15 Soal dan Kunci Jawaban UKOMNAS PPDG Pedodonsia 2026

15 Soal dan Kunci Jawaban UKOMNAS PPDG Pedodonsia 2026

Mindy
Published on 9 Maret 2026

Persiapan Optimal UKOMNAS PPDG 2026: Kuasai Pedodonsia Sekarang!

Selamat datang, calon dokter gigi profesional! Tahun 2026 semakin dekat, dan begitu pula tantangan besar Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKOMNAS PPDG). Ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan gerbang utama menuju karier cemerlang Anda di dunia kedokteran gigi. Persiapan yang matang dan terarah adalah kunci untuk meraih hasil terbaik, memastikan Anda memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat.

Salah satu pilar penting dalam UKOMNAS PPDG adalah materi Pedodonsia, atau kedokteran gigi anak. Bidang ini menuntut pemahaman mendalam tentang perawatan gigi dan mulut pada pasien anak, mulai dari pencegahan karies, penanganan trauma gigi, hingga manajemen perilaku anak di kursi gigi. Menguasai Pedodonsia berarti Anda siap menghadapi berbagai skenario klinis yang unik pada pasien termuda kita.

Untuk membantu Anda menaklukkan UKOMNAS PPDG, khususnya materi Pedodonsia, Umeds hadir sebagai platform belajar terdepan. Kami memahami setiap tantangan yang Anda hadapi dan berkomitmen menyediakan sumber daya terbaik agar Anda bisa belajar dengan efektif dan efisien. Mari kita selami lebih dalam soal-soal latihan Pedodonsia yang telah kami siapkan!

15 Latihan Soal dan Pembahasan UKOMNAS PPDG Pedodonsia

Soal 1

Mindy, anak perempuan berusia 7 tahun diantar ibunya ke RSGM Dentapedia karena mengeluhkan sakit pada gigi belakang bawah. Pemeriksaan intra oral gigi 85 karies mencapai pulpa, terdapat fistula pada gingiva regio gigi 85. Pemeriksaan radiografis tampak radiolusen yang luas dari periapikal hingga ke furkasi. Gigi 46 telah erupsi. Berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiografi, gigi 85 harus dicabut. Apakah jenis space maintainer yang paling tepat?

  • a.

    Band and loop

    Pembahasan Opsi a:

    Kasus ini melibatkan Mindy, seorang anak 7 tahun dengan gigi 85 (gigi sulung) yang mengalami karies mencapai pulpa dan menunjukkan fistula, serta terdapat radiolusen luas pada radiografi, sehingga gigi tersebut harus dicabut. Diagnosisnya adalah pulpitis yang mengakibatkan abses periapikal. Ciri khas dari soal ini adalah adanya perlunya pemeliharaan ruang untuk mencegah migrasi gigi permanen ke ruang kosong setelah pencabutan gigi sulung. Dalam hal ini, jenis space maintainer yang paling tepat adalah band and loop karena desainnya sederhana dan efisien untuk mempertahankan ruang pada anak dengan adanya gigi permanen yang telah erupsi (gigi 46). Selain itu, klasifikasi space maintainer ini tergolong removable dan bisa disesuaikan dengan pertumbuhan rahang anak.

  • b.

    Distal shoe

    Pembahasan Opsi b:

    Penggunaan distal shoe kurang tepat dalam kasus ini karena distal shoe dirancang untuk digunakan ketika gigi molar pertama permanen belum erupsi, namun pada kasus ini gigi 46 sudah erupsi. Distal shoe memiliki fitur yang memandu erupsi molar permanen ke tempat yang benar. Dalam kasus Mindy, karena gigi molar pertama permanen (gigi 46) telah erupsi, lebih tepat menggunakan pilihan seperti band and loop atau lingual holding arch yang dapat menjaga ruang gigi dengan stabil setelah pencabutan gigi 85. Band and loop berfungsi khusus untuk menggantikan satu gigi hilang dengan menyediakan sambungan lingkaran untuk menjaga ruang tersebut, yang lebih sesuai mengingat situasi klinis saat ini.

  • c.

    Lingual arch

    Pembahasan Opsi c:

    Pada kasus ini, pemilihan space maintainer yang tepat sangat penting karena Mindy masih dalam tahap perkembangan gigi campuran. Lingual arch biasanya digunakan pada rahang bawah untuk menjaga ruang pada anak-anak dengan kehilangan gigi belakang bilaterally (dua sisi) dan biasanya diterapkan setelah gigi insisivus permanen erupsi. Lingual arch kurang tepat apabila kehilangan gigi molar pertama primer adalah unilateral (satu sisi) seperti pada kasus gigi 85 ini. Selain itu, lingual arch tidak efektif untuk menahan ruang di rahang bawah pada anak yang masih memiliki gigi molar campuran seperti gigi 46. Sebuah band and loop space maintainer lebih disarankan dalam situasi ini, karena alat ini ideal untuk menjaga ruang setelah pencabutan satu gigi molar pertama primer ketika gigi molar kedua masih ada dan dapat dipakai sebagai ankraj. Perbedaan utama dengan band and loop adalah pada fungsinya, di mana band and loop lebih tepat sehingga dapat mencegah migrasi gigi permanen yang baru erupsi dari menyusup ke ruang yang seharusnya dijaga.

  • d.

