Kementerian Kesehatan RI kembali membuka program beasiswa penuh untuk mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi bekerja sama dengan International University of Health and Welfare (IUHW) Jepang. Program ini mencakup pembebasan biaya pendidikan, asrama, dan uang saku selama enam tahun.
Bagi mahasiswa kedokteran gigi Indonesia yang bercita-cita menempuh pendidikan dengan standar internasional, kabar ini menjadi angin segar. Kemenkes melalui Direktorat Jenderal SDMK kembali membuka program beasiswa penuh ke IUHW Jepang, salah satu dari empat institusi pendidikan kedokteran di luar negeri yang telah diakui melalui Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/5/2026.
Program ini dirancang untuk mencetak tenaga medis yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kompetensi setara tingkat internasional. Bagi mahasiswa kedokteran gigi, ini merupakan kesempatan emas untuk mempelajari pendekatan kedokteran gigi modern yang diterapkan di Jepang, negara dengan salah satu sistem kesehatan gigi terbaik di dunia.
Beasiswa ini mencakup seluruh kebutuhan pendidikan dan kehidupan selama enam tahun penuh tanpa membebani peserta maupun keluarganya. Setibanya di Jepang, peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang intensif selama enam bulan. Seluruh biaya pendidikan, termasuk pendaftaran, uang kuliah, praktikum, dan bahan ajar senilai hingga 300.000 yen atau sekitar Rp32,9 juta per tahun akan ditanggung penuh. Peserta juga mendapatkan tempat tinggal di asrama Narita International House lengkap dengan makan dua kali sehari, serta uang saku bulanan 40.000 hingga 60.000 yen atau setara Rp4,3 juta hingga Rp6,5 juta sesuai tahun studi.
IUHW merupakan universitas kesehatan terkemuka di Jepang yang memiliki fakultas kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, dan ilmu kesehatan lainnya. Kampus utama IUHW terletak di Odawara, Kanagawa, dan kampus kedokteran gigi berada di Tochigi, lengkap dengan rumah sakit gigi pendidikan yang modern. Kurikulum IUHW mengintegrasikan teknologi digital dalam praktik kedokteran gigi, termasuk penggunaan CAD/CAM, CBCT, dan sistem manajemen praktik berbasis AI yang kini menjadi standar global.
Bagi mahasiswa kedokteran gigi yang berminat, beberapa persyaratan umum yang perlu disiapkan antara lain: IPK minimal 3.00 dari skala 4.00, surat rekomendasi dari dekan fakultas, surat pernyataan kesanggupan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi, dan sertifikat kemampuan bahasa Inggris minimal IELTS 6.0 atau TOEFL iBT 80.
Perlu dicatat, masa pra-pendaftaran untuk gelombang ini sebenarnya telah ditutup pada 24 Juli 2026. Namun, mengingat kerja sama antara Kemenkes dan IUHW terus diperkuat termasuk rencana peningkatan kuota beasiswa, mahasiswa kedokteran gigi disarankan untuk mulai mempersiapkan diri dari sekarang. Calon pendaftar dapat memantau informasi resmi melalui portal sibk.kemkes.go.id atau laman beasiswa IUHW.
Bagi mahasiswa FKG yang tertarik, persiapan yang bisa dilakukan sejak dini meliputi: meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan bahasa Jepang dasar, memperkuat IPK dan prestasi akademik, mengikuti kegiatan organisasi profesi seperti ISMG atau CIMSA yang berkaitan dengan kesehatan gigi global, serta mempersiapkan portofolio penelitian atau pengabdian masyarakat.
Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, termasuk dokter gigi, melalui berbagai program beasiswa internasional. Dengan mengirimkan mahasiswa kedokteran gigi ke IUHW, diharapkan mereka dapat membawa pulang ilmu dan teknologi terbaru untuk memajukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


