Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar Workshop Clinical Teaching Berbasis Outcome-Based Education (OBE) bagi instruktur kepaniteraan klinik dan clinical instructor di Hotel Fugo Banjarmasin, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan proses pembelajaran klinik dengan kurikulum berbasis luaran yang mulai diterapkan setelah institusi meraih akreditasi unggul.
Workshop diikuti oleh dosen FKG ULM, dokter gigi instruktur di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), rumah sakit jejaring, serta puskesmas yang selama ini menjadi wahana praktik mahasiswa pada fase kepaniteraan klinik. Kehadiran para instruktur dari berbagai fasilitas kesehatan menunjukkan komitmen FKG ULM dalam memastikan kualitas pendidikan yang merata di seluruh tempat praktik mahasiswa.
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi ULM, Maharani Laillyza Apriasari, menjelaskan bahwa pembelajaran mahasiswa kedokteran gigi tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga melalui praktik lapangan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Karena itu, seluruh tenaga pendidik dan instruktur perlu memiliki pemahaman yang sama terhadap implementasi kurikulum terbaru.
"Mahasiswa FKG tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga menjalani fase pembelajaran lapangan di rumah sakit maupun puskesmas untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Oleh karena itu, seluruh instruktur yang mendampingi mahasiswa perlu memiliki persepsi yang sama terhadap proses pembelajaran klinik," ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan kurikulum berbasis OBE merupakan komitmen FKG ULM pasca memperoleh akreditasi unggul. Melalui pendekatan tersebut, proses pendidikan difokuskan pada pencapaian kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia profesi dan pelayanan kesehatan.
"Setelah memperoleh akreditasi unggul, kami bertekad mengembangkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education. Karena itu kami mengundang kembali seluruh dosen dan instruktur yang menangani mahasiswa di RSGM, rumah sakit, maupun puskesmas agar memiliki pemahaman yang seragam dalam menerapkan kurikulum terbaru ini," jelasnya.
Untuk memperkuat implementasi kurikulum OBE, FKG ULM menghadirkan narasumber drg. Fimma Naritasari dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (UGM). Narasumber memiliki pengalaman luas dalam pendampingan penyusunan dan revisi kurikulum pendidikan kedokteran gigi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kehadiran narasumber yang berkompeten diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai strategi clinical teaching yang selaras dengan prinsip OBE, sehingga dapat diterapkan secara optimal oleh seluruh instruktur klinik.
Apa itu Outcome-Based Education (OBE)? OBE adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada pencapaian luaran atau kompetensi tertentu yang harus dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan program pembelajaran. Dalam konteks pendidikan kedokteran gigi, OBE memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi klinis yang terstandarisasi dan siap menghadapi tantangan profesi.
Penerapan OBE di FKG ULM memiliki relevansi yang tinggi dengan kebutuhan mahasiswa kedokteran gigi di Indonesia. Dengan kurikulum yang berorientasi pada luaran, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih terstruktur dan terukur, terutama dalam fase kepaniteraan klinik yang menjadi jembatan antara teori di bangku kuliah dan praktik nyata di lapangan.
Bagi mahasiswa kedokteran gigi, workshop semacam ini berdampak positif secara tidak langsung. Ketika para instruktur klinik memiliki persepsi dan standar pengajaran yang seragam, kualitas bimbingan yang diterima mahasiswa selama praktik klinik menjadi lebih konsisten dan terstandarisasi. Hal ini sangat penting mengingat variasi tempat praktik — dari RSGM hingga puskesmas — yang memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing.
Maharani berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat kesamaan persepsi di antara para pendidik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran klinik dan kompetensi lulusan FKG ULM.
"Semoga kegiatan ini berjalan lancar, memberikan banyak manfaat, menambah wawasan seluruh peserta, menyamakan persepsi dalam pelaksanaan pembelajaran klinik, serta semakin meningkatkan kompetensi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat," pungkasnya.
Dengan langkah ini, FKG ULM menunjukkan komitmennya dalam mencetak dokter gigi yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kompetensi klinis yang mumpuni dan siap bersaing di tingkat nasional.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