    Crown and loop

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban "Crown and loop" kurang tepat untuk kasus ini karena space maintainer jenis ini umumnya digunakan pada gigi yang sudah mengalami pencabutan, tetapi biasanya diterapkan untuk kasus di mana ada gigi primer yang hilang pada satu sisi dari rahang tanpa erupsi dari gigi molar pertama permanen. Mindy memiliki gigi 46 yang telah erupsi, sehingga pemakaian "crown and loop" kurang tepat. Space maintainer jenis ini berfungsi untuk memelihara ruang yang terbentuk akibat hilangnya gigi susu untuk mencegah pergeseran gigi-gigi lain. Namun, kehadiran molar pertama permanen (gigi 46) memberikan dukungan yang lebih baik untuk penggunaan jenis space maintainer lainnya seperti "band and loop," yang lebih cocok untuk mempertahankan ruang dalam situasi ketika gigi molar pertama permanen sudah ada.

  • e.

    Nance holding appliance

    Pembahasan Opsi e:

    Nance holding appliance adalah alat ortodonti yang digunakan untuk mempertahankan ruang khususnya pada rahang atas, dengan cara mencengkeram gigi posterior pada setiap sisi rahang melalui perangkat palatal yang disangga oleh gigi molar primer yang tersisa atau molar permanen. Alat ini kurang tepat untuk kasus Mindy karena gigi yang mengalami masalah dan akan dicabut adalah gigi sulung di rahang bawah (gigi 85), sementara Nance holding appliance dirancang untuk menjaga ruang di rahang atas. Alat yang lebih sesuai untuk rahang bawah mungkin adalah lingual holding arch atau band dan loop space maintainer, khususnya karena gigi molar pertama permanen (gigi 46) telah erupsi, memerlukan pendekatan yang menjaga kestabilan ruang untuk pertumbuhan gigi-gigi yang lain.

Kunci Jawaban yang Benar: a

Soal 2

Mindy, anak laki-laki berusia 5 tahun datang bersama ayahnya ke RSGM Dentapedia dengan keluhan gigi depan atas kanan dan kiri patah dan sakit karena terbentur lantai 3 hari yang lalu. Pemeriksaan intra oral gigi 51 dan 61 pulpa terbuka, tes vitalitas (+), perkusi (+), palpasi (+). Hasil radiografis periapikal dan tulang alveolar dalam batas normal. Apakah rencana perawatan yang tepat untuk kasus di atas?

  • a.

    Pulpektomi 

    Pembahasan Opsi a:

    Mindy, anak laki-laki berusia 5 tahun mengalami patah gigi depan atas dengan pulpa terbuka setelah terjatuh, di mana tes vitalitas gigi menunjukkan pulpa hidup meskipun ada nyeri saat palpasi dan perkusi. Diagnosis utama adalah trauma gigi yang menyebabkan fraktur enamel dan dentin serta paparan pulpa. Rencana perawatan yang tepat adalah pulpektomi, di mana pulpa yang terinfeksi diangkat, dan ruang pulpa akan diisi dengan bahan yang biocompatible untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Klasifikasi kasus ini termasuk dalam trauma dental pada anak, dengan fokus pada pemeliharaan dan perlindungan gigi untuk mencegah komplikasi endodontik di masa depan.

  • b.

    Apeksifikasi

    Pembahasan Opsi b:

    Apeksifikasi adalah prosedur yang digunakan untuk merangsang pembentukan apikal pada gigi dengan akar tidak sempurna, sering digunakan pada gigi permanen imatur dengan pulpa nekrosis. Dalam kasus ini, Mindy mengalami trauma pada gigi dengan pulpa terbuka dan tes vitalitas menunjukkan hasil positif, yang berarti pulpa masih hidup. Pada kondisi seperti ini, perawatan yang tepat biasanya berupa tindakan menjaga vitalitas pulpa, seperti pulpotomi parsial atau Cvek pulpotomy, yang lebih fokus pada penyelamatan dan penyembuhan pulpa daripada mendorong pertumbuhan akar baru. Perbedaan utama di sini terletak pada kondisi pulpa dan status perkembangan akar; apeksifikasi tidak diperlukan jika pulpa masih vital seperti pada kasus ini.

  • c.

    Apeksogenesis 

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban apeksogenesis kurang tepat karena prosedur ini digunakan pada gigi dengan pulpa vital di bawah usia pertumbuhan, dengan tujuan mendorong pembentukan akar dan apeks yang lengkap pada gigi yang belum sepenuhnya berkembang. Namun, dalam kasus gigi 51 dan 61 Mindy, terjadi trauma yang menyebabkan pulpa terbuka dengan gejala vitalitas pulpa positif, perkusi positif, dan palpasi positif, menandakan adanya inflamasi pulpa akut. Prosedur yang lebih tepat dalam kasus ini adalah pulpotomi parsial atau penuh, untuk menghilangkan jaringan pulpa yang terinflamasi dan menjaga vitalitas pulpa sehat yang tersisa, sehingga proses perkembangan akar gigi tetap dapat berlangsung. Apeksogenesis biasanya dilakukan pada gigi yang belum mengalami trauma atau pembukaan pulpa akibat faktor eksternal.

  • d.

    Pulp capping direct 

    Pembahasan Opsi d:

    Pulp capping direct kurang tepat untuk kasus ini karena prosedur tersebut biasanya dilakukan untuk gigi dengan eksposur pulpa yang kecil dan tidak ada tanda-tanda nekrosis pulpa, seperti nyeri saat perkusi atau palpasi. Pulp capping direct melibatkan aplikasi bahan pelindung secara langsung pada pulpa yang terbuka guna merangsang pembentukan jembatan dentin dan melindungi pulpa yang masih vital. Dalam kasus ini, tes vitalitas menunjukkan pulpa masih hidup, tetapi nyeri pada perkusi dan palpasi menunjukkan adanya peradangan atau resiko infeksi pada pulpa. Oleh karena itu, perawatan yang lebih tepat harus memperhitungkan kemungkinan tersebut, seperti prosedur pulpotomi atau pulpektomi parsial yang memungkinkan pengangkatan jaringan pulpa yang terinflamasi sambil mempertahankan vitalitas pulpa yang sehat di akar gigi.

  • e.

    Pulp capping indirect

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "pulp capping indirect" kurang tepat untuk kasus Mindy karena prosedur ini biasanya dilakukan ketika pulpa terancam tetapi belum terbuka, yang mengharuskan adanya lapisan dentin yang masih melindungi pulpa sebelum diberikan bahan pelindung. Pada kasus Mindy, pulpa sudah terbuka (eksposur pulpa), yang mengindikasikan kebutuhan akan perawatan yang lebih invasif daripada pulp capping indirect. Dalam kasus ini, pilihan perawatan yang lebih tepat adalah "pulpotomi," di mana bagian koronal pulpa yang terkena akan diangkat untuk mempertahankan kesehatan sisa pulpa pada akar. Hal ini berbeda dengan pulp capping, yang hanya menutup lapisan dentin pada pulpa yang belum terbuka, sementara pulpotomi bertujuan mengeliminasi jaringan pulpa yang terinflamasi sambil menjaga vitalitas gigi. Dengan vitalitas (+) dan gejala klinis yang ada, pulpotomi menjadi rencana perawatan yang sesuai untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Kunci Jawaban yang Benar: a

Soal 3

Seorang ibu membawa anak perempuannya, Mindy, yang berusia 7 tahun ke praktek dokter gigi Umma dengan keluhan gigi belakang kanan bawah berlubang dan pernah sakit. Pemeriksaan intra oral gigi 84 karies pulpa non vital, 85 karies dentin di oklusal dan bukal gigi. Pemeriksaan radiografis menunjukkan kerusakan gigi 84 sudah mencapai bifurkasi. Dokter gigi Umma merencanakan untuk ekstraksi gigi 84. Gigi 46 telah erupsi. Apakah jenis alat penahan ruang yang tepat?

  • a.

    Lingual arch

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban "lingual arch" kurang tepat dalam kasus ini karena alat tersebut biasanya digunakan untuk penahan ruang bilateral, terutama pada rahang bawah, jika gigi-gigi molar permanen masih dalam proses erupsi atau ketika beberapa gigi posterior hilang. Dalam kasus Mindy, gigi 46 telah erupsi, dan 84 yang didiagnosis untuk diekstraksi berhubungan langsung dengan satu ruang. Alat lingual arch bukanlah pilihan terbaik karena memerlukan keberadaan gigi molar permanen sebagai penopang bilaterally. Penahan ruang yang lebih tepat seharusnya adalah band and loop karena lebih sesuai untuk kasus kehilangan satu gigi molar primer dan dapat mencegah pergeseran gigi permanen yang baru erupsi seperti gigi 46.

  • b.

    Distal shoe

    Pembahasan Opsi b:

    Distal shoe merupakan jenis alat penahan ruang yang digunakan untuk memandu erupsi gigi molar permanen pertama yang belum erupsi. Alat ini umumnya cocok bila gigi molar pertama permanen belum erupsi sehingga kebutuhan untuk memandu jalan erupsinya diperlukan. Dalam kasus ini, gigi molar pertama permanen 46 sudah erupsi, oleh karena itu, distal shoe tidak dibutuhkan. Sebagai alternatif, alat penahan ruang yang lebih tepat dalam kondisi ini adalah space maintainer band dan loop atau lingual arch yang bertujuan menjaga ruang setelah ekstraksi tanpa memandu erupsi gigi baru karena gigi molar permanen pertama sudah berada pada tempatnya. Berbeda dari distal shoe yang memiliki elemen subgingiva untuk memandu erupsi, space maintainer yang lebih sesuai berfungsi sebagai penahan ruang murni dalam area tersebut.

  • c.

    Band and loop

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban "band and loop" kurang tepat untuk kasus ini karena fungsi utama dari alat penahan ruang band and loop adalah untuk menjaga ruang bagi gigi permanen yang belum erupsi, terutama jika gigi molar primer hilang dan gigi permanen pengganti belum muncul. Pada kasus Mindy, gigi 84, yang seharusnya dipertahankan atau diekstraksi, adalah gigi molar pertama sulung dan gigi 46 (molar pertama permanen) sudah erupsi. Oleh karena itu, penahan ruang tidak diperlukan karena gigi permanen telah erupsi pada posisi normalnya, dan tidak ada risiko hilangnya ruang yang relevan untuk erupsi gigi permanen lainnya. Berbeda dengan penggunaan alat penahan ruang band and loop yang tepat bila gigi pengganti permanen belum erupsi, dalam kasus ini lebih penting untuk memonitor perkembangan oklusi setelah perawatan. Penggunaan penahan ruang sebenarnya tidak dibutuhkan pada situasi ini.

  • d.

    Crown and loop

    Pembahasan Opsi d:

    Kasus ini melibatkan seorang anak berusia 7 tahun dengan gigi 84 yang mengalami karies pulpa non vital dan kerusakan mencapai bifurkasi, sehingga direncanakan untuk diekstraksi. Diagnosis utama adalah kerusakan gigi akibat karies yang telah menyebar ke pulpa. Ciri khasnya adalah usia anak dan erupsi gigi permanen (46) yang membutuhkan perhatian untuk mencegah masalah pada perkembangan gigi selanjutnya. Perawatan yang tepat setelah ekstraksi gigi adalah dengan menggunakan alat penahan ruang, dalam hal ini, crown and loop, yang berfungsi untuk menjaga ruang gigi yang hilang agar tidak menyebabkan pergeseran gigi permanen. Alat ini penting terutama saat gigi molar permanen telah erupsi, seperti gigi 46, untuk mencegah maloklusi dan mempertahankan posisi gigi anak tersebut.

  • e.

    Mandibular removable

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "Mandibular removable" kurang tepat untuk kasus ini karena alat penahan ruang yang dapat dilepas pada mandibula (rahang bawah) biasanya digunakan ketika lebih dari satu gigi hilang atau untuk tujuan terapi jangka panjang. Dalam kasus Mindy, gigi yang akan diekstraksi adalah gigi molar sulung (gigi 84), yang letaknya dekat dengan erupsi gigi permanen (gigi 46). Pada situasi ini, penahan ruang yang lebih tepat adalah penahan ruang tetap seperti band and loop. Alat ini lebih stabil dan efisien untuk menjaga ruang yang terbentuk pasca-ekstraksi hingga gigi permanen yang akan erupsi menduduki posisi yang tepat. Perbedaan utama terletak pada kestabilan; penahan ruang tetap memiliki stabilitas lebih tinggi dibanding yang removable dan lebih mampu mempertahankan ruang tanpa memerlukan bantuan dari pasien atau perawatan berulang.

Kunci Jawaban yang Benar: d

Soal 4

Mindy, anak laki-laki berusia 11 tahun diantar ibunya ke RSGM Ummacademy dengan keluhan utama patah pada gigi depan kiri rahang atas karena jatuh 2 jam yang lalu. Pemeriksaan intra oral diperoleh gigi 21 dan 22 fraktur dan goyang derajat 2 serta mahkota gigi berubah letak ke arah palatal. Pemeriksaan radiologis tampak garis fraktur yang melibatkan pulpa dengan kerusakan dan pelebaran jaringan periodontal. Apakah jenis luksasi yang paling tepat untuk kasus tersebut?

  • a.

    Luksasi intrusi

    Pembahasan Opsi a:

    Luksasi intrusi dikarakteristikkan dengan pergeseran gigi ke arah apikal atau masuknya gigi ke dalam alveolar socket, menyebabkan gigi tampak lebih pendek secara klinis. Dalam kasus Mindy, gigi mengalami pergeseran ke arah palatal dan tidak ke arah apikal. Oleh karena itu, luksasi intrusi bukan jawaban yang tepat. Luksasi intrusi juga biasanya tidak disertai dengan fraktur yang melibatkan pulpa, melainkan hanya kerusakan periodontal dan dentoalveolar tanpa pergeseran lateral. Jenis luksasi yang sesuai untuk kasus dengan pergeseran arah palatal dan fraktur yang melibatkan pulpa adalah luksasi lateral, karena kondisi ini menandakan adanya perpindahan gigi dari posisi normalnya. Luksasi lateral ditandai dengan gigi yang tergeser ke samping (bukan naik/turun), yang konsisten dengan kondisi Mindy.

  • b.

    Luksasi lateral

    Pembahasan Opsi b:

    Kasus ini melibatkan Mindy, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun yang mengalami fraktur pada gigi depan setelah jatuh, dengan gigi 21 dan 22 mengalami goyang derajat 2 dan posisi mahkota gigi yang berubah ke arah palatal. Diagnosis yang tepat dalam kasus ini adalah luxasi lateral, mengingat ada kerusakan pada pulpa dan pelebaran jaringan periodontal yang menunjukkan adanya dislokasi lateral gigi. Ciri khas dari luxasi lateral adalah pergeseran gigi ke arah lateral dengan fraktur dan keluhan goyang, serta dapat mempengaruhi jaringan periodontal. Penanganan pada kasus ini mencakup repositioning gigi dan splinting untuk stabilisasi gigi yang terlibat, serta mungkin perlu perawatan saluran akar jika pulpa telah terpengaruh.

  • c.

    Luksasi oblique

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban luksasi oblique kurang tepat untuk kasus ini karena kondisi yang digambarkan lebih mendekati luksasi lateral. Luksasi oblique biasanya menggambarkan pergeseran gigi pada arah diagonal, yang tidak begitu terlihat pada kasus Mindy. Dalam kasus ini, ada perpindahan mahkota gigi ke arah palatal dan goyang derajat 2, yang lebih konsisten dengan luksasi lateral, di mana gigi bergeser ke posisi lateral, bisa ke arah buccal atau palatal. Perbedaan utama adalah luksasi lateral sering melibatkan kerusakan struktur periodontium yang lebih signifikan dan sering disertai fraktur garis alveolar yang bisa dideteksi radiologis, sesuai dengan hasil pemeriksaan Mindy.

  • d.

    Luksasi vertikal

    Pembahasan Opsi d:

    Luksasi vertikal adalah kondisi di mana gigi mengalami pergeseran ke atas atau ke bawah dalam soketnya, biasanya disebabkan oleh trauma. Pada kasus Mindy, gigi tidak mengalami pergeseran vertikal, melainkan berubah letak ke arah palatal dan goyang, yang lebih konsisten dengan kondisi luksasi lateral. Luksasi lateral melibatkan pergeseran gigi ke arah mesial, distal, labial, atau palatal dengan kerusakan pada ligamentum periodontal dan alveolus. Kondisi ini berbeda dengan luksasi vertikal yang lebih berkaitan dengan penurunan atau peningkatan posisi vertikal gigi dalam soketnya, tanpa perubahan posisi ke arah horizontal seperti yang tampak pada kasus Mindy. Oleh karena itu, diagnosis luksasi lateral lebih tepat untuk situasi ini.

  • e.

    Luksasi ekstrusif 

    Pembahasan Opsi e:

    Luksasi ekstrusif adalah kondisi di mana gigi terdorong sebagian keluar dari soketnya, seringkali disertai dengan elongasi. Namun, pada kasus ini, deskripsi cedera menunjukkan bahwa gigi Mindy mengalami perubahan posisi ke arah palatal, menunjukkan adanya pergeseran horizontal bukan vertikal, yang lebih sesuai dengan diagnosis luksasi lateral. Luksasi lateral terjadi ketika gigi mengalami pergeseran ke arah lateral tanpa elongasi yang signifikan, sering melibatkan fraktur alveolar serta kerusakan jaringan periodontal. Ini berbeda dari luksasi ekstrusif, yang lebih sering disebabkan oleh trauma vertikal yang menyebabkan gigi bergerak ke arah koronal keluar dari soketnya. Definisi dan fungsi masing-masing jenis luksasi penting untuk menentukan perawatan yang tepat, karena penanganannya berbeda berdasarkan jenis pergeseran dan tingkat keterlibatan jaringan pendukungnya.

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 5

Mahasiswa kedokteran gigi Ummacademy yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata merancang program Kesehatan gigi dan mulut dengan salah satu program unggulan yakni melakukan pembinaan kader kesehatan. Program pembinaan kader dibentuk agar bisa meneruskan program promosi kesehatan gigi dan mulut terutama pada anak-anak dan lansia. Penekanan pada strategi promosi Kesehatan yang dijalankan mahasiswa kedokteran gigi tersebut 

  • a.

    Advocacy

  • b.

    Sustainability

  • c.

    Empowerment

    Pembahasan Opsi c:

    Dalam konteks program kesehatan gigi dan mulut yang dirancang oleh mahasiswa kedokteran gigi, fokus pada pembinaan kader kesehatan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar mampu menyebarluaskan informasi mengenai kesehatan gigi dan mulut, khususnya kepada anak-anak dan lansia. Diagnosis dari program ini adalah strategi promosi kesehatan yang efektif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, yang dikenal sebagai "empowerment". Ciri khas dari pendekatan ini adalah melibatkan kader sebagai agen perubahan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Pendekatan ini dapat meningkatkan keberhasilan program promosi kesehatan yang berkelanjutan dan menjangkau lebih luas. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk keberhasilan program kesehatan gigi dan mulut yang diusung dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata tersebut.

  • d.

    Policy development

  • e.

    Equitable and justice

Kunci Jawaban yang Benar: c

Soal 6

Mindy, seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang bersama ibunya ke klinik UMEDS dengan keluhan banyak gigi yang tidak tumbuh. Pemeriksaan klinis gigi 12, 14, 15, 24, 33, 34, 35, 43, 44, dan 45 tidak ada. Pada pemeriksaan radiografis tidak terlihat adanya benih gigi geligi tersebut. Pertanyaan: Apakah kemungkinan diagnosis kasus tersebut?

  • a.

    Mesiodens

    Pembahasan Opsi a:

    Mesiodens adalah kondisi di mana terdapat gigi tambahan (supernumerary) yang biasanya muncul di daerah antara dua gigi insisif maksila (depan). Kondisi ini berbeda dengan kasus Mindy yang lebih terkait dengan agenesis atau hipodontia, yang merupakan kondisi kekurangan gigi karena tidak adanya perkembangan benih gigi. Pada kasus Mindy, gigi yang tidak muncul dan tidak terdeteksi pada radiograf ikut mendukung diagnosis anodontia sebagian atau oligodontia. Mesiodens tidak menunjukkan gejala gigi yang hilang, melainkan kelebihan gigi, itulah yang membuatnya kurang tepat sebagai diagnosis dalam kasus ini. Perbedaan utama adalah mesiodens merujuk pada keberadaan gigi berlebih, sementara dalam kasus Mindy, yang menjadi fokus adalah kekurangan gigi permanen.

  • b.

    Anodontia

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban "Anodontia" kurang tepat untuk kasus ini. Anodontia adalah kondisi yang sangat jarang terjadi di mana semua gigi permanen tidak terbentuk. Kondisi ini melibatkan hilangnya seluruh gigi, baik gigi sulung maupun gigi permanen, sehingga gigi pasien akan seluruhnya tidak ada atau tidak berkembang. Dalam kasus Mindy, tidak semua gigi hilang; hanya gigi-gigi tertentu yang tidak ada. Lebih tepat jika kondisi ini didiagnosis sebagai "Oligodontia", yaitu hilangnya enam atau lebih gigi yang bukan disebabkan oleh trauma atau pengangkatan gigi. Perbedaan utamanya adalah pada jumlah dan keberadaan gigi, di mana olgiodontia melibatkan kekurangan sejumlah gigi tertentu, sedangkan anodontia melibatkan hilangnya seluruh gigi.

  • c.

