboratorium berdasarkan cetakan kavitas, lalu disementasi ke gigi preparasi. Pemahaman yang kuat tentang inlay onlay sangat penting untuk persiapan UKMP2DG, OSCE, maupun praktik klinis sehari-hari.

Definisi Inlay dan Onlay

Menurut Glossary of Dental Terms (ADA), inlay adalah restorasi indirek yang dimasukkan ke dalam kavitas preparasi gigi dan tidak menutup tonjol (cusp) gigi. Onlay adalah restorasi indirek yang menutupi satu atau lebih tonjol namun tidak menutupi seluruh permukaan oklusal seperti mahkota penuh (full crown).

Secara fungsional, keduanya mengisi ruangan yang ditinggalkan oleh jaringan gigi yang rusak akibat karies gigi, fraktur, atau kegagalan restorasi lama. Perbedaan utama inlay vs onlay terletak pada luas cakupan tonjol yang diganti—hal ini akan dibahas lebih detail di bagian klasifikasi.

Indikasi Inlay Onlay

Berdasarkan literatur konservasi gigi (Sturdevant, 2019; Rosenstiel, 2022), indikasi inlay onlay meliputi:

  • Kavitas kelas II Black yang luas dengan kehilangan struktur gigi lebih dari separuh jarak interdental.
  • Kavitas kelas I atau II dengan tonjol yang melemah dan berisiko fraktur.
  • Gigi dengan tambalan amalgam atau GIC lama yang gagal dan perlu diganti (replacement restoration).
  • Restorasi pasca perawatan endodontik pada gigi posterior dengan kehilangan struktur gigi signifikan.
  • Sebagai alternatif veneer atau crown pada kasus dengan kebutuhan estetik dan kekuatan fungsional sedang.

Kontraindikasi

Inlay onlay tidak disarankan pada kondisi berikut:

  • Higiene mulut buruk dan karies aktif yang tidak terkontrol.
  • Gigi yang telah kehilangan lebih dari separuh struktur mahkota (lebih tepat direstorasi dengan crown atau overlay penuh).
  • Oklusi tidak stabil atau pasien dengan parafungsi berat seperti bruxism tanpa pelindung.
  • Preparasi subgingival yang luas sehingga sulit dicapai kontrol kelembapan.

Klasifikasi dan Tipe Inlay Onlay

Berdasarkan Cakupan

  • Inlay (Class I inlay): restorasi di dalam kavitas tanpa menutupi tonjol.
  • Onlay: menutupi satu atau lebih tonjol gigi untuk melindungi struktur yang melemah.
  • Overlay: menutupi seluruh permukaan oklusal; sering dianggap sebagai full coverage.
  • Pinlay: inlay/onlay dengan tambahan pin untuk retensi pada gigi dengan kavitas luas.

Berdasarkan Bahan

Berbagai bahan restorasi indirek dibahas secara mendalam di konsep material dalam perawatan restorasi gigi dan topik restorasi indirek bahan logam (inlay onlay) di Umeds:

  • Logam (gold alloy): biokompatibilitas tinggi, keausan rendah, margin akurat. Kekurangan: warna metalik, biaya tinggi.
  • Keramik (porcelain, zirconia): estetik superior, kekerasan tinggi. Kekurangan: brittleness, biaya lebih tinggi.
  • Komposit indirek (resin nano-ceramic): estetik baik, milling lebih mudah. Kekurangan: keausan lebih cepat dibanding keramik murni.
  • Logam-non mulia (Ni-Cr, Co-Cr): alternatif ekonomis; risiko alergi nikel perlu di-screen.

Prosedur Klinis Inlay Onlay

1. Preparasi Kavitas

Preparasi mengikuti prinsip konservasi jaringan gigi sehat dengan sudut internal rounded dan dinding kavitas divergen 6–10 derajat untuk jalur inserasi. Tonjol yang tipis dan berisiko fraktur direduksi selebar 1,5–2 mm untuk dilindungi oleh onlay.

2. Pencetakan (Impression)

Cetakan dapat diambil secara konvensional dengan elastomer (polyvinyl siloxane) atau digital dengan intraoral scanner. Pada praktik modern, pencetakan digital semakin populer karena akurasi dan kenyamanan pasien.

3. Provisional Restoration

Restorasi sementara dipasang untuk melindungi gigi yang telah dipreparasi dan mempertahankan stabilitas posisi, biasanya menggunakan bahan temporari seperti TempBond atau telesa.

4. Pembuatan di Laboratorium

Teknik yang umum: lost-wax casting (untuk logam), pressing/heat-pressed (untuk keramik), atau CAD/CAM milling (untuk keramik dan komposit).

5. Try-in dan Sementasi

Setelah restorasi jadi, dokter melakukan try-in untuk mengecek tepi, kontak proksimal, dan oklusi. Sementasi definitif dapat menggunakan:

  • Glass ionomer cement (konvensional).
  • Resin cement (pilihan utama untuk keramik karena kekuatan dan adhesi superior).

Perbedaan Inlay, Onlay, dan Crown

AspekInlayOnlayFull Crown
Cakupan tonjolTidak menutupiMenutupi sebagianMenutupi seluruh tonjol
IndikasiKavitas kecil–sedangKavitas luas dengan tonjol lemahKerusakan struktur masif
RetensiMekanis (friction)Mekanis + adhesifMekanis + adhesif
PreparasiKonservatifModeratAgresif

Keunggulan dan Kekurangan

Keunggulan

  • Presisi marginal lebih baik dibanding restorasi langsung.
  • Estetik superior (terutama untuk keramik dan komposit).
  • Kekuatan mekanik lebih tinggi untuk tambalan luas.
  • Lebih tahan lama dibanding tambalan langsung pada kavitas besar (rata-rata 10–15 tahun untuk gold inlay).

Kekurangan

  • Memerlukan dua kali kunjungan.
  • Biaya lebih tinggi dibanding restorasi langsung.
  • Teknik peka; kesalahan preparasi sulit dikoreksi.
  • Risiko lepas atau fraktur bila oklusi tidak disesuaikan dengan baik.

Biaya Inlay Onlay

Biaya sangat bergantung pada bahan, kompleksitas, dan lokasi praktik. Sebagai gambaran di Indonesia (2026):

  • Inlay/onlay logam (gold): Rp1.500.000–Rp3.500.000 per unit.
  • Inlay/onlay keramik (porcelain/zirconia): Rp2.500.000–Rp6.000.000 per unit.
  • Inlay/onlay komposit indirek: Rp1.500.000–Rp3.000.000 per unit.

BPJS Kesehatan umumnya belum menanggung restorasi indirek seperti inlay/onlay karena dianggap sebagai tindakan estetik/preventif elektif. Pasien dengan kebutuhan restorasi luas dapat berkonsultasi dengan dokter gigi untuk opsi tambal gigi dengan biaya lebih terjangkau.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa perbedaan inlay dan onlay?

Inlay mengisi kavitas tanpa menutupi tonjol gigi, sedangkan onlay menutupi satu atau lebih tonjol untuk melindungi gigi dari fraktur.

Apakah inlay onlay sakit saat dipasang?

Prosedur dilakukan dengan anestesi lokal sehingga tidak terasa sakit. Pasien dapat merasa sedikit tidak nyaman saat mulut terbuka lama.

Berapa lama inlay onlay bisa bertahan?

Rata-rata 10–15 tahun untuk inlay emas, 7–12 tahun untuk keramik, dan 5–8 tahun untuk komposit indirek, tergantung pada kebersihan mulut dan kebiasaan pasien.

Apakah inlay onlay bisa lepas?

Bisa, biasanya karena kontaminasi saliva saat sementasi, kegagalan adesif, atau beban oklusal berlebih. Dokter perlu menilai dan melakukan re-sementasi atau pembuatan ulang.

Apakah inlay onlay lebih baik dari tambal biasa?

Untuk kavitas luas, ya—inlay/onlay memberikan kekuatan, presisi, dan daya tahan lebih baik. Untuk kavitas kecil, tambal langsung tetap menjadi pilihan utama karena lebih konservatif dan ekonomis.

Berapa harga inlay gigi premolar?

Premolar biasanya membutuhkan onlay satu tonjol. Kisaran biaya: Rp2.000.000–Rp4.500.000 tergantung bahan (logam vs keramik).

Relevansi UKMP2DG dan OSCE

Inlay onlay merupakan topik rutin diujian CBT UKMP2DG (Konservasi Gigi, Dental Material) dan stase OSCE. Topik yang sering diujikan:

  • Klasifikasi kavitas Black dan pemilihan tipe restorasi.
  • Prinsip preparasi inlay/onlay (divergence, isthmus width, bevel).
  • Perbandingan bahan restorasi indirek.
  • Teknik sementasi dan penanganan komplikasi.

Mahasiswa FKG disarankan melatih preparasi inlay/onlay pada gigi tiruan (phantom head) untuk membangun muscle memory dan mengenali tantangan klinis sejak dini.

Kesimpulan

Inlay onlay gigi adalah restorasi indirek yang mengombinasikan kekuatan mekanik, presisi marginal, dan estetik. Pemahaman indikasi, klasifikasi, prosedur, dan bahan restorasi indirek sangat penting bagi mahasiswa kedokteran gigi dalam menghadapi UKMP2DG, OSCE, dan praktik klinis. Pemilihan kasus yang tepat, preparasi sesuai prinsip, dan pemilihan bahan yang sesuai merupakan kunci keberhasilan restorasi indirek jangka panjang.

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds