Banjarmasin — Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM). Krisna Erlangga Putra Ramadhani, mahasiswa Program Profesi Kedokteran Gigi FKG ULM, berhasil mencatatkan nilai sempurna 100 poin sekaligus menjadi peserta dengan nilai tertinggi secara nasional pada Ujian Kompetensi Nasional Pendidikan Profesi Dokter Gigi (UKOMNAS-PPDG) Periode III Tahun 2026.
Capaian tersebut menjadi semakin istimewa karena Krisna merupakan mahasiswa Program Profesi Kedokteran Gigi angkatan 2024 yang mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan langsung lulus UKOMNAS dalam satu kali ujian. Dengan nilai sempurna tersebut, Krisna menempati peringkat pertama nasional pada UKOMNAS-PPDG Periode III 2026.
UKOMNAS: Gerbang Menuju Profesi Dokter Gigi
Dekan FKG ULM, Prof. Dr. drg. Maharani Laillyza Apriasari, Sp.P.M., menjelaskan bahwa UKOMNAS merupakan ujian kompetensi nasional yang digelar serentak oleh seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia. Ujian ini menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur kelayakan dan kompetensi mahasiswa sebelum menjalankan profesinya sebagai dokter gigi.
“UKOMNAS bisa dikatakan sebagai ujian nasional yang terstandar untuk mengetahui kompetensi mahasiswa, apakah sudah layak atau belum sebagai dokter gigi,” jelasnya.
UKOMNAS-PPDG terdiri atas dua komponen utama, yaitu Computer Based Test (CBT) yang menguji pengetahuan teoritis, dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang menilai keterampilan klinis secara langsung. Pelaksanaannya melibatkan pengawasan dari penguji lokal serta penguji nasional yang berasal dari perguruan tinggi lain, sehingga menjamin objektivitas dan standarisasi penilaian.
Kelulusan 100 Persen FKG ULM
Tak hanya mencetak prestasi individu melalui Krisna, FKG ULM juga menunjukkan performa membanggakan secara keseluruhan. Sebanyak 34 mahasiswa FKG ULM yang mengikuti UKOMNAS-PPDG Periode III 2026 dinyatakan lulus, menjadikan tingkat kelulusan FKG ULM mencapai 100 persen.
Prestasi ini tidak lepas dari pola pembinaan yang dilakukan FKG ULM secara berkelanjutan. Sebelum mengikuti UKOMNAS, mahasiswa terlebih dahulu diwajibkan mengikuti ujian komprehensif. Hanya mahasiswa yang dinyatakan lulus tahap tersebut yang dapat melanjutkan ke UKOMNAS.
Mahasiswa juga memperoleh pendampingan intensif dari para dosen, baik untuk menghadapi CBT maupun OSCE. Materi pembinaan terus disesuaikan dengan perkembangan kurikulum dan standar kompetensi terbaru sehingga mahasiswa memiliki bekal yang relevan dengan kebutuhan profesi dokter gigi.
“Dosen-dosen FKG ULM selalu mengikuti perkembangan untuk menyesuaikan dengan kurikulum terbaru, sehingga mahasiswa tidak tertinggal,” ungkap Dekan FKG ULM.
Kunci Sukses Krisna: Organisasi dan Disiplin
Bagi Krisna, prestasi tersebut bukanlah capaian yang datang secara instan. Sejak menempuh pendidikan sarjana, ia telah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi mahasiswa, termasuk menjadi bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pengalaman akademik dan organisasi tersebut turut membentuk kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, serta daya juangnya.
Bekal tersebut kemudian menjadi modal penting hingga mampu mencapai prestasi tertinggi pada ujian kompetensi dokter gigi tingkat nasional. Kisah Krisna menjadi inspirasi bagi mahasiswa kedokteran gigi lainnya bahwa keseimbangan antara akademik dan organisasi dapat menjadi kunci keberhasilan.
Komitmen ULM terhadap Pendidikan Berkualitas
Rektor ULM turut menyampaikan apresiasi atas prestasi Krisna dan keberhasilan seluruh mahasiswa FKG ULM yang meraih kelulusan 100 persen pada UKOMNAS-PPDG Periode III 2026. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras mahasiswa, dedikasi para dosen, serta dukungan ekosistem akademik yang terus dibangun.
“ULM terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan mendorong setiap mahasiswa untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Prestasi Krisna dan kelulusan seluruh peserta FKG ULM menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujar Rektor.
Capaian Krisna sekaligus menjadi gambaran bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi di luar Pulau Jawa mampu bersaing secara nasional dan memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan bagi calon dokter gigi Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan kedokteran gigi di Indonesia terus merata dan meningkat.
Bagi mahasiswa kedokteran gigi yang sedang mempersiapkan UKOMNAS, kisah Krisna mengajarkan bahwa persiapan matang, dukungan institusi, dan kedisiplinan pribadi adalah resep utama meraih hasil terbaik. Tidak ada yang mustahil selama ada kemauan untuk terus belajar dan berproses.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