    Oligodontia

    Pembahasan Opsi c:

    Kasus ini melibatkan Mindy, anak perempuan berusia 12 tahun, yang mengalami ketidakcukupan pertumbuhan gigi dengan pemeriksaan menunjukkan bahwa beberapa gigi tidak tampak, baik secara klinis maupun radiografis. Diagnosis yang paling mungkin adalah oligodontia, yaitu kondisi di mana enam atau lebih gigi permanen tidak terbentuk atau hilang. Ciri khas dari oligodontia adalah hilangnya beberapa gigi sekaligus dan tidak terlihatnya benih gigi pada radiografi. Perawatan yang mungkin dilakukan termasuk prosthodontik untuk memperbaiki fungsi dan estetika gigi, serta pemantauan untuk kemungkinan perawatan ortodontik di kemudian hari. Penting untuk melakukan pendekatan multidisipliner dalam menangani oligodontia dengan memperhatikan perkembangan tumbuh kembang anak dan kesehatan gigi secara keseluruhan.

  • d.

    Supplement teeth

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban "Supplement Teeth" kurang tepat dalam kasus ini. Supplement teeth merujuk pada gigi berlebih yang biasanya memiliki ukuran dan bentuk normal, dan pertumbuhannya di atas jumlah gigi yang seharusnya. Dalam kasus ini, Mindy justru mengalami kekurangan gigi, bukan kelebihan. Tidak ada gigi permanen atau benih gigi yang tampak pada pemeriksaan radiografis, sehingga diagnosis yang lebih tepat adalah "hypodontia" atau "oligodontia" tergantung jumlah gigi yang hilang. Hypodontia mengacu pada kekurangan satu hingga beberapa gigi, sedangkan oligodontia adalah istilah untuk kekurangan enam atau lebih gigi. Ini berbeda secara signifikan dari kondisi supplement teeth yang menambah gigi, bukan menguranginya.

  • e.

    Supermumerary teeth

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "supernumerary teeth" kurang tepat karena kondisi ini mengacu pada adanya gigi ekstra (lebih banyak) dari jumlah normal, bukan kurang dari jumlah yang seharusnya. Supernumerary teeth biasanya ditemukan pada daerah anterior maksila atau dikenal sebagai mesiodens. Dalam kasus Mindy, yang dilaporkan adalah hilangnya beberapa gigi permanen, dan pemeriksaan radiografis menunjukkan tidak ada benih gigi yang bersangkutan. Kondisi ini lebih konsisten dengan diagnosis "anodontia parsial" atau "hypodontia", di mana beberapa gigi permanen tidak berkembang. Perbedaan utama antara supernumerary teeth dan anodontia parsial terletak pada jumlah gigi: supernumerary terjadi saat ada kelebihan, sementara anodontia parsial terjadi saat ada kekurangan gigi. Oleh karena itu, untuk kasus Mindy, kemungkinan diagnosis yang benar adalah anodontia parsial.

Kunci Jawaban yang Benar: c

Soal 7

Mindy, anak laki-laki berusia 6 tahun datang ke RSGM Ummacademy bersama neneknya dengan keluhan gigi geraham kanan bawah berlubang. Pemeriksaan intra oral gigi 85 karies media yang meluas di seluruh permukaan. Oral hygiene buruk. Apakah perawatan yang tepat untuk kasus di atas?

  • a.

    Tumpatan Glass Ionomer Cement 

  • b.

    Tumpatan Amalgam Kelas II

  • c.

    Preventive Resin Restoration 

  • d.

    Tumpatan Resin Komposit

  • e.

    Stainless Steel Crown 

     

    Pembahasan Opsi e:

    Kasus ini melibatkan seorang anak laki-laki berumur 6 tahun dengan gigi geraham kanan bawah (gigi 85) yang mengalami karies media yang meluas, menunjukkan kebersihan mulut yang buruk. Diagnosis utama di sini adalah karies gigi, dan ciri khasnya adalah adanya kerusakan yang cukup luas pada gigi yang dapat mempengaruhi fungsi dan kesehatan gigi selanjutnya. Perawatan yang tepat dan direkomendasikan untuk kasus ini adalah Stainless Steel Crown (SSC) karena memberikan perlindungan yang baik dan mempertahankan bentuk serta fungsi gigi yang telah rusak, terutama pada gigi primer pada anak-anak. Klasifikasi perawatan tersebut termasuk dalam restorasi gigi yang kompleks, dan penting untuk memperhatikan faktor kebersihan mulut serta edukasi kepada pasien dan keluarganya guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kunci Jawaban yang Benar: e

Soal 8

Mindy, anak laki-laki berusia 6 tahun datang ke dokter gigi Umma bersama ibunya dengan keluhan gigi depan atas goyang karena terjatuh dari sepeda. Pemeriksaan ekstra oral bibir atas laserasi dan bengkak, intraoral gigi 51 goyang derajat 3, gigi 61 goyang derajat 2 dan gingiva sekitarnya kemerahan. Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus tersebut?

  • a.

    Observasi dan medikasi

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban "Observasi dan medikasi" kurang tepat karena pada kasus Mindy, terdapat gigi yang goyang dengan derajat yang cukup signifikan serta adanya laserasi dan bengkak pada bibir atas. Observasi seharusnya dilakukan untuk kasus trauma ringan tanpa gejala signifikan. Dalam hal ini, tindakan yang lebih tepat adalah melakukan stabilisasi gigi dan perawatan luka untuk mencegah infeksi serta menjaga posisi gigi permanen. Medikasi dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit atau infeksi, tetapi tidak cukup untuk menangani trauma gigi yang signifikan. Tindakan yang benar akan mencakup evaluasi lebih lanjut dan kemungkinan pengobatan gigi yang terdampak secara langsung.

  • b.

    Splinting dan medikasi

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban "Splinting dan medikasi" kurang tepat karena meskipun splinting dapat memberikan dukungan untuk gigi yang goyang, tindakan ini hanya efektif saat gigi masih dapat dipertahankan dan tidak ada indikasi pencabutan. Pada kasus Mindy yang memiliki gigi goyang derajat 3 (gigi 51) dan gejala inflamasi pada gingiva, prioritas penanganan adalah menilai prognosis gigi tersebut dan memungkinkan untuk dilakukan pencabutan gigi yang tidak dapat diselamatkan. Medikasi juga tidak dapat menjadi solusi utama jika struktur gigi sudah terlalu rusak. Pemilihan tindakan harus berdasarkan tingkat kerusakan dan kemungkinan pemulihan fungsi gigi tersebut.

  • c.

    Ekstraksi dengan anestesi topikal

    Pembahasan Opsi c:

    Ekstraksi dengan anestesi topikal adalah jawaban yang kurang tepat dalam kasus ini, karena tindakan tersebut tidak mempertimbangkan kondisi gigi yang masih bisa dipertahankan. Gigi 51 yang goyang derajat 3 dan gigi 61 yang goyang derajat 2 menunjukkan bahwa meskipun gigi mengalami trauma, masih ada kemungkinan untuk memperbaiki kondisi tersebut melalui perawatan yang lebih konservatif, seperti splinting. Ekstraksi biasanya dilakukan jika gigi tidak bisa dipertahankan lagi, sedangkan dalam kasus ini, mempertahankan gigi melalui perawatan yang tepat lebih diutamakan untuk memberikan kesempatan pertumbuhan gigi permanen yang sehat di masa depan.

  • d.

    Ekstraksi dengan anestesi topikal dan medikasi

    Pembahasan Opsi d:

    Ekstraksi dengan anestesi topikal dan medikasi tidak tepat dilakukan pada kasus Mindy karena meskipun gigi 51 dan 61 mengalami goyang, gigi tersebut masih dapat dipertahankan mengingat usianya yang relatif muda dan adanya potensi rekalsifikasi pada gigi primer. Tindakan ekstraksi seharusnya dipertimbangkan jika gigi sudah tidak dapat diselamatkan atau mengalami kerusakan parah. Sebagai alternatif, tindakan yang lebih tepat adalah reposisi gigi dan pemasangan splint untuk stabilisasi, serta penanganan lanjutan terhadap trauma yang dialaminya. Perbedaan utama antara kedua tindakan tersebut adalah bahwa ekstraksi menghilangkan gigi, sedangkan reposisi bertujuan untuk mempertahankan gigi yang masih memiliki kemungkinan untuk sembuh dan berfungsi dengan baik.

  • e.

    Ekstraksi dengan anestesi infiltrasi dan medikasi

    Pembahasan Opsi e:

    Mindy, anak berusia 6 tahun, mengalami trauma pada gigi depan atas akibat terjatuh dari sepeda, dengan pemeriksaan menunjukkan gigi 51 goyang derajat 3 dan gigi 61 goyang derajat 2 serta adanya laserasi dan bengkak pada bibir atas. Diagnosis yang mungkin adalah luxasi gigi atau gigi yang tidak dapat dipertahankan karena derajat goyang yang tinggi, dan gejala gingivitis indikatif sekitar gigi yang terlibat. Tindakan yang tepat untuk mengatasi kondisi ini adalah ekstraksi gigi yang goyang dengan anestesi infiltrasi, mengingat gigi tersebut tidak dapat diselamatkan dan untuk menghindari potensi infeksi dan nyeri lebih lanjut. Penanganan ini penting dalam menjaga kesehatan mulut dan meminimalisir komplikasi di masa depan.

Kunci Jawaban yang Benar: e

Tingkatkan Kompetensi Pedodonsia Anda Bersama Umeds!

Di tengah semangat Anda mengerjakan soal-soal latihan Pedodonsia ini, izinkan kami mengingatkan bahwa persiapan UKOMNAS PPDG tidak harus terasa berat. Bersama Umeds, Anda akan menemukan cara belajar yang lebih interaktif dan efektif. Kami menyediakan berbagai fitur unggulan seperti tryout online yang mensimulasikan kondisi ujian sesungguhnya, video pembahasan detail untuk setiap soal, bank soal lengkap dari berbagai bidang, serta kelas interaktif bersama para ahli.

Khusus untuk materi Pedodonsia, Umeds didesain untuk membantu Anda memahami konsep-konsep kompleks dan menguasai teknik klinis yang relevan. Dengan berlatih secara rutin menggunakan soal-soal berkualitas tinggi dan memahami pembahasannya, Anda akan semakin percaya diri dalam menghadapi UKOMNAS PPDG. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengoptimalkan persiapan Anda. Kunjungi Umeds sekarang dan rasakan sendiri pengalaman belajar terbaik!

Soal 9

Mindy, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa ibunya ke RSGM Ummacademy dengan keluhan gigi depan atasnya patah karena jatuh 1 tahun yang lalu. Saat ini sudah tidak pernah terasa sakit. Pemeriksaan intra oral, gigi 11 fraktur dengan pulpa terbuka. Tes vitalitas (+) dan perkusi (+). Pemeriksaan radiograf menunjukkan apeks gigi 11 masih terbuka. Apakah bahan yang digunakan untuk perawatan pada kasus tersebut?

  • a.

