5 Langkah Melindungi Kesehatan dari Erupsi Krakatau dan Karhutla

5 Langkah Melindungi Kesehatan dari Erupsi Krakatau dan Karhutla

Mindy
Published on 7 September 2026

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Karhutla bagi Kesehatan

Sejak 5 September 2026, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi menerus. Abu vulkanik telah menyebar ke enam provinsi: Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan sekitarnya. Di waktu yang sama, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera memperburuk kualitas udara di berbagai wilayah Indonesia.

Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Centre (HEOC) untuk merespons dampak kesehatan dari dua bencana ini. Kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dilaporkan melonjak di daerah terdampak. Lantas, apa saja yang perlu kita ketahui dan lakukan?

Bahaya Abu Vulkanik dan Asap Karhutla bagi Tubuh

Abu vulkanik mengandung partikel silika yang bersifat abrasif dan tidak larut dalam air. Jika terhirup, partikel ini bisa mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Sementara itu, asap karhutla mengandung PM2.5 — partikel halus yang bisa masuk hingga ke alveoli paru-paru dan masuk ke aliran darah.

Beberapa masalah kesehatan yang perlu diwaspadai:

  • ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) — batuk, pilek, sesak napas, demam
  • Iritasi mata — mata merah, perih, berair
  • Iritasi kulit — gatal-gatal akibat paparan abu
  • Gangguan saluran cerna — terutama pada anak-anak yang terpapar abu
  • Eksaserbasi penyakit kronis — asma, PPOK, penyakit jantung koroner

5 Langkah Perlindungan Diri

1. Gunakan Masker yang Tepat

Masker bedah biasa tidak cukup efektif menyaring partikel abu vulkanik dan PM2.5. Gunakan masker N95 atau KN95 yang mampu menyaring partikel halus. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat tanpa celah.

2. Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Jika kualitas udara buruk, kurangi aktivitas di luar rumah. Tutup jendela dan pintu rumah rapat-rapat. Jika tersedia, gunakan air purifier di dalam ruangan. Hindari olahraga berat di luar selama masa tanggap darurat.

3. Lindungi Mata dan Kulit

Abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi mata dan kulit. Gunakan kacamata pelindung saat keluar rumah. Jika terkena abu, segera bilas dengan air bersih — jangan menggosok mata karena partikel abrasif bisa menggores kornea.

4. Perbanyak Minum Air Putih

Minum cukup air membantu menjaga tenggorokan tetap lembap dan mengurangi iritasi akibat paparan abu atau asap. Air putih juga membantu proses pengeluaran partikel halus dari tubuh.

5. Siapkan Perlengkapan Darurat

Siapkan medical emergency kit: masker cadangan, obat tetes mata, obat batuk, air minum bersih, dan obat-obatan pribadi. Pantau terus informasi resmi dari PVMBG, BNPB, dan Dinas Kesehatan setempat.

Kelompok yang Paling Rentan

Beberapa kelompok perlu mendapatkan perhatian lebih:

  • Anak-anak — sistem pernapasan masih berkembang
  • Lansia — fungsi paru dan imun menurun
  • Ibu hamil — risiko gangguan kehamilan dan perkembangan janin
  • Penderita asma, PPOK, dan penyakit jantung

Jika mengalami gejala seperti sesak napas berat, demam tinggi, atau batuk berdahak kuning/hijau, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Penutup

Erupsi Krakatau dan karhutla adalah pengingat bahwa kita tinggal di wilayah yang rawan bencana. Sebagai calon tenaga kesehatan, penting untuk memahami langkah-langkah perlindungan diri dan siap membantu masyarakat sekitar. Tetap waspada, jaga kesehatan, dan selalu pantau informasi dari otoritas resmi.

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds