Jakarta — Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi Indonesia tidak hanya menaungi satu program studi, melainkan mencakup hingga 10 jurusan di bidang kesehatan. Daftar pembaruan 2026 yang dirangkum Info Pendidikan BIC menunjukkan keragaman program studi di bawah Fakultas Kedokteran. Dari daftar tersebut, Program Studi Kedokteran Gigi tetap menjadi salah satu yang paling kompetitif, baik dari sisi seleksi masuk maupun prospek karier.
Daftar 10 Jurusan di Fakultas Kedokteran
Berikut 10 jurusan yang lazim berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran di berbagai perguruan tinggi Indonesia:
- Pendidikan Dokter (S1) — Program studi utama yang mencetak dokter umum. Masa studi sekitar 7 semester pendidikan akademik ditambah 4 semester program profesi dokter (koas).
- Kedokteran Gigi (S1) — Program studi yang mencetak dokter gigi. Masa studi 7 semester akademik ditambah sekitar 1,5 tahun program profesi. Lulusan menyandang gelar S.KG setelah tahap akademik dan drg setelah lulus program profesi.
- Kebidanan (D3/D4) — Program studi yang mencetak bidan profesional dengan kompetensi asuhan kebidanan, kesehatan reproduksi, dan pelayanan ibu-anak.
- Keperawatan (S1) — Program studi yang mencetak tenaga perawat profesional dengan kompetensi asuhan keperawatan holistik di berbagai tatanan layanan kesehatan.
- Farmasi (S1) — Program studi yang mencetak apoteker dengan masa studi 4 tahun akademik ditambah 1 tahun program profesi apoteker.
- Kesehatan Masyarakat (S1) — Program studi yang mencetak tenaga kesehatan masyarakat dengan konsentrasi epidemiologi, administrasi kebijakan kesehatan, promosi kesehatan, dan kesehatan kerja.
- Gizi (S1) — Program studi yang mencetak ahli gizi dengan kompetensi manajemen gizi klinis, komunitas, dan industri pangan.
- Analis Kesehatan / Teknologi Laboratorium Medik (D4) — Program studi yang mencetak tenaga analis laboratorium medis untuk mendukung penegakan diagnosis.
- Kesehatan Lingkungan (S1) — Program studi yang mencetak tenaga kesehatan lingkungan dengan kompetensi sanitasi, higiene, dan penyehatan lingkungan.
- Rekam Medis / Manajemen Informasi Kesehatan (D3/D4) — Program studi yang mencetak tenaga profesional di bidang tata kelola informasi kesehatan rumah sakit dan fasyankes.
Posisi Program Studi Kedokteran Gigi
Dari 10 jurusan tersebut, Program Studi Kedokteran Gigi memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari program studi lain. Program ini berada di bawah pembinaan Konsil Kedokteran Gigi Indonesia (KKGI) dan organisasi profesi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Setelah lulus tahap akademik dan program profesi, lulusan wajib mengikuti uji kompetensi nasional UKMP2DG (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi) untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi dan Surat Tanda Registrasi (STR) sebelum dapat berpraktik.
Lulusan Kedokteran Gigi juga memiliki tujuh cabang pendidikan dokter gigi spesialis (PPDG) yang diakui di Indonesia, yaitu Bedah Mulut, Periodonsia, Konservasi Gigi, Prostodonsia, Ortodonti, Kedokteran Gigi Anak, dan Radiologi Kedokteran Gigi. Akses ke pendidikan spesialis ini dilakukan melalui jalur UKOMNAS PPDG yang diadakan oleh Kolegium dan kolegium terkait.
Mengapa Kedokteran Gigi Paling Diminati
Beberapa faktor membuat Program Studi Kedokteran Gigi menjadi salah satu jurusan paling kompetitif di Fakultas Kedokteran:
- Passing grade tertinggi — Daya tampung yang terbatas membuat persaingan masuk sangat ketat, terutama di universitas negeri favorit seperti UI, UGM, UNAIR, dan UNPAD.
- Prospek karier stabil — Permintaan layanan kesehatan gigi di Indonesia masih tinggi, sementara rasio dokter gigi terhadap populasi masih di bawah standar WHO.
- Peluang praktik yang luas — Dokter gigi dapat membuka praktik mandiri, bekerja di rumah sakit, klinik, puskesmas, atau melanjutkan ke pendidikan spesialis.
- Peluang karier internasional — Lulusan dapat melanjutkan studi atau praktik di luar negeri setelah memenuhi syarat registrasi negara tujuan.
Implikasi untuk Calon Mahasiswa
Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendaftar Fakultas Kedokteran, memahami 10 jurusan di atas membantu dalam menentukan fokus studi. Program Studi Kedokteran Gigi cocok bagi yang tertarik dengan kesehatan mulut, bedah minor di area mulut, dan estetika gigi. Calon mahasiswa perlu mempersiapkan kemampuan akademik yang kuat di bidang biologi, kimia, dan fisika, serta mental yang siap untuk pendidikan yang panjang dan padat.
Jalur seleksi yang tersedia untuk Program Studi Kedokteran Gigi antara lain SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan jalur mandiri yang diselenggarakan masing-masing perguruan tinggi. Informasi lebih lanjut mengenai passing grade dan daya tampung terbaru dapat diakses melalui situs resmi universitas atau portal SNPMB.
Penutup
Daftar 10 jurusan di Fakultas Kedokteran menunjukkan kekayaan program studi di bidang kesehatan di Indonesia. Program Studi Kedokteran Gigi tetap menjadi salah satu yang paling menarik, baik dari sisi seleksi maupun prospek karier. Bagi calon mahasiswa yang memilih jalur ini, pemahaman tentang struktur pendidikan, tantangan, dan peluang yang ada akan membantu menyiapkan diri dengan lebih baik.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


