Sibuk Koas, Dua Mahasiswa Unpad Tetap Juarai Kompetisi Tinju Nasional: Pelajaran Time Management untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Sibuk Koas, Dua Mahasiswa Unpad Tetap Juarai Kompetisi Tinju Nasional: Pelajaran Time Management untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Mindy
Published on 15 Juni 2026

Bandung, 15 Juni 2026 — Di tengah padatnya jadwal koas (ko-assistant) yang menyita waktu berjam-jam di rumah sakit, dua mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) berhasil menorehkan prestasi di luar ekspektasi: menjuarai kompetisi tinju tingkat nasional. Kisah mereka viral di media sosial dan langsung menjadi sorotan, terutama di kalangan mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi yang selama ini mengeluh tidak punya waktu untuk kegiatan di luar akademik.

Kabar ini pertama kali ramai setelah akun media sosial resmi Unpad membagikan kabar kemenangan kedua mahasiswa tersebut dalam sebuah kejuaraan tinju amatir. Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut mendapat ribuan likes dan ratusan komentar, banyak di antaranya datang dari sesama mahasiswa kedokteran dan dokter muda yang merasa terceritakan.

Latar Belakang: Koas dan Tekanan Waktu

Mahasiswa kedokteran gigi yang sudah masuk tahap koas—atau yang akan segera masuk—pasti paham rasanya. Jadwal jaga pagi dan sore, visite pasien, diskusi kasus, tugas-tugas akademik, dan ujian stase yang datang silih berganti membuat waktu 24 jam terasa tidak pernah cukup. Belum lagi tekanan mental akibat lingkungan klinik yang intens.

Berdasarkan data dari berbagai fakultas kedokteran gigi di Indonesia, rata-rata mahasiswa koas menghabiskan 8–12 jam per hari di lingkungan rumah sakit. Tidak heran bila banyak yang merasa kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, bahkan bersosialisasi menjadi hal yang "mewah".

Bagaimana Mereka Bisa?

Dari unggahan dan wawancara yang beredar, keduanya mengaku tidak memaksakan diri untuk menambah jam latihan. Justru yang mereka lakukan adalah manajemen waktu yang ketat: latihan tinju dijadwalkan 2–3 kali seminggu, biasanya sore setelah selesai stase, dan durasi latihan dibatasi 60–90 menit.

"Prinsipnya, kami tetap prioritaskan koas karena itu kewajiban utama. Tinju adalah cara kami menjaga kondisi fisik dan mental supaya tetap prima selama koas," ujar salah satu dari mereka, seperti dikutip dari media lokal.

Mereka juga menekankan pentingnya tidur cukup, menjaga pola makan, dan tidak begadang sebelum jaga. Strategi yang sebenarnya adalah dasar dari performa klinis yang baik—kebiasaan yang juga relevan untuk mahasiswa kedokteran gigi.

Relevansi untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Meskipun berita ini menyoroti mahasiswa kedokteran (S1), pesan yang dibawanya 100% berlaku untuk mahasiswa kedokteran gigi. Berikut tiga hal yang bisa dipetik:

  • Koas bukan alasan untuk tidak menjaga diri. Olahraga ringan 2–3x seminggu sudah terbukti menurunkan stres, meningkatkan fokus, dan menjaga stamina—semua hal yang Anda butuhkan saat melakukan prosedur klinik panjang seperti konservasi gigi atau bedah mulut.
  • Time management adalah skill klinis. Dokter gigi yang baik bukan hanya yang tangannya terampil, tapi juga yang bisa mengelola pasien, jadwal praktik, dan keseimbangan hidup. Mulailah melatih skill ini sejak koas.
  • Prestasi non-akademik tetap penting untuk portofolio. Banyak program pascasarjana, PPDGS, hingga kesempatan fellowship yang menghargai mahasiswa dengan pengalaman non-akademik. Jangan remehkan nilai tambah ini.

Tips Praktis untuk Mahasiswa Koas Kedokteran Gigi

Bagi Anda yang ingin mulai menerapkan pola hidup seimbang seperti keduanya, berikut tips yang bisa langsung dicoba:

  1. Blokir waktu olahraga di kalender. Perlakukan seperti jadwal stase—tidak bisa diganggu kecuali ada emergency.
  2. Pilih olahraga yang efisien. Tinju, berenang, lari, atau bahkan latihan beban 30 menit sudah cukup. Kuncinya konsistensi, bukan intensitas.
  3. Minta dukungan teman satu stase. Lebih mudah bertahan kalau punya "partner olahraga" yang juga koas.
  4. Gunakan cuti atau long weekend dengan bijak. Jangan habiskan untuk begadang, manfaatkan untuk recharge total.

Penutup

Kisah dua mahasiswa Unpad ini membuktikan bahwa koas bukan penghalang untuk berprestasi. Dengan manajemen waktu yang baik, dukungan lingkungan, dan komitmen pada kesehatan diri, mahasiswa kedokteran gigi pun bisa menulis cerita serupa—baik di bidang olahraga, seni, penelitian, atau kompetisi akademik seperti UKMP2DG dan OSCE.

Jadi, mulai sekarang, jangan jadikan "sibuk koas" sebagai alasan untuk mengabaikan diri sendiri. Jadikan itu sebagai alasan untuk menjadi lebih terorganisir.

📲 Download Aplikasi Umeds

Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds