Persiapan Optimal UKOMNAS PPDG 2026: Kuasai Prostodonsia Bersama Umeds
Menghadapi Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKOMNAS PPDG) 2026 adalah langkah krusial bagi setiap calon dokter gigi profesional. Ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang utama menuju karier impian Anda. Salah satu materi yang kerap menjadi tantangan adalah Prostodonsia, bidang yang menuntut pemahaman mendalam dan aplikasi klinis yang presisi.
Prostodonsia sendiri merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang berfokus pada restorasi dan penggantian gigi serta jaringan mulut yang hilang atau rusak, baik dengan protesa cekat maupun lepasan. Materi ini mencakup berbagai aspek mulai dari diagnosis, perencanaan perawatan, hingga pembuatan dan pemasangan protesa. Menguasai Prostodonsia berarti Anda siap memberikan solusi terbaik bagi pasien yang membutuhkan rehabilitasi fungsi dan estetika oral.
Untuk membantu Anda menaklukkan tantangan ini, Umeds hadir sebagai platform belajar terbaik yang dirancang khusus untuk mahasiswa kedokteran gigi. Kami memahami betapa pentingnya persiapan yang matang, oleh karena itu kami menyediakan sumber daya lengkap agar Anda bisa menghadapi UKOMNAS PPDG 2026 dengan percaya diri, khususnya dalam materi Soal UKOMNAS PPDG Prostodonsia.
15 Latihan Soal dan Pembahasan UKOMNAS PPDG Prostodonsia
Soal 1
Gigi tiruan yang diinsersikan segera setelah gigi asli dicabut disebut...
- a.
Gigi tiruan jembatan
Pembahasan Opsi a:Jawaban "Gigi tiruan jembatan" kurang tepat karena gigi tiruan jembatan (dental bridge) adalah prostesis yang digunakan untuk menggantikan satu atau lebih gigi yang hilang dengan cara menjembatani ruang di antara gigi yang tersisa. Fungsi utama gigi tiruan jembatan adalah untuk mengembalikan fungsi pengunyahan, estetika, dan menjaga posisi gigi lain agar tidak bergeser. Berbeda dengan gigi tiruan yang diinsersikan segera setelah pencabutan gigi asli, yang disebut sebagai "gigi tiruan segera" (immediate denture). Gigi tiruan segera berfungsi untuk mempertahankan estetika dan fungsi segera setelah pencabutan, dan biasanya digunakan selama masa penyembuhan sebelum pembuatan gigi tiruan permanen. Perbedaan utamanya adalah dalam waktu pemasangan dan tujuan penggunaannya.
- b.
Gigi tiruan Sebagian
Pembahasan Opsi b:Jawaban "Gigi tiruan Sebagian" kurang tepat karena jenis gigi tiruan ini biasanya digunakan untuk menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang tanpa mencabut gigi asli yang masih sehat serta tidak diinsersikan segera setelah pencabutan. Gigi tiruan sebagian memiliki komponen penahan seperti klamer, dan digunakan ketika masih ada gigi asli yang tersisa di rongga mulut. Sebaliknya, jawaban yang benar adalah "gigi tiruan segera" (immediate denture), yang diletakkan segera setelah pencabutan gigi. Fungsi dari gigi tiruan segera adalah untuk mengisi kekosongan gigi setelah pencabutan, mencegah perdarahan, serta memperbaiki fungsi estetika dan mastikasi, sementara jaringan penyembuhan berlangsung di bawahnya.
- c.
Gigi tiruan lengkap
Pembahasan Opsi c:Jawaban "gigi tiruan lengkap" kurang tepat karena gigi tiruan lengkap (complete denture) adalah prostesis yang menggantikan seluruh gigi di rahang atas atau bawah dan biasanya digunakan ketika semua gigi pasien di satu rahang harus diganti. Dalam konteks soal, yang benar adalah "gigi tiruan segera" (immediate denture), yang merupakan prostesis yang dipasang segera setelah pencabutan gigi asli, sehingga pasien tidak mengalami periode tanpa gigi. Perbedaan utama antara "gigi tiruan lengkap" dan "gigi tiruan segera" terletak pada waktu pemasangan dan tujuan penggunaannya; "gigi tiruan segera" lebih ditujukan untuk transisi sementara setelah pencabutan gigi.
- d.
Gigi tiruan immediate
Pembahasan Opsi d:Gigi tiruan yang diinsersikan segera setelah gigi asli dicabut dikenal sebagai gigi tiruan immediate, yang berfungsi untuk menggantikan gigi yang hilang tanpa menunggu proses penyembuhan jaringan, sehingga memberikan kenyamanan estetis dan fungsional bagi pasien. Ciri khas dari gigi tiruan ini adalah pemasangannya dilakukan pada kunjungan yang sama dengan pencabutan, yang memungkinkan pasien tidak mengalami kekosongan gigi yang lama. Perawatan ini merupakan pilihan penting untuk mencegah pergeseran gigi yang tersisa dan mempertahankan keutuhan struktur rahang. Dalam klasifikasinya, gigi tiruan immediate tergolong dalam kategori prostesis lengkap atau sebagian, tergantung pada jumlah gigi yang hilang. Penting untuk mengevaluasi kondisi mulut dan jaringan sebelum penempatan, serta melakukan penyesuaian pasca-insert untuk mencapai kenyamanan optimal.
- e.
Gigi tiruan overdenture
Pembahasan Opsi e:Gigi tiruan overdenture bukanlah jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini. Overdenture adalah jenis gigi tiruan yang dipasang di atas gigi asli yang sudah diperpendek atau akar gigi yang masih tertinggal untuk memberikan stabilitas yang lebih baik, serta menjaga tulang rahang tetap terstimulasi. Sementara itu, gigi tiruan yang diinsersikan segera setelah pencabutan gigi asli dikenal sebagai immediate denture atau gigi tiruan langsung. Perbedaan utama terletak pada waktu pemasangan; immediate denture dipasang segera setelah pencabutan, sedangkan overdenture memerlukan elemen gigi asli yang masih ada sebagai penyangga.
Soal 2
Seorang perempuan berusia 56 tahun, ingin membuat gigi tiruan. Hasil pemeriksaan intra oral terlihat RA edentulus, RB gigi yang masih ada 34, 32, 31, 41, 42, 43, 44, tidak ada kelainan jaringan lunak dan tidak ada gigi yang goyang maupun berlubang. Klasifikasi Kennedy manakah yang paling tepat pada RB?
- a.
Klas I
Pembahasan Opsi a:Jawaban "Klas I" kurang tepat karena Klasifikasi Kennedy Klas I digunakan untuk menyebut keadaan edentulus bilateral di daerah posterior dengan gigi yang tersisa hanya berada di anterior yang tidak didukung oleh gigi di belakangnya, juga dikenal dengan istilah "edentulous bilateral free end". Pada kasus ini, rahang bawah (RB) ternyata masih memiliki gigi anterior hingga posterior (34 hingga 44), yang berarti tidak sesuai dengan definisi Klas I yang memerlukan hilangnya gigi di posterior pada kedua sisi. Klasifikasi yang lebih tepat untuk situasi di mana kehilangan gigi hanya terjadi di satu sisi posterior adalah Klas II. Klas II mencakup kehilangan gigi posterior unilateral dengan gigi yang tetap di bagian anterior dan bagian lain dari lengkungan, tonjolan ini harus ada untuk klasifikasi ini.
- b.
Klas II
Pembahasan Opsi b:Jawaban "Klas II" kurang tepat karena klasifikasi ini menggambarkan kondisi di mana terdapat satu area tak bergigi yang terletak di satu sisi, dan area tersebut tidak meluas sepenuhnya ke belakang rahang. Pada kasus ini, rahang bawah (RB) memiliki beberapa gigi anterior yang masih ada tanpa adanya area tak bergigi yang lebih kompleks di satu sisi, sehingga tidak memenuhi kriteria Klas II. Klasifikasi yang paling tepat untuk kondisi ini adalah Klas III, yang menunjukkan adanya edentulus area di tengah dengan gigi yang masih tersisa di kedua sisi area tersebut. Klasifikasi Kennedy membantu dalam merencanakan desain protesa gigi dengan memastikan distribusi beban dan penyambungan yang baik antara protesa dengan gigi asli.
- c.
Klas I modifikasi I
Pembahasan Opsi c:Kasus ini melibatkan perempuan 56 tahun yang ingin mendapatkan gigi tiruan, dengan kondisi edentulus di rahang atas (RA) dan sisa gigi yang sehat pada rahang bawah (RB). Diagnosis yang tepat adalah Klasifikasi Kennedy Tipe I Modifikasi I, karena gigi pasien yang hilang adalah 35-38, 33, dan 45-48. Terdapat free-end bilateral (Kennedy Klas I) dan 1 area edentulous gigi 33 (modifikasi 1)
- d.
Klas II modifikasi I
Pembahasan Opsi d:Jawaban "Klas II modifikasi I" kurang tepat karena klasifikasi Kennedy Kelas II menggambarkan situasi di mana terdapat satu area tidak bergigi yang terletak di satu sisi (unilateral) posterior rahang, sedangkan dalam kasus ini semua gigi di RB kecuali anterior masih ada (34, 32, 31, 41, 42, 43, 44). Kasus ini lebih cocok dikategorikan sebagai Klas III tanpa modifikasi, karena kasus ini memiliki area yang edentulus hanya di bagian gigi posterior, dan tidak ada area tambahan yang edentulus untuk dimodifikasi. Klas III menggambarkan situasi di mana ada satu area tidak bergigi yang unilateral yang dibatasi oleh gigi tetap, berbeda dengan Klas II yang menggambarkan satu area bebas di posterior. Kekeliruan mendasar adalah memahami distribusi area edentulus dan gigi yang tersisa serta terminologi modifikasi Kennedy yang memerlukan lebih dari satu area tidak bergigi sebagai syarat modifikasi.
- e.
Klas II modifikasi II
Pembahasan Opsi e:Jawaban "Klas II modifikasi II" kurang tepat karena tidak sesuai dengan distribusi kehilangan gigi pada rahang bawah seperti yang dijelaskan dalam pertanyaan. Menurut klasifikasi Kennedy, Klas II menunjukkan adanya satu area edentulus posterior yang tidak melibatkan hilangnya gigi di depan. Fungsi dari sistem klasifikasi ini adalah untuk membantu perencanaan perawatan protetik dengan mengevaluasi kehilangan gigi dan posisi gigi yang tersisa. Pada kasus ini, karena hilangnya gigi terjadi hanya pada satu sisi dan tidak ada modifikasi di sisi berlawanan (gigi posterior di kedua sisi tetap utuh), klasifikasi yang tepat adalah "Klas III", yang mewakili area edentulus tunggal yang tidak melibatkan kehilangan anterior atau penopang ganda di kedua sisi yang berdekatan dengan area edentulus tersebut. Perbedaan antara Klas II dan Klas III terletak pada adanya edentulus posterior bilateral di Klas II, sementara Klas III hanya memiliki satu edentulus terisolasi tanpa modifikasi lebih lanjut.
Soal 3
Mindy datang mengeluh gigi tiruannya longgar saat dipakai makan. Mindy memakai gigi tiruan penuh atas dan bawah. Saat dilakukan pemeriksaan dalam keadaan pasif, retensi dan stabilisasi baik, oklusi tidak tepat. Apa yang harus dilakukan?
- a.
Relining
Pembahasan Opsi a:Jawaban "Relining" kurang tepat karena masalah utama yang dialami Mindy bukan pada retensi gigi tiruan, melainkan pada oklusi yang tidak tepat. Relining bertujuan untuk meningkatkan adaptasi basis gigi tiruan terhadap jaringan mukosa yang mengalami perubahan, bukan untuk mengoreksi masalah oklusi. Dalam kasus Mindy, ketika retensi dan stabilisasi gigi tiruan baik dalam keadaan pasif tetapi terdapat masalah saat berfungsi (seperti saat mengunyah), hal ini menunjukkan bahwa masalah terletak pada kontak oklusal yang tidak tepat. Oleh karena itu, perawatan yang lebih tepat adalah "penyesuaian oklusi," yang melibatkan koreksi permukaan gigi tiruan agar hubungan antar gigi atas dan bawah menjadi harmonis. Dengan demikian, relining tidak akan menyelesaikan masalah dasar, yakni ketidaktepatan oklusi, yang mengganggu fungsi pengunyahan Mindy.
- b.
Selective grinding
Pembahasan Opsi b:Mindy mengalami masalah pada gigi tiruan penuh atas dan bawah yang longgar saat digunakan untuk makan, meskipun retensi dan stabilisasi gigi tiruan dalam keadaan pasif baik, dan oklusi tidak tepat. Diagnosis kasus ini menunjukkan adanya masalah dalam oklusi yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat makan. Pilihan perawatan yang tepat adalah melakukan selective grinding untuk memperbaiki oklusi dan meningkatkan kenyamanan saat menggunakan gigi tiruan. Klasifikasi masalah ini termasuk dalam ketidakcocokan oklusi pada prosthesis gigi, yang sering kali memerlukan penyesuaian untuk menyesuaikan hubungan interdigitas. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi permukaan yang saling bertabrakan dan menghaluskan area tersebut untuk mencapai oklusi yang lebih baik.
- c.
Rebasing
Pembahasan Opsi c:Jawaban 'Rebasing' kurang tepat untuk kasus ini karena rebasing adalah prosedur mengganti basis gigi tiruan untuk memperbaiki penyesuaian jika ada ketidaknyamanan atau perubahan anatomi jaringan lunak. Pada kasus Mindy, masalah utama terletak pada ketidaktepatan oklusi yang membuat gigi tiruan terasa longgar saat mengunyah, bukan karena masalah retensi atau stabilisasi dalam keadaan pasif. Oklusi yang tidak tepat berarti hubungan antar gigi atas dan gigi bawah tidak seimbang menyebabkan ketidakstabilan saat mastikasi. Oleh karena itu, penyesuaian oklusi melalui prosedur penyesuaian oklusal, seperti remounting dalam artikulator untuk mengatur kembali hubungan oklusal, adalah pendekatan yang lebih tepat dibandingkan rebasing. Perbedaan utama terletak pada fokus solusi; rebasing mengatasi penyesuaian basis, sementara pengaturan ulang oklusi fokus pada hubungan gigi yang tepat selama fungsi mastikasi.
- d.
Reparasi
Pembahasan Opsi d:Pilihan "Reparasi" kurang tepat dalam konteks ini karena masalah utama yang dihadapi adalah ketidaktepatan oklusi, bukan kerusakan fisik atau material dari gigi tiruan yang memerlukan perbaikan. Reparasi umumnya dilakukan ketika ada kerusakan atau patah pada gigi tiruan. Dalam kasus Mindy, masalah retensi dan stabilisasi yang baik menunjukkan bahwa basis gigi tiruan sudah sesuai, namun masalah terletak pada bagaimana gigi-gigi tiruan tersebut bertemu atau mengoklusi. Solusi yang lebih tepat adalah "Rekonsiliasi Oklusi" atau penyesuaian oklusi, yang bertujuan untuk memastikan bahwa gigi atas dan bawah memiliki kontak yang tepat saat berfungsi, seperti saat mengunyah. Rekonsiliasi oklusi dapat meliputi penyesuaian permukaan oklusal untuk mengembalikan keselarasan dan memastikan fungsi pengunyahan yang efektif serta kenyamanan pemakai. Dengan demikian, perbedaan mendasar antara reparasi dengan rekonsiliasi oklusi adalah bahwa yang pertama berfokus pada perbaikan kerusakan fisik, sedangkan yang kedua berfokus pada penyesuaian fungsi.
- e.
Pembuatan GT baru
Pembahasan Opsi e:Pembuatan gigi tiruan (GT) baru bukanlah solusi pertama yang tepat untuk kasus ini. Masalah utama yang ditemui adalah oklusi yang tidak tepat, sementara retensi dan stabilisasi dalam keadaan pasif adalah baik. Oklusi yang tidak tepat dapat menyebabkan kelonggaran saat digunakan untuk makan tanpa harus mengorbankan keseluruhan fit dari gigi tiruan tersebut. Solusi yang lebih tepat adalah melakukan penyesuaian oklusi dengan melakukan tekanan seimbang atau rechecking oklusi untuk memastikan kontak antar gigi tepat dan fungsi kunyah optimal. Dengan demikian, perbedaan utama antara pembuatan GT baru dan penyesuaian oklusi adalah bahwa yang pertama lebih invasif, mahal, dan memakan waktu tanpa langsung menyelesaikan masalah yang teridentifikasi, sedangkan penyesuaian oklusi lebih langsung menargetkan penyebab masalah kelonggaran saat makan.
Soal 4
Mindy, pasien perempuan berusia 30 tahun datang ke praktik dokter gigi Umma untuk membuatkan gigi tiruan. Setelah proses pembuatan di lab, tampak hasil gigi tiruan tidak baik, terdapat gelembung pada basis gigi tiruan. Apakah kegagalan yang terjadi pada basis gigi tiruan tersebut?
- a.
Crazing
- b.
Diskolorisasi
- c.
Distorsi
- d.
Kontraksi
- e.
Porusitas
Pembahasan Opsi e:Mindy, pasien perempuan 30 tahun, mengalami kegagalan pada basis gigi tiruan yang ditandai dengan munculnya gelembung, yang menunjukkan adanya porusitas. Porusitas adalah kondisi di mana terdapat lubang-lubang kecil atau kekosongan yang terbentuk akibat pencampuran bahan atau teknik pembuatan yang tidak tepat, yang dapat mengakibatkan penurunan estetik dan kekuatan pada gigi tiruan. Perawatan untuk mengatasi porusitas meliputi perbaikan atau pembuatan ulang basis gigi tiruan dengan memperhatikan teknik pemadatan dan pemilihan bahan yang sesuai. Dalam hal ini, penting untuk memastikan bahwa semua prosedur dan pemilihan material memenuhi standar untuk menghindari masalah tersebut. Kegagalan ini mengindikasikan perlunya evaluasi lebih lanjut mengenai proses pembuatan gigi tiruan agar menghasilkan produk yang sesuai dengan harapan pasien.
Soal 5

Pasien laki-laki berusia 65 tahun datang ke dokter gigi ingin membuat gigi palsu. Pemeriksaan intra oral: edentulus penuh dan kondisi jaringan pendukung yang masih baik. Dokter gigi merencanakan pembuatan gigi tiruan lengkap melalui tahap pembuatan galengan gigit rahang atas untuk dukungan bibir yang adekuat (seperti terlihat pada gambar). Berapakah derajat kemiringan galengan gigit di bagian labial untuk kasus tersebut?
- a.
10 derajat
- b.
15 derajat
- c.
20 derajat
- d.
30 derajat
- e.
45 derajat
Soal 6
Mindy datang ke dokter gigi Umma dengan keluhan gigi tiruan penuh yang dikenakannya terasa sakit di palatum dan terasa panas khususnya di rugae palatina. Diketahui Mindy baru insersi gigi tiruan 2 minggu yang lalu. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?
- a.
Tertekannya papila insisivum
Pembahasan Opsi a:Pilihan jawaban "Tertekannya papila insisivum" kurang tepat karena masalah utama yang dialami oleh Mindy terkait rasa sakit di palatum dan panas pada rugae palatina. Papila insisivum adalah struktur jaringan kecil di atas foramen insisivum yang lebih berhubungan dengan area lingual gigi-gigi insisif dan umumnya tidak terkait langsung dengan rasa sakit di rugae palatina. Penyebab rasa sakit pada palatum terutama di area rugae dapat disebabkan oleh tekanan yang tidak merata dari gigi tiruan atau ketidaksesuaian bentuk gigi tiruan pada kontur palatum. Perbedaan dengan jawaban yang benar adalah bahwa tekanan atau iritasi di rugae palatina lebih mungkin terjadi karena ketidaksesuaian atau tekanan berlebih dari basis denture di area tersebut, bukan karena tertekannya papila insisivum.
- b.
Tertekannya saraf palatinus majus
Pembahasan Opsi b:Pilihan jawaban "Tertekannya saraf palatinus majus" kurang tepat karena saraf palatinus majus bertanggung jawab untuk memberikan sensasi pada gusi, langit-langit keras, dan sebagian dari langit-langit lunak, tetapi tidak secara langsung menyebabkan sensasi panas dan nyeri yang Mindy rasakan. Sensasi panas dan nyeri di area palatum terutama di rugae palatina, umumnya disebabkan oleh tekanan berlebih atau trauma dari gigi tiruan baru yang belum beradaptasi sempurna dengan struktur mulut. Perbedaan antara penyebab ini dan tekanan pada saraf palatinus majus adalah bahwa tekanan saraf biasanya akan menyebabkan nyeri yang tajam dan penyebaran rasa nyeri yang lebih luas, sedangkan dalam kasus ini lebih mengarah pada ketidaknyamanan lokal akibat ketidakcocokan gigi tiruan.
- c.
Tertekannya foramen insisivum
Pembahasan Opsi c:Jawaban "tertekannya foramen insisivum" kurang tepat karena ketidaknyamanan yang dialami pasien tidak disebabkan oleh tekanan pada area ini, meskipun foramen insisivum memang area yang sensitif dan dapat menimbulkan rasa sakit jika tertekan oleh gigi tiruan. Namun, dalam kasus Mindy, keluhan utamanya adalah rasa sakit dan panas pada palatum, khususnya di rugae palatina. Sumber masalah umumnya adalah disfungsi atau kesalahan konstruksi pada gigi tiruan, seperti ketidaksesuaian kontur dan tekanan yang tidak merata, yang lebih relevan dengan daerah rugae daripada foramen insisivum. Rugae palatina adalah bagian dari palatum yang penting untuk stabilisasi gigi tiruan; tekanan yang salah dapat menyebabkan iritasi dan rasa panas. Oleh karena itu, mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan pada fitting gigi tiruan menjadi solusi yang lebih tepat.
- d.
Tertekannya fovea palatine
Pembahasan Opsi d:Jawaban "Tertekannya fovea palatine" kurang tepat karena fovea palatine adalah bagian kecil pada langit-langit mulut yang terletak di dekat batas antara palatum keras dan lunak, dan biasanya tidak berkaitan langsung dengan sensasi panas ataupun nyeri pada area rugae palatina. Penyebab utama ketidaknyamanan Mindy lebih mungkin terletak pada adaptasi jaringan oral terhadap permukaan gigi tiruan yang tidak tepat atau terlalu tebal, yang bisa menyebabkan tekanan berlebih pada rugae palatina dan mengiritasi jaringan tersebut. Perbedaan utama dengan jawaban yang lebih akurat adalah fokus pada keselarasan dan adaptasi permukaan gigi tiruan pada jaringan lunak mulut, bukan tekanan pada fovea palatine yang terletak di lokasi berbeda.
- e.
Tertekannya saraf nasopalatinus
Pembahasan Opsi e:Kasus ini melibatkan Mindy yang mengalami nyeri pada palatum setelah 2 minggu menggunakan gigi tiruan penuh, kemungkinan besar akibat tertekan atau teriritasi oleh gigi tiruan, terutama di area rugae palatina. Diagnosis yang tepat adalah tertekannya saraf nasopalatinus, yang dapat menyebabkan sensasi nyeri dan ketidaknyamanan. Ciri khas dari kondisi ini termasuk ketidaknyamanan di area palatum dan gejala yang muncul setelah insersi prostesis. Perawatan yang dianjurkan adalah penyesuaian gigi tiruan untuk mengurangi tekanan pada jaringan lunak dan saraf di sekitar palatum. Hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab soal ini adalah pentingnya mengevaluasi hubungan antara penyebab nyeri dengan pemakaian gigi tiruan baru, serta mengenali kemungkinan masalah anatomi yang dapat mempengaruhi kenyamanan pasien.
Soal 7
Mindy wanita berusia 35 tahun datang ke klinik Ummacademy. Pemeriksaan klinis diketahui gigi 46 karies profunda klas II, tidak perforasi, druk dan perkusi tidak sakit, tes vitalitas dengan tes termal tidak bereaksi. Pemeriksaan dengan foto X-ray terlihat akar distal lurus, akar mesial bengkok, radiolusensi diujung apeks distal bulat dan batas jelas diameter 3 mm. Apakah prinsip utama perawatan pada gigi tersebut?
- a.
Open akses, preparasi biomekanik dan obturasi
Pembahasan Opsi a:Mindy, seorang wanita berusia 35 tahun, mengalami karies profunda klas II pada gigi 46 tanpa perforasi dan reaksi pada tes vitalitas, serta menunjukkan radiolusensi di apeks distal; diagnosis kasus adalah pulpitis kronik atau nekrosis pulpa, yang biasanya ditandai dengan radiolusensi di sekitar akar gigi. Prinsip utama perawatan pada kondisi ini adalah open akses, diikuti oleh preparasi biomekanik untuk membersihkan dan membentuk saluran akar sebelum dilakukan obturasi untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Pengetahuan mengenai anatomi akar yang bengkok penting dalam perawatan ini untuk memastikan semua bagian saluran akar terobati dengan baik.
- b.
Open akses, ramifikasi, dan obturasi
- c.
Sterilisasi, ramifikasi, dan obturasi
- d.
Open akses, preparasi, dan sterilisasi
- e.
Open akses, ramifikasi, dan sterilisasi
Soal 8
Pontik apa yang paling sering digunakan...
- a.
Ovate
- b.
Sanitary
- c.
Saddle
- d.
Modified ridge lap
Pembahasan Opsi d:Pontik yang paling sering digunakan dalam jembatan gigi adalah modified ridge lap, yang dirancang untuk memberikan estetika yang baik dan mendukung kontak dengan jaringan lunak, terutama pada area anterior. Ciri khas pontik ini adalah bentuknya yang mengikuti kontur jaringan gusi dengan sedikit lekukan untuk meminimalisir iritasi dan akumulasi plak. Dalam perawatan prosthodontik, klasifikasi pontik dapat dibagi berdasarkan desain dan lokasi, di mana modified ridge lap menjadi pilihan yang tepat untuk jembatan yang membutuhkan integrasi estetika dan fungsi, menjadikannya pilihan utama di praktik kedokteran gigi.
- e.
Conical
Tingkatkan Skor Prostodonsia Anda Bersama Umeds!
Bagaimana, apakah soal-soal Prostodonsia ini mulai menguji pemahaman Anda? Jangan khawatir! Untuk memaksimalkan persiapan UKOMNAS PPDG 2026 Anda, Umeds adalah mitra belajar yang tepat. Kami menyediakan tryout online yang realistis, dilengkapi dengan video pembahasan detail dari para ahli, serta bank soal lengkap yang mencakup semua materi Prostodonsia, dari dasar hingga kasus kompleks.
Tidak hanya itu, Umeds juga menawarkan kelas interaktif yang memungkinkan Anda berdiskusi langsung dan mendapatkan bimbingan personal. Dengan fitur-fitur ini, Anda tidak hanya menghafal jawaban, tetapi benar-benar memahami konsep di baliknya, memastikan Anda siap menghadapi berbagai variasi Soal UKOMNAS PPDG Prostodonsia. Mari bergabung dan rasakan pengalaman belajar yang efektif bersama Umeds!
Soal 9
Dokter gigi Mindy menyarankan pasiennya untuk membuat gigi tiruan. Dokter gigi Mindy menceritakan hal yang negatif tentang kasus ibu T yang memiliki status kesehatan gigi yang buruk, diantaranya terdapat gigi hilang sehingga gigi lawannya memanjang sehingga timbul rasa sakit dan banyak terdapat sisa makanan menumpuk di daerah tersebut. Apakah yang mengatur pelanggaran yang dilakukan dokter gigi Mindy?
- a.
UU RI No. 20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran
- b.
UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
- c.
UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
Pembahasan Opsi c:Kasus ini melibatkan dokter gigi Mindy yang memberikan saran untuk membuat gigi tiruan kepada pasien dengan status kesehatan gigi yang buruk dan mencemarkan nama pasien. Pelanggaran yang dilakukan oleh dokter gigi Mindy terletak pada etika dalam memberikan informasi negatif tentang pasien, yang diatur oleh UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan dan martabat pasien. Penting bagi dokter gigi untuk memberikan nasihat yang konstruktif dan tidak merugikan pasien, serta memenuhi standar etika profesi agar tidak melanggar hukum.
- d.
Permenkes RI No. 269/Menkes/Per/III/2007 tentang Rekam Medis
- e.
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1415/Menkes/SK/X/2005 tentang Kedokteran Gigi Keluarga
UU RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
Soal 10
Mindy, seorang perempuan berusia 46 tahun datang ke RGSM Ummacademy ingin mengganti gigi yang hilang dengan gigi tiruan yang tidak bisa dilepas. Pemeriksaan klinis kehilangan gigi 24. Dokter gigi Umma memutuskan melakukan perawatan gigi tiruan cekat dengan bahan all porcelain. Apakah jenis akhiran preparasi pada kasus di atas?
- a.
Shoulder edge
Pembahasan Opsi a:Mindy, seorang perempuan berusia 46 tahun, membutuhkan gigi tiruan cekat untuk mengganti gigi hilang nomor 24, yang memerlukan preparasi khusus. Dalam kasus ini, jenis akhiran preparasi yang tepat adalah shoulder edge, yang digunakan untuk memberikan dukungan dan stabilitas pada gigi tiruan all porcelain. Ciri khas penggunaan shoulder edge adalah permukaan yang datar dan vertikal, yang membantu dalam mengurangi risiko fraktur serta meningkatkan retensi protesa. Penting untuk mempertimbangkan estetika dan fungsi saat merencanakan preparasi, sehingga shoulder edge menjadi pilihan ideal dalam pembuatan gigi tiruan tetap di area anterior. Dalam praktiknya, perawatan ini juga harus diimbangi dengan pemeriksaan dan pemeliharaan rutin untuk memastikan hasil yang optimal.
- b.
Shoulderless edge
Pembahasan Opsi b:Jawaban "Shoulderless edge" kurang tepat karena ini adalah jenis akhiran preparasi yang tidak membentuk tepi yang tegas dan biasanya lebih cocok untuk restorasi tertentu, seperti tambalan komposit, bukan untuk gigi tiruan cekat. Dalam konteks gigi tiruan cekat yang terbuat dari bahan all porcelain, jenis akhiran yang lebih sesuai adalah "shoulder" atau "chamfer," yang memberikan tepi yang lebih tegas untuk meningkatkan retensi dan stabilitas restorasi. Shoulder edge membentuk permukaan yang lebih luas untuk mendukung material porselen, sedangkan shoulderless edge dapat mengurangi dukungan dan keawetan restorasi. Oleh karena itu, pemilihan akhiran preparasi yang tepat sangat penting untuk keberhasilan perawatan prostetik ini.
- c.
Chamfer edge
Pembahasan Opsi c:Jawaban "Chamfer edge" kurang tepat karena akhiran preparasi ini lebih sesuai digunakan untuk restorasi crown, pada peningkatan estetika di permukaan gigi, tetapi tidak ideal untuk gigi tiruan cekat. Chamfer edge merujuk pada teknik pemotongan yang menghasilkan tepi yang lembut dan sedikit miring. Pada kasus seperti Mindy yang ingin menggunakan bahan all porcelain untuk gigi tiruan cekat, akhiran preparasi yang lebih tepat adalah "shoulder" atau "bevel" yang memberikan dukungan lebih baik terhadap material porselen, memastikan ruang yang cukup untuk presisi dan kekuatan restorasi. Dalam konteks ini, perbedaan utama terletak pada fungsionalitas dan estetika yang dicapai dari kedua jenis akhiran preparasi tersebut.
- d.
Knife edge
Pembahasan Opsi d:Jawaban "Knife edge" kurang tepat karena akhiran preparasi ini umumnya digunakan untuk crown dan bukan untuk gigi tiruan cekat seperti bridge atau partial denture. Knife edge preparasi memiliki bentuk yang tajam dan memfasilitasi retensi minimal, yang tidak ideal untuk restorasi yang memerlukan dukungan lebih, seperti pada gigi tiruan cekat yang terbuat dari all porcelain. Dalam kasus ini, akhiran preparasi yang lebih tepat adalah "chamfer" atau "shoulder," yang memberikan dukungan yang lebih baik dan permukaan yang lebih luas untuk material restorasi, sehingga meningkatkan retensi dan stabilitas. Oleh karena itu, pemilihan akhiran preparasi sangat penting untuk keberhasilan perawatan gigi tiruan cekat.
- e.
Chisel edge
Pembahasan Opsi e:Jawaban "Chisel edge" kurang tepat karena jenis akhiran preparasi ini biasanya digunakan untuk restorasi anterior dengan bahan komposit atau amalgam, bukan untuk gigi tiruan cekat yang menggunakan bahan all porcelain. Chisel edge merujuk pada bentuk akhir preparasi yang runcing dan tajam, yang lebih cocok untuk restorasi minimal invasif. Sebaliknya, akhiran preparasi pada gigi tiruan cekat harus didesain sedemikian rupa agar bisa memberikan retensi dan stabilitas yang lebih baik, seperti menggunakan akhiran bevel atau shoulder. Oleh karena itu, pemilihan akhiran preparasi yang benar sangat penting untuk keberhasilan prosedur gigi tiruan cekat dalam jangka panjang.
Soal 11
Mindy, seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke RSGM Ummacademy ingin dibuatkan gigi tiruan pada rahang atas dan rahang bawah. Pemeriksaan intraoral semua gigi hilang. Dokter gigi Umma merencanakan untuk membuat gigi tiruan lengkap. Salah satu tahapan klinis yang dilakukan adalah border moulding daerah linea oblique eksternal.
Apa yang harus dilakukan oleh Mindy pada saat gerak muscle trimming pada daerah tersebut?
- a.
Membuka mulut lebar dan menyeringai
Pembahasan Opsi a:Mindy, seorang laki-laki berusia 60 tahun, datang untuk mendapatkan gigi tiruan lengkap karena semua gigi hilang. Dalam tahap border moulding, penting bagi pasien untuk berpartisipasi aktif dalam molding, khususnya pada daerah linea oblique eksternal, untuk memperoleh bentuk dan dukungan yang baik dari jaringan lunak. Pada saat muscle trimming, pasien disarankan untuk membuka mulut lebar dan menyeringai, yang akan membantu dalam memformulasikan batas yang akurat berdasarkan gerakan otot di sekitar wilayah tersebut, memastikan retensi dan stabilitas gigi tiruan yang akan dibuat. Proses ini juga merupakan bagian penting dalam pembuatan gigi tiruan lengkap, di mana akurasi dalam pencetakan area penting untuk kenyamanan dan fungsi prostesis.
- b.
Menggerakan lidah ke kanan ke kiri
Pembahasan Opsi b:Jawaban "Menggerakkan lidah ke kanan ke kiri" kurang tepat untuk proses muscle trimming di daerah linea oblique eksternal. Gerakan ini tidak efektif karena linea oblique eksternal terletak di bagian luar mandibula dan lebih dipengaruhi oleh aktivitas otot dari pipi dan bibir, bukan oleh gerakan lidah. Gerakan lidah ke kanan dan kiri lebih relevan untuk border molding di daerah lingual atau otot lainnya yang berhubungan langsung dengan pergerakan lidah. Jawaban yang benar melibatkan instruksi kepada pasien untuk mengerutkan bibir dan mengisap, yang lebih sesuai untuk mempresoitkan batas luar rahang. Gerakan ini membantu merekam otot pipi dan jaringan sekitar dengan lebih akurat, memastikan bahwa cetakan tidak terlalu panjang yang bisa menyebabkan iritasi atau ulserasi jaringan lunak ketika gigi tiruan digunakan.
- c.
Menjulurkan lidah ke depan
Pembahasan Opsi c:Jawaban "menjulurkan lidah ke depan" kurang tepat dalam konteks border moulding pada daerah linea oblique eksternal saat pembuatan gigi tiruan lengkap. Border moulding bertujuan untuk membentuk tepi basis gigi tiruan sesuai dengan batas-batas otot dan jaringan lunak mulut guna memperoleh retensi dan stabilisasi yang optimal. Pada tahapan ini, pasien biasanya diminta untuk melakukan gerakan tertentu guna mencegah terjadinya underextension. Menjulurkan lidah ke depan tidak relevan dengan daerah linea oblique eksternal yang lebih berkaitan dengan bagian posterior rahang bawah, di mana otot-otot pipi memainkan peran lebih besar. Sebaliknya, gerakan seperti mengerucutkan bibir atau menutup bibir erat lebih sesuai untuk mempengaruhi penyesuaian batas tersebut dengan tepat. Oleh karena itu, penting untuk mengarahkan Mindy dalam melakukan gerakan yang tepat untuk mendapatkan hasil cetakan yang optimal dan nyaman.
- d.
Menelan berulang kali
Pembahasan Opsi d:Jawaban "Menelan berulang kali" kurang tepat untuk gerakan muscle trimming pada daerah linea oblique eksternal. Menelan berfungsi untuk mengevaluasi dan menstimulasi kontur fungsional di bagian posterior rahang di sekitar area palatal, bukan di area linea oblique eksternal. Linea oblique eksternal merupakan garis tulang yang terletak di bagian lateral rahang bawah dan berfungsi sebagai batas untuk mendefinisikan area perifer pada basis gigi tiruan. Oleh karena itu, gerakan yang lebih tepat untuk area ini adalah gerakan membuka mulut lebar dan menarik sudut bibir ke samping, yang membantu membentuk batasan eksternal dan area retensi dari gigi tiruan dengan lebih efektif. Perbedaan utamanya adalah bahwa menelan tidak memberikan stimulasi yang memadai untuk modifikasi pada linea oblique eksternal, sementara gerakan membuka mulut dan menarik bibir membantu dalam pembentukan protesa yang sesuai di area tersebut.
- e.
Mengucapkan huruf M
Pembahasan Opsi e:Jawaban "mengucapkan huruf M" tidak tepat untuk gerakan muscle trimming pada daerah linea oblique eksternal. Mengucapkan huruf "M" lebih cocok untuk menstimulasi gerakan bibir dan pipi dalam pembentukan tepi pada regio anterior, bukan pada linea oblique eksternal. Linea oblique eksternal terletak di daerah posterior rahang bawah dan berhubungan dengan aktivitas otot buccinator dan otot maseter. Pada lokasi ini, pasien disarankan untuk meniru gerakan mengatupkan rahang atau membuka lebar untuk menstimulasi otot-otot ini, bukan mengucapkan huruf "M". Gerakan ini membantu dalam mencetak batas gigi tiruan yang menyesuaikan dengan kontur muskulatur untuk retensi dan stabilitas yang lebih baik.
Soal 12
Mindy, seorang laki-laki berusia 58 tahun datang ke dokter gigi Umma dengan keluhan gigi tiruan atasnya terasa longgar dan tidak nyaman. Gigi tiruan penuh atas dan bawah telah digunakan kurang lebih 4 tahun yang lalu dan tidak pernah melakukan kontrol sejak pemasangan. Pada pemeriksaan intra oral tampak kemerahan pada sepertiga anterior palatum durum. Gigi tiruan masih dalam keadaan baik. Mindy ingin dapat menggunakan gigi tiruannya kembali. Bahan apakah yang tepat digunakan untuk kasus tersebut?
- a.
Cold cure acrylic
Pembahasan Opsi a:Cold cure acrylic adalah salah satu jenis bahan akrilik yang umumnya digunakan untuk perbaikan sementara atau membuat basis gigi tiruan sementara karena proses setting yang tidak memerlukan panas. Akan tetapi, dalam kasus Mindy, di mana terjadi kemerahan pada sepertiga anterior palatum durum dan gigi tiruan terasa longgar, penggunaan cold cure acrylic kurang tepat. Hal ini dikarenakan masalah utamanya adalah perubahan bentuk atau resorpsi tulang alveolar pada pasien yang mempengaruhi retensi gigi tiruannya, sehingga memerlukan re-basing atau refitting dengan bahan yang lebih stabil dan tahan lama seperti heat cure acrylic. Heat cure acrylic mengeras melalui proses polimerisasi yang membutuhkan panas, memberikan hasil yang lebih kuat dan lebih baik untuk perbaikan permanen serta meningkatkan kenyamanan pemakaian gigi tiruan. Oleh karena itu, bahan ini lebih cocok untuk perawatan jangka panjang sesuai dengan masalah yang dihadapi Mindy.
- b.
Heat cure acrylic
Pembahasan Opsi b:Jawaban heat cure acrylic kurang tepat karena meskipun bahan ini digunakan dalam pembuatan gigi tiruan untuk memberikan struktur yang kuat dan tahan lama, ia bukanlah pilihan tepat untuk memperbaiki gigi tiruan longgar. Masalah utama yang dihadapi Mindy adalah kelonggaran dan ketidaknyamanan akibat perubahan jaringan di mulut, biasanya karena penyerapan tulang alveolar. Dalam kasus ini, reline material lebih pas digunakan untuk menyesuaikan kembali basis gigi tiruan agar sesuai dengan kontur baru jaringan mulutnya. Perbedaan mendasar adalah heat cure acrylic lebih cocok untuk pembuatan awal gigi tiruan sedangkan bahan reline digunakan dalam penyesuaian ulang untuk menanggulangi kelonggaran dari prosthesis yang sudah ada.
- c.
Self cure acrylic
Pembahasan Opsi c:Pilihan self cure acrylic kurang tepat untuk kasus ini karena material ini biasanya digunakan untuk perbaikan sementara atau tambalan pada gigi tiruan, namun tidak memberikan stabilitas jangka panjang yang dibutuhkan untuk memperbaiki basis gigi tiruan yang telah berkurang retensinya seperti yang dialami Mindy. Self cure acrylic merupakan akrilik yang mengeras sendiri tanpa perlu pemanasan, sering digunakan karena kemudahan aplikasinya, namun bahan ini kurang kuat dibandingkan heat cure acrylic yang lebih cocok untuk reline basis gigi tiruan karena memberikan adaptasi dan retensi yang lebih baik serta tahan lama. Alasan kemerahan di palatum bisa jadi karena trauma dari gigi tiruan yang tidak pas, sehingga tindakan reline dengan bahan seperti heat cure acrylic akan lebih efektif dalam menyelesaikan masalah ini.
- d.
Hard lining material
Pembahasan Opsi d:Penggunaan hard lining material kurang tepat untuk kasus ini karena bahan tersebut lebih cocok digunakan untuk penambalan permanen atau kasus yang memerlukan rekonstruksi yang lebih kaku. Dalam kasus Mindy, keluhan utama adalah ketidaknyamanan dan longgarnya gigi tiruan akibat resorpsi tulang alveolar, yang sering memerlukan penyesuaian kembali permukaan dalam gigi tiruan. Sering dilakukan re-lining dengan soft lining material yang lebih fleksibel dan dapat menyesuaikan perubahan bentuk rongga mulut, sehingga lebih cocok untuk meningkatkan kenyamanan dan menstabilkan gigi tiruan sementara. Soft lining material juga lebih memadai untuk mengatasi kemerahan pada palatum yang mungkin merupakan tanda iritasi atau peradangan, dan dapat memberi bantalan serta waktu untuk penyembuhan dibandingkan dengan hard lining material.
- e.
Tissue conditioner
Pembahasan Opsi e:Mindy, laki-laki berusia 58 tahun, mengalami ketidaknyamanan pada gigi tiruan atas yang terasa longgar setelah 4 tahun pemakaian tanpa kontrol. Diagnosis awal adalah iritasi pada jaringan lunak palatum akibat tekanan gigi tiruan yang tidak terkontrol, ditandai dengan kemerahan pada palatum durum. Ciri khas dari kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan gigi tiruan dapat menyebabkan desakan yang berlebihan pada jaringan lunak, sehingga perlu dilakukan perawatan dengan bahan yang dapat memberikan kenyamanan sementara, yaitu tissue conditioner. Tissue conditioner berfungsi untuk menyesuaikan permukaan gigi tiruan dengan jaringan lunak dan mengurangi iritasi, sehingga memungkinkan pasien menggunakan gigi tiruan untuk sementara waktu sambil memberikan waktu bagi jaringan untuk sembuh. Dalam pengelolaan jangka panjang, sebaiknya dilakukan evaluasi dan kontrol gigi tiruan secara rutin untuk mencegah masalah serupa di masa depan.
Soal 13
Mindy, perempuan berusia 57 tahun, datang ke dokter gigi Umma untuk dibuatkan gigi tiruan dikarenakan kesulitan mengunyah selama tidak memiliki gigi. Dokter gigi Umma merencanakan pembuatan gigi tiruan lengkap konvensional. Setelah melalui proses pembuatan, dokter gigi Umma menerima hasil akhir dari gigi tiruan namun terdapat gambaran retakan mikro pada basis gigi tiruan tersebut. Disebut apakah kondisi tersebut?
- a.
Crazing
Pembahasan Opsi a:Mindy, seorang perempuan berusia 57 tahun, mengalami kesulitan mengunyah akibat kehilangan gigi dan direncanakan untuk mendapatkan gigi tiruan lengkap konvensional. Setelah pembuatan, ditemukan retakan mikro pada basis gigi tiruan, yang dikenal sebagai kondisi 'crazing', yang biasanya terjadi akibat tekanan mekanik, suhu tinggi, atau kelembapan. Crazing dapat menyebabkan kerentanan lebih besar terhadap kerusakan dan berpotensi mengurangi kenyamanan pemakai, sehingga penting untuk mengevaluasi material yang digunakan dalam pembuatan gigi tiruan serta teknik yang diterapkan selama proses produksi. Dalam kasus ini, evaluasi dan perawatan lanjutan harus dipertimbangkan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
- b.
Porus
Pembahasan Opsi b:Jawaban "Porus" kurang tepat untuk kondisi ini. Porus dalam konteks pembuatan gigi tiruan merujuk pada adanya lubang-lubang kecil atau pori-pori yang muncul pada material basis gigi tiruan akibat entrapment gas selama proses polimerisasi. Sementara itu, retakan mikro adalah retakan kecil pada permukaan material yang dapat timbul akibat stress atau ketegangan berlebih selama atau setelah proses pembuatan. Retakan mikro biasanya tidak dihubungkan langsung dengan proses polimerisasi melainkan lebih kepada kesalahan dalam penanganan material, seperti tekanan berlebih saat finishing atau cooling yang terlalu cepat. Oleh sebab itu, retakan mikro dan porus adalah dua kondisi berbeda, meskipun keduanya dapat mempengaruhi ketahanan dan estetika gigi tiruan.
- c.
Diskolorasi
Pembahasan Opsi c:Jawaban "diskolorasi" kurang tepat karena diskolorasi merujuk pada perubahan warna atau pewarnaan yang terjadi pada permukaan gigi atau material gigi tiruan, biasanya disebabkan oleh makanan, minuman, atau kebiasaan tertentu seperti merokok. Kondisi yang sebenarnya terjadi pada basis gigi tiruan Mindy adalah "retakan mikro" yang merupakan jenis kerusakan struktural kecil pada permukaan material akibat tekanan atau stress, berbeda dengan diskolorasi yang lebih merupakan masalah estetika. Retakan mikro dapat mempengaruhi integritas dan fungsionalitas gigi tiruan, sedangkan diskolorasi lebih mempengaruhi penampilan.
- d.
Staining
Pembahasan Opsi d:Jawaban "Staining" kurang tepat untuk menjelaskan kondisi retakan mikro pada basis gigi tiruan. Staining mengacu pada perubahan warna atau diskolorasi yang terjadi pada permukaan gigi atau produksi prostetik lainnya akibat faktor eksternal seperti makanan, minuman, atau tembakau. Sementara itu, retakan mikro pada basis gigi tiruan lebih tepat disebut dengan "cracking" atau "fracture" yang berkaitan dengan adanya kerusakan struktural pada material basis gigi. Kekeliruan ini mungkin terjadi karena kurangnya pemahaman tentang terminologi teknis dalam prostodontik. Dalam kasus Mindy, retakan mikro menunjukkan bahwa ada masalah mekanis, yang bisa disebabkan oleh material yang kurang kuat atau teknik pembuatan yang kurang optimal, bukan diskolorasi seperti yang dimaksud dalam staining.
- e.
Mikroporositas
Pembahasan Opsi e:Jawaban "mikroporositas" kurang tepat karena istilah ini lebih tepat merujuk pada adanya pori-pori kecil yang terbentuk dalam material akibat proses polimerisasi yang tidak sempurna atau pengaturan suhu yang tidak tepat selama pembuatan gigi tiruan. Mikroporositas biasanya menyebabkan kelemahan struktural yang dapat mempengaruhi ketahanan dan kekuatan material, tetapi tidak selalu berbentuk retakan. Kondisi yang ditanyakan dalam soal, yaitu adanya "retakan mikro", lebih terkait dengan tekanan mekanis atau stres yang terjadi selama atau setelah pembuatan gigi tiruan, dan bukan karena terbentuknya pori-pori. Perbedaan utama adalah bahwa mikroporositas berhubungan dengan kualitas material, sedangkan retakan mikro berkaitan dengan kerusakan struktural yang sudah terjadi.
Soal 14
Mindy, pasien perempuan berusia 45 tahun datang ke klinik prostodonsia ingin mengganti giginya yang ompong di belakang dengan gigi palsu. Pemeriksaan intra oral terlihat gigi yang tersisa: 11, 12, 13, 21, 22, 23. 31, 32, 33, 41, 42, 43. Kondisi alveolar ridge posterior RA dan RB mengalami atrofi. Kondisi umum mindy baik. Apakah permasalahan utama kasus mindy ditinjau dari dukungan gigi tiruan?
- a.
Adanya ungkitan pada gigi penyangga
Pembahasan Opsi a:Jawaban "adanya ungkitan pada gigi penyangga" kurang tepat karena permasalahan utama yang lebih signifikan dalam kasus Mindy adalah kondisi atrofi dari alveolar ridge posterior. Dalam kasus pembuatan gigi tiruan, dukungan dari ridge yang kuat dan sehat sangat krusial untuk kestabilan dan retensi gigi palsu. Atrofi ridge dapat menyebabkan ketidakstabilan dan mempengaruhi kenyamanan serta fungsionalitas gigi tiruan. "Ungkitan pada gigi penyangga" lebih relevan dalam konteks desain penyangga yang kurang tepat atau penggalian yang berlebihan, bukan masalah utama bila ridge tersebut sudah mengalami atrofi. Diferensiasinya terletak pada fokus masalah: ungkitan lebih kepada masalah mekanis dari desain penyangga, sementara atrofi ridge langsung mempengaruhi dukungan struktural dari seluruh prostesis. Oleh karena itu, pemecahan masalah utama lebih condong ke pengelolaan ridge atrofi.
- b.
Kondisi alveolar ridge posterior RA dan RB yang atrofi
Pembahasan Opsi b:Kasus Mindy menggambarkan seorang pasien berusia 45 tahun yang memerlukan gigi palsu di area belakang karena kehilangan gigi, dengan pemeriksaan intra oral menunjukkan sisa gigi yang cukup baik tetapi kondisi alveolar ridge posterior RA dan RB mengalami atrofi. Diagnosis utama pada kasus ini adalah atrofi alveolar ridge yang dapat mempengaruhi stabilitas dan retensi dari gigi tiruan yang akan dipasang. Ciri khas dari penyakit ini adalah adanya penurunan volume tulang yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam mendukung gigi tiruan, terutama di area posterior. Perawatan yang diperlukan adalah evaluasi lebih lanjut untuk menentukan jenis gigi palsu yang tepat (mikroprotesa, gigi tiruan sebagian atau total) serta kemungkinan perluasan tindakan pembedahan untuk memperbaiki bentuk alveolar ridge sebelum pemasangan gigi tiruan. Oleh karena itu, perhatian harus diberikan pada perencanaan prostodonsia yang mempertimbangkan kondisi jaringan pendukung untuk mencapai hasil yang optimal.
- c.
Gigi yang tersisa tidak cukup mendukung beban pengunyahan
Pembahasan Opsi c:Jawaban "Gigi yang tersisa tidak cukup mendukung beban pengunyahan" kurang tepat karena masalah utama dalam kasus Mindy sebenarnya terkait dengan atrofi alveolar ridge posterior yang mengakibatkan kurangnya retensi dan stabilitas untuk gigi tiruan. Meskipun gigi yang tersisa dapat berpengaruh pada distribusi beban kunyah, dalam kasus ini, dukungan utama dari gigi tiruan bergantung pada struktur alveolar ridge. Atrofi ridge dapat menyebabkan gigi tiruan tidak fit dengan baik, sehingga mempengaruhi kestabilan dan kenyamanannya. Oleh karena itu, fokus seharusnya pada penanganan ridge atrofi dengan perawatan seperti relining atau ridge augmentation daripada hanya melihat jumlah gigi yang tersisa. Perbedaannya dengan jawaban benar adalah bahwa dukungan dan stabilitas dari gigi tiruan lebih dipengaruhi oleh kondisi ridge daripada jumlah gigi tersisa.
- d.
Adanya perbedaan kompresibilitas antara gigi dan jaringan pendukung
Pembahasan Opsi d:Jawaban "Adanya perbedaan kompresibilitas antara gigi dan jaringan pendukung" kurang tepat karena masalah utama dalam kasus Mindy terkait dengan dukungan untuk gigi tiruan adalah kondisi alveolar ridge yang mengalami atrofi. Atrofi pada alveolar ridge menyebabkan area tersebut tidak memberikan dukungan yang cukup kuat untuk gigi tiruan. Perbedaan kompresibilitas antara jaringan keras (gigi) dan jaringan lunak (jaringan pendukung) memang merupakan pertimbangan penting dalam mendesain gigi tiruan, namun pada kasus ini, fokus utama harus pada penyesuaian dukungan akibat atrofi tulang. Dengan alveolar ridge yang berkurang, gigi tiruan mungkin tidak memiliki stabilitas yang memadai, berbeda dengan jika permasalahannya hanya pada kompresibilitas yang berbeda di mana solusinya lebih sederhana dengan penyesuaian bahan cushion atau soft lining. Oleh karena itu, masalah utama adalah penurunan dukungan struktural akibat atrofi tulang, bukan sekadar perbedaan kompresibilitas.
- e.
Mukosa dengan kompresibilitas 3.4-2 mm dan gigi dengan kompresibilitas 0.1 mm
Pembahasan Opsi e:Mengidentifikasi permasalahan utama dalam dukungan gigi tiruan untuk kasus Mindy harus mempertimbangkan struktur pendukung yang tersedia. Jawaban bahwa permasalahan utama adalah "mukosa dengan kompresibilitas 3.4-2 mm dan gigi dengan kompresibilitas 0.1 mm" kurang tepat karena fokus utama masalah pada kasus ini seharusnya adalah pada kondisi alveolar ridge yang mengalami atrofi di wilayah posterior. Atrofi ridge ini berdampak signifikan terhadap stabilitas dan retensi dari gigi tiruan karena berkurangnya dukungan jaringan keras. Mukosa yang berkompresibilitas, meskipun penting, menjadi masalah sekunder dibandingkan dengan keutuhan ridge. Definisi ridge atrofi adalah penurunan volume tulang alveolar, dan hal ini berbeda dari kompresibilitas mukosa, yang mengacu pada kemampuan mukosa untuk tertekan. Fokus penanganan harus pada strategi untuk mengatasi keterbatasan dukungan tulang, bukan hanya kompensasi kompresibilitas mukosa.
Soal 15
Mindy, pasien laki-laki berusia 65 tahun datang ke praktik dokter gigi Umma ingin membuat gigi palsu. Pemeriksaan intra oral didapatkan gambaran edentulus penuh dan kondisi jaringan pendukung yang masih baik. Dokter gigi Umma merencanakan pembuatan gigi tiruan lengkap melalui tahap pembuatan galengan gigit rahang atas untuk dukungan bibir yang adekuat. Berapakah derajat kemiringan galengan gigit di bagian labial untuk kasus tersebut?
- a.
10 derajat
Pembahasan Opsi a:Jawaban 10 derajat tidak tepat untuk menentukan kemiringan galengan gigit di bagian labial dalam kasus ini. Pada pembuatan gigi tiruan lengkap, kemiringan galengan gigit labial biasanya mengikuti sudut normal dari alveolar ridge, yang umumnya berkisar antara 5 hingga 15 derajat, tergantung pada kontur wajah dan dukungan bibir yang diperlukan. Dalam kasus edentulus penuh, galengan gigit perlu didesain untuk mendukung estetika dan fungsi, termasuk menciptakan profil wajah yang diinginkan dan mendukung bibir. Oleh karena itu, derajat kemiringan ini lebih dipengaruhi oleh kebutuhan spesifik dari profil wajah pasien dan estetika yang diinginkan, bukan hanya sekadar angka tetap seperti 10 derajat. Sehingga pemilihan derajat yang tepat harus mempertimbangkan evaluasi klinis dari dokter gigi berdasarkan kondisi spesifik pasien.
- b.
15 derajat
Pembahasan Opsi b:Pada kasus Mindy, seorang pasien laki-laki berusia 65 tahun yang mengalami edentulus penuh dengan kondisi jaringan pendukung yang baik, penting untuk memahami bahwa pembuatan gigi tiruan lengkap memerlukan perhatian khusus terhadap dukungan bibir. Diagnosis dari kasus ini adalah edentulisme total yang memerlukan gigi tiruan lengkap. Ciri khas yang perlu diingat adalah bahwa pada galangan gigit rahang atas, kemiringan labial sebaiknya diatur sedemikian rupa agar dapat memberikan dukungan yang optimal terhadap bibir dan estetik. Pada umumnya, derajat kemiringan yang disarankan untuk galangan gigit di bagian labial adalah sekitar 15 derajat. Oleh karena itu, perhatian terhadap kenyamanan pasien dan estetik pasien harus ditekankan dalam perencanaan perawatan ini.
- c.
20 derajat
Pembahasan Opsi c:Jawaban "20 derajat" kurang tepat karena derajat kemiringan galengan gigit di bagian labial yang ideal pada pembuatan gigi tiruan lengkap pada kasus edentulus penuh biasanya sekitar 10-15 derajat, tergantung pada anatomi rongga mulut dan dukungan jaringan lunak pasien. Dalam konteks ini, tujuan dari kemiringan tersebut adalah untuk memastikan dukungan bibir yang maksimal serta kenyamanan pengguna saat fungsi bicara dan makan. Jawaban "20 derajat" terlalu miring dan mungkin mengakibatkan ketidakstabilan dan ketidaknyamanan pada gigi palsu, serta dapat mempengaruhi estetika wajah pasien dengan mendorong bibir terlalu jauh ke depan. Pemilihan kemiringan yang tepat sangat penting untuk mendapatkan keseimbangan yang baik antara fungsi dan estetika. Oleh karena itu, pemahaman detail dan evaluasi menyeluruh terhadap masing-masing kasus diperlukan oleh dokter gigi untuk menghasilkan rencana perawatan yang tepat.
- d.
30 derajat
Pembahasan Opsi d:Jawaban "30 derajat" kurang tepat karena pada kasus pembuatan gigi tiruan lengkap, kemiringan galengan gigit di bagian labial yang umumnya optimal adalah sekitar 10-15 derajat, bukan 30 derajat. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan bibir yang adekuat dan menciptakan estetik wajah yang seimbang serta kenyamanan bagi pasien. Sudut 30 derajat terlalu curam dan dapat menyebabkan tekanan yang tidak nyaman pada jaringan pendukung serta mempengaruhi fungsi bicara dan estetika pasien. Penting untuk menilai kondisi jaringan lunak pasien dan memastikan bahwa galengan didukung dengan baik tanpa memberikan tekanan berlebih yang dapat merusak jaringan tersebut atau mengganggu fungsi alat bicara. Perbedaan derajat kemiringan ini berpengaruh signifikan pada estetika dan kenyamanan penggunaan gigi tiruan.
- e.
45 derajat
Pembahasan Opsi e:Jawaban 45 derajat kurang tepat karena sudut kemiringan ini terlalu besar untuk mendukung bibir secara alami dan estetis pada pembuatan gigi tiruan lengkap. Gigi tiruan lengkap bertujuan untuk mendapatkan dukungan bibir yang mendekati keadaan alami, dan biasanya derajat kemiringan galengan gigit di bagian labial seharusnya lebih kecil, sebesar 10 hingga 20 derajat dari vertikal. Ini penting untuk memastikan bahwa bibir pasien memiliki dukungan yang baik dan tampak alami. Sudut kemiringan yang terlalu besar seperti 45 derajat dapat menyebabkan gigi tiruan terlihat kurang alami dan mengganggu fungsi estetika serta pengucapan pasien. Sebagai perbandingan, sudut yang lebih kecil memungkinkan penempatan gigi tiruan yang lebih akurat dan efisien dalam mendukung struktur wajah secara keseluruhan.
Mantapkan Persiapan Anda dan Raih Kelulusan UKOMNAS PPDG 2026!
Perjalanan menuju kelulusan UKOMNAS PPDG 2026 memang menantang, terutama dengan materi sekompleks Prostodonsia. Namun, dengan persiapan yang konsisten dan strategi belajar yang tepat, Anda pasti bisa menaklukkannya. Ingatlah, setiap soal yang Anda kerjakan adalah investasi untuk masa depan profesional Anda. Umeds berkomitmen untuk menjadi pendamping setia Anda dalam setiap langkah persiapan ini.
Jangan pernah berhenti berlatih dan terus tingkatkan pemahaman Anda. Manfaatkan semua sumber daya yang tersedia, termasuk tryout dan bank soal di Umeds, untuk mengasah kemampuan Anda. Semangat belajar, terus berjuang, dan kami yakin Anda akan meraih hasil terbaik dalam Soal UKOMNAS PPDG Prostodonsia dan seluruh ujian!
Persiapkan UKOMNAS PPDG Kamu Bersama Umeds!
Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman. Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi.


