FKG UGM Peringkat 1 Dunia WURI 2026, Bukti Inovasi Kedokteran Gigi Indonesia Mendunia

FKG UGM Peringkat 1 Dunia WURI 2026, Bukti Inovasi Kedokteran Gigi Indonesia Mendunia

Mindy
Published on 5 Agustus 2026

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mencatat sejarah baru dengan meraih peringkat 1 dunia dalam dua kategori pemeringkatan World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Prestasi ini semakin lengkap dengan tiga rekor sekaligus dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang dianugerahkan pada Senin (3/8/2026) di Gedung Margono Soeradji, Yogyakarta.

Tiga rekor MURI yang berhasil diraih FKG UGM meliputi: Peringkat 1 Dunia dalam Kategori Innovative Representative Research Project, Peringkat 1 Dunia dalam Kategori Financial Impact Driven Technology Transfer, serta konsistensi masuk Peringkat 100 Besar Dunia selama 3 tahun berturut-turut pada 2024, 2025, dan 2026.

Ari Andriani, Senior Representative MURI, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi FKG UGM dalam membangun ekosistem inovasi selama tiga tahun terakhir. "Ini merupakan tonggak sejarah tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi dunia pendidikan, terutama dunia pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. FKG UGM berhasil mempertahankan posisi di peringkat top 100 dunia pada 14 kategori berbeda, dan tahun ini meraih pencapaian tertinggi, peringkat 1 dunia," ujar Ari dalam siaran pers yang dikutip Rabu (5/8/2026).

Dua inovasi unggulan yang menjadi kunci keberhasilan FKG UGM tahun ini sangat relevan bagi mahasiswa kedokteran gigi. Pertama, pengembangan fiber dari serat sutra alam untuk aplikasi kedokteran gigi yang dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes. Inovasi ini membuka peluang baru dalam penggunaan material alami berbasis sutra untuk berbagai prosedur rehabilitasi dan restorasi gigi.

Kedua, pengembangan produk berbasis propolis dari lebah klanceng untuk pencegahan gigi berlubang (karies) dan penyakit gusi yang dikembangkan oleh Prof. Suryono. Propolis dikenal memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi alami, sehingga sangat potensial sebagai bahan preventif dalam perawatan gigi dan mulut.

Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., menyatakan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKG UGM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.

"Kita bersyukur meraih pengakuan dari MURI terkait pencapaian yang kami lakukan di tingkat global," kata Suryono.

Ia menjelaskan bahwa pemeringkatan WURI didasarkan pada inovasi dan dampak nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat. Pemeringkatan ini berbeda dengan ranking akademik konvensional karena lebih menekankan pada kontribusi nyata institusi dalam memecahkan masalah masyarakat melalui riset dan transfer teknologi.

Prestasi ini menempatkan FKG UGM sejajar bahkan melampaui fakultas kedokteran gigi dari universitas-universitas terkemuka dunia dalam kategori inovasi tertentu. Bagi mahasiswa kedokteran gigi di seluruh Indonesia, capaian ini menjadi bukti bahwa riset dan inovasi di bidang kedokteran gigi Indonesia mampu bersaing di level global.

Suryono berharap pencapaian ini dapat menginspirasi generasi selanjutnya. "Kami juga mendorong mahasiswa baru untuk ikut berkontribusi dalam meraih prestasi dan menjadikan FKG UGM sebagai bagian dari Kampus Berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat internal maupun eksternal," tutupnya.

FKG UGM telah konsisten masuk dalam jajaran top 100 dunia WURI pada 14 kategori berbeda selama tiga tahun terakhir. Prestasi ini menjadi motivasi bagi fakultas kedokteran gigi lain di Indonesia untuk terus mengembangkan inovasi yang berdampak luas, baik dalam skala nasional maupun internasional.

📲 Download Aplikasi Umeds

Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds