PDGI Jatim dan IDGAI Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi untuk ABK di SLBN Karangrejo Madiun

PDGI Jatim dan IDGAI Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi untuk ABK di SLBN Karangrejo Madiun

Mindy
Published on 18 Juni 2026

PDGI Jatim dan IDGAI Beri Layanan Gigi untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Madiun

Madiun — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah Jawa Timur bersama Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGAI) Jawa Timur menggelar bakti sosial kesehatan mulut dan gigi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-458 dan menyasar peserta didik berkebutuhan khusus yang selama ini rentan mengalami masalah gigi.

Ketua PDGI Pengwil Jawa Timur, drg. Farid Amiruddin, menjelaskan bahwa pemilihan SLBN Karangrejo sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Anak berkebutuhan khusus (ABK) diketahui cenderung kurang memperhatikan kebersihan mulut dan giginya, sehingga memerlukan pendampingan khusus dari tenaga kesehatan gigi maupun orang tua.

“Kami bekerja sama dengan IDGAI Jawa Timur untuk melaksanakan bakti sosial di SLBN Karangrejo ini. Kami juga menghadirkan orang tuanya karena mereka yang mendampingi keseharian anak-anak ini. Jadi kami bekali tata cara merawat gigi yang baik dan benar,” ujar Farid seusai kegiatan, Kamis (18/6/2026).

Layanan yang Diberikan: Dari Praktik Sikat Gigi hingga Topikal Aplikasi Fluoride

Dalam kegiatan tersebut, tim PDGI dan IDGAI tidak hanya memberikan penyuluhan. Sejumlah layanan langsung diberikan kepada para siswa, antara lain:

  • Praktik sikat gigi bersama untuk melatih kemandirian ABK.
  • Konsultasi gigi gratis dengan dokter gigi anak.
  • Pemeriksaan gigi untuk mendeteksi karies atau kelainan lain sejak dini.
  • Topikal aplikasi fluoride atau pelapisan gigi dengan cairan fluoride.

Farid menyebut aplikasi topikal fluoride sebagai “imunisasi gigi” bagi anak-anak. “Tujuannya untuk mencegah terjadinya gigi berlubang, dan masih banyak lagi,” paparnya. Aplikasi fluoride topikal merupakan prosedur preventif yang umum di klinik gigi anak, dan sudah direkomendasikan oleh WHO sebagai salah satu intervensi caries prevention paling efektif untuk anak usia sekolah.

Peran Orang Tua Dinilai Kunci dalam Perawatan Gigi ABK

Wakil Ketua IDGAI Jawa Timur, drg. Seno Pradopo, Sp.KGA, menekankan bahwa peran orang tua dan pendamping sangat menentukan keberhasilan perawatan gigi ABK. Ia merujuk pada sejumlah penelitian yang menunjukkan bahwa bimbingan serius dari orang tua mampu mengubah perilaku ABK mendekati anak-anak tanpa kebutuhan khusus.

“Jadi selain memberikan materi dan praktik ke anak, orang tua juga betul-betul kita pegang. Orang tua harus sangat terlibat dalam tumbuh kembang ABK,” kata Seno. Pendamping yang hadir tidak hanya mendapat penjelasan teori, tetapi juga praktik langsung bersama anak, sehingga pesan perawatan gigi bisa tertanam dalam rutinitas harian di rumah.

Respons Pihak Sekolah: Sangat Bermanfaat bagi Tumbuh Kembang Siswa

Wakil Kepala SLBN Karangrejo, Naning Harminingsih, menyampaikan apresiasi kepada PDGI dan IDGAI Jatim. Menurutnya, kehadiran dokter gigi spesialis anak sangat membantu pihak sekolah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan gigi khusus untuk ABK.

“Ini sangat bermanfaat bagi kami karena anak-anak mendapatkan banyak layanan. Semoga, dengan kegiatan ini bisa mendukung tumbuh kembang anak yang berkebutuhan khusus,” ujar Naning.

Implikasi bagi Mahasiswa dan Dokter Gigi Muda

Kegiatan bakti sosial semacam ini punya nilai penting bagi mahasiswa kedokteran gigi dan dokter gigi muda, setidaknya dari empat sudut pandang:

  1. Paparan klinis langsung pada pasien ABK. Banyak ABK memiliki tantangan motorik, sensorik, dan perilaku yang membuat pemeriksaan gigi tidak bisa dilakukan dengan pendekatan rutin. Mengikuti kegiatan seperti ini memberi pengalaman klinis yang jarang didapat di bangku kuliah.
  2. Latihan komunikasi dengan pendamping dan orang tua. Dokter gigi tidak bekerja sendirian pada pasien ABK. Edukasi kepada orang tua menjadi bagian integral dari keberhasilan perawatan, sesuai pesan IDGAI Jatim.
  3. Penerapan preventif seperti topikal aplikasi fluoride. Prosedur ini termasuk kompetensi dasar dokter gigi anak dan relevan untuk UKMP2DG maupun OSCE.
  4. Pengalaman pengabdian masyarakat. PDGI Pengwil Jatim dan PDGI Cabang rutin membuka ruang kolaborasi untuk coass, residen, dan dokter gigi muda yang ingin terlibat dalam kegiatan bakti sosial serupa.

Mahasiswa FKG yang tertarik mengikuti kegiatan serupa dapat memantau jadwal bakti sosial melalui PDGI Cabang daerah masing-masing atau melalui akun resmi PDGI Pengwil Jawa Timur.

Catatan untuk Mahasiswa

Untuk mahasiswa FKG yang sedang menyiapkan UKMP2DG atau stase dokter gigi anak, topik-topik berikut yang muncul dalam kegiatan ini layak dipelajari lebih lanjut:

  • Topikal aplikasi fluoride (indikasi, dosis, sediaan NaF, APF, varnish).
  • Modifikasi perilaku (behavior management) pada pasien anak berkebutuhan khusus.
  • Edukasi oral hygiene untuk pendamping dan orang tua ABK.
  • Peran PDGI dan IDGAI dalam pengabdian masyarakat kedokteran gigi.

Referensi kegiatan: Memorandum.co.id, “PDGI Jatim Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi untuk ABK di SLBN Karangrejo Madiun”, 18 Juni 2026.

📲 Download Aplikasi Umeds

Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds