Beasiswa Nak Badung 2026: Peluang Mahasiswa Kedokteran Gigi hingga Ikatan Dinas
Pemerintah Kabupaten Badung resmi membuka program Beasiswa Nak Badung 2026 yang menyasar mahasiswa jenjang S-1, D-4, hingga program profesi, termasuk mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan program profesi dokter gigi. Program strategis ini menyiapkan kuota 450 penerima pada tahun pertama peluncuran dan akan mulai dibuka secara resmi pada 9 Juni 2026.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan, Beasiswa Nak Badung dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul menjelang Indonesia Emas 2045. Program ini juga menjadi bagian dari dokumen RPJMD Semesta Berencana Badung Tahun 2025–2029.
Dua Pilar Beasiswa
Program Nak Badung 2026 bertumpu pada dua pilar utama. Pertama, Beasiswa Motivasi yang diperuntukkan bagi siswa SMA dan SMK. Kedua, Beasiswa Afirmasi yang menyasar mahasiswa aktif jenjang S-1, D-4, maupun program profesi dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah kabupaten.
Untuk pilar Beasiswa Afirmasi, mahasiswa profesi dokter gigi dan koasisten kedokteran gigi termasuk dalam kategori penerima yang berhak mengikuti seleksi. Program ini diharapkan dapat menekan beban biaya pendidikan yang selama ini menjadi tantangan bagi mahasiswa fakultas kedokteran gigi, khususnya mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Skema Ikatan Dinas
Salah satu skema yang menjadi sorotan adalah ikatan dinas yang melekat pada Beasiswa Afirmasi. Setelah lulus, penerima beasiswa diharapkan mengabdi kembali ke Kabupaten Badung untuk periode tertentu sesuai ketentuan yang disepakati. Skema ini mirip dengan program beasiswa kedokteran dari pemerintah daerah lain di Indonesia, yang lazim mengikat penerima untuk kembali mengabdi di daerah asal sebagai dokter gigi PNS atau tenaga kesehatan di fasilitas layanan milik pemerintah.
Bagi mahasiswa FKG yang sedang menempuh pendidikan klinik atau program profesi, skema ikatan dinas memberi kepastian jalur karier setelah kelulusan. Penerima tidak hanya mendapat bantuan biaya pendidikan, tetapi juga jaminanempatan kerja di sektor kesehatan gigi milik pemerintah daerah.
Persyaratan dan Kerja Sama Kampus
Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Pihaknya berharap perguruan tinggi yang diajak kerja sama memiliki program studi dengan akreditasi minimal “Baik” maupun “Sangat Baik” agar lulusannya benar-benar berkualitas.
Artinya, mahasiswa FKG yang ingin mendaftar wajib menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan akreditasi prodi yang memenuhi standar. Kerja sama dilakukan melalui penandatanganan MoU antara Pemkab Badung dengan pihak kampus, yang rencananya digelar berbarengan dengan peluncuran resmi pada 9 Juni.
Arti Penting bagi Mahasiswa FKG
Bagi mahasiswa kedokteran gigi, program ini memberi tiga manfaat langsung. Pertama, keringanan biaya SPP dan kebutuhan akademik selama masa studi. Kedua, kepastian arah karier melalui ikatan dinas di fasilitas kesehatan gigi daerah setelah lulus. Ketiga, akses terhadap jaringan profesional di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung sejak dini.
Mahasiswa FKG yang ingin mendaftar diimbau untuk memantau informasi resmi melalui situs beasiswa.badungkab.go.id dan kanal komunikasi kampus masing-masing. Syarat administratif seperti surat keterangan aktif kuliah, Kartu Tanda Penduduk Kabupaten Badung, serta surat pernyataan tidak menerima beasiswa sejenis dari pihak lain akan menjadi dokumen wajib pada tahap seleksi.
Penutup
Beasiswa Nak Badung 2026 menambah daftar program afirmasi daerah yang membuka peluang bagi calon dokter gigi untuk menempuh pendidikan dengan dukungan finansial dan kepastian karier. Bagi mahasiswa FKG yang memenuhi kriteria, jendela pendaftaran ini sayang untuk dilewatkan.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


