Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi membebastugaskan sementara 10.564 peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) mulai 30 Juli hingga 14 Agustus 2026. Langkah ini merupakan respons atas enam kasus kematian dokter internsip yang terjadi sepanjang tahun 2026, sekaligus menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap sistem internsip kedokteran dan kedokteran gigi di Indonesia.
Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti, mengumumkan bahwa seluruh peserta internsip — termasuk dokter gigi — kini diwajibkan menjalani tes psikologi Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) serta medical check up (MCU) sebelum memulai program. "Tes mental MMPI mutlak akan dilakukan sebelum internsip berjalan," tegas Yuli dalam konferensi pers pada Rabu (29/7/2026).
Kebijakan ini merupakan perubahan signifikan dalam tata kelola Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia. Selama ini, skrining awal dianggap belum cukup ketat, dan pengawasan kesehatan peserta di wahana pendidikan dinilai belum berjalan optimal.
Jadwal Skrining dan Evaluasi
Selama periode pembebasan tugas, para peserta akan menjalani rangkaian pemeriksaan bertahap:
- 3–4 Agustus 2026: Skrining kesehatan jiwa menggunakan instrumen psikologis terstandar
- 5–7 Agustus 2026: Pemeriksaan kesehatan lengkap meliputi fisik hingga foto rontgen thoraks
- Hingga 14 Agustus 2026: Pemeriksaan kesehatan menyeluruh (CKG) dan evaluasi program bersama Kemenkes dan Komite Internsip Kedokteran Indonesia (KIKI) Pusat
"Pelaksanaan sampai 14 Agustus meliputi CKG. Ada yang sudah enam bulan di puskesmas, enam bulan di rumah sakit, barangkali ada kondisi kesehatan yang terpapar selama menjalankan tugas," jelas Yuli.
MCU Tidak Cukup, Riwayat Mental Jadi Perhatian
Salah satu temuan penting dari investigasi Kemenkes adalah adanya peserta yang memiliki hasil MCU baik namun ternyata menyimpan riwayat gangguan kesehatan mental yang kambuh saat menjalani internsip. Hal ini mendorong Kemenkes untuk tidak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi juga memerlukan hasil MMPI sebagai syarat wajib.
"Ada ditemukan MCU bagus, tapi dia punya riwayat gangguan kesehatan mental. Sudah sembuh pada saat MCU, tetapi saat internsip dia relaps," ungkap Yuli.
Kemenkes menekankan pentingnya peran aktif wahana pendidikan, dokter pendamping, dan rekan sejawat dalam mendeteksi perubahan kondisi mental peserta. Komunikasi yang cepat dan intensif dinilai menjadi kunci agar kasus serupa tidak terulang.
Aturan Jam Kerja Baru bagi Dokter dan Dokter Gigi Internsip
Bersamaan dengan evaluasi ini, Kemenkes kembali mengingatkan seluruh fasilitas kesehatan untuk mematuhi Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) No. HK.01.07/MENKES/594/2026 yang ditetapkan pada 8 Juni 2026. Aturan ini secara spesifik mengatur Pedoman Penyelenggaraan Program Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia, termasuk:
- Pembatasan jam kerja maksimal 40 jam per minggu
- Pengaturan hak cuti bagi peserta internsip
- Penguatan perlindungan hukum dan keselamatan kerja
Meski aturan baru telah berlaku selama sebulan, Yuli mengaku masih menerima laporan adanya puskesmas yang memberlakukan sistem on call. "KMK baru sebulan. Saya harap KMK-nya dibaca, bukan dimasukkan ke laci. Aduan di HP saya masih ada puskesmas yang jaganya masih on call. Ini akan kita tindak lanjuti segera," tegasnya.
Dampak bagi Mahasiswa Kedokteran Gigi
Bagi mahasiswa kedokteran gigi yang akan memasuki masa internsip, kebijakan ini membawa implikasi penting. Pertama, persiapan mental dan fisik menjadi prioritas yang setara dengan kompetensi klinis. Kedua, jam kerja yang lebih terstruktur memberikan perlindungan lebih baik bagi kesehatan peserta. Ketiga, sistem monitoring yang lebih ketat diharapkan mampu menekan risiko kejadian tidak diinginkan selama masa pendidikan.
Program internsip merupakan tahap krusial dalam perjalanan seorang dokter atau dokter gigi, di mana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah diterapkan langsung di puskesmas dan rumah sakit. Dengan adanya kebijakan baru ini, diharapkan kesejahteraan peserta internsip dapat lebih terjamin tanpa mengurangi kualitas kompetensi yang dicapai.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