    Kalsium hidroksida

    Pembahasan Opsi a:

    Mindy, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dengan gigi 11 mengalami fraktur dengan pulpa terbuka setelah jatuh, dan berdasarkan pemeriksaan menunjukkan tes vitalitas dan perkusi positif serta apeks gigi masih terbuka. Diagnosis utama adalah pulpitis kronis irreversibel dengan fraktur, di mana pilihan perawatan yang tepat adalah menggunakan kalsium hidroksida sebagai bahan untuk perlindungan pulpa dan memfasilitasi penyembuhan. Kalsium hidroksida berfungsi sebagai bahan induksi dentin dan memiliki sifat antibakteri, yang penting untuk mempromosikan penyembuhan jaringan pulpa pada kasus dengan pulpa yang masih hidup. Dalam penanganan cedera gigi, penting untuk mempertimbangkan kesehatan pulp dan potensi penyembuhan untuk meminimalkan risiko kehilangan gigi. Dengan begitu, pemilihan kalsium hidroksida adalah tepat untuk menjaga pulpa gigi tetap vital dan mendukung regenerasi.

  • b.

    CHKM

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban CHKM (Chlorophenol Camphor Menthol) tidak tepat untuk kasus ini karena biasanya digunakan sebagai bahan antiseptik pada saluran akar selama perawatan endodontik, bukan untuk Apexification pada pasien muda dengan apeks gigi yang belum tertutup. Pada kasus ini, gigi dengan apeks terbuka pada pasien muda lebih sesuai menggunakan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) atau kalsium hidroksida sebagai bahan utama untuk merangsang pembentukan tutup apikal dan mendukung regenerasi jaringan pulpa. MTA khususnya sangat dianjurkan karena mampu menstimulasi pembentukan jaringan keras dan memiliki sifat biokompatibilitas yang sangat baik, sedangkan CHKM tidak memiliki kemampuan ini. Perbedaan terpenting adalah fungsi regeneratif dan stimulasi pembentukan jaringan keras yang tidak dapat diberikan oleh CHKM, namun sangat diharapkan dari bahan seperti MTA atau kalsium hidroksida untuk perawatan apeks terbuka pada gigi vital.

  • c.

    Eugenol

    Pembahasan Opsi c:

    Eugenol adalah bahan yang sering digunakan dalam prosedur endodontik untuk menenangkan pulpa karena sifatnya yang sedatif dan antiinflamasi. Namun, eugenol tidak cocok untuk perawatan kasus Mindy karena gigi 11 mengalami fraktur pulpa terbuka dan perkusi positif, yang menandakan adanya potensi infeksi atau trauma yang memerlukan pengobatan lebih lanjut dibanding sekadar sedasi pulpa. Eugenol tidak mampu mendukung proses regeneratif dan penutupan apeks, sedangkan pada kondisi apeks gigi yang masih terbuka seperti kasus ini, bahan seperti MTA (Mineral Trioxide Aggregate) lebih tepat digunakan. MTA membantu dalam proses apexification dengan mendorong pembentukan dentin dan menstimulasi proliferasi sel, yang tidak dapat dilakukan oleh eugenol.

  • d.

    Cresophene

    Pembahasan Opsi d:

    Bahan pilihan crescophene kurang tepat digunakan pada kasus perawatan gigi dengan pulpa terbuka dan apeks yang belum menutup, seperti pada kasus pasien ini. Cresophene adalah agen antiseptik dengan komponen fenol yang sering digunakan dalam endodontik untuk mengendalikan infeksi bakteri, namun tidak ideal untuk apeksifikasi atau mendorong vitalitas pulpa. Pada kasus ini, yang lebih tepat adalah menggunakan bahan yang mendorong pembentukan apeks, seperti kalsium hidroksida atau mineral trioxide aggregate (MTA), yang memiliki kemampuan untuk merangsang pembentukan jaringan keras di ujung akar (apeaksifikasi). Cresophene tidak memiliki sifat tersebut dan lebih sering digunakan untuk kasus infeksi pulpa yang memerlukan desinfeksi. Oleh karena itu, perbedaan utama adalah fungsi dan tujuan bahan; crescophene untuk desinfeksi sementara kalsium hidroksida atau MTA untuk pembentukan apeks dan pelestarian vitalitas pulpa.

  • e.

    Formokresol

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "Formokresol" kurang tepat dalam kasus ini karena formokresol biasanya digunakan pada prosedur pulpotomi gigi sulung atau gigi dengan akar tertutup, tidak pada gigi dengan apeks terbuka seperti pada gigi permanen muda. Formokresol berfungsi sebagai bahan pengawet yang membuatan jaringan pulpa menjadi mummi. Dalam kasus ini, pilihan bahan yang lebih tepat adalah "Calcium Hydroxide" atau "Mineral Trioxide Aggregate (MTA)" yang digunakan untuk perawatan apeksifikasi, karena kasus ini melibatkan pulpa terbuka dan apeks terbuka. Kedua bahan tersebut memfasilitasi pembentukan jembatan dentin dan mendorong penutupan apeks. Perbedaan utama di sini adalah bahwa formokresol tidak mendukung pertumbuhan dan perkembangan jaringan akar lebih lanjut sementara "Calcium Hydroxide" dan "MTA" mendukung penyembuhan dan perkembangan akar.

Kunci Jawaban yang Benar: a

Soal 10

Mindy, anak laki-laki berusia 5 tahun datang ke klinik gigi Umma ditemani oleh neneknya dengan keluhan gigi belakang kiri atas berlubang dan sakit hingga mengganggu tidur. Pemeriksaan intra oral gigi 64 karies pada disto-oklusal, tes vitalitas (+), perkusi (-) dan palpasi (-). Hasil radiografis radiolusen mencapai kamar pulpa dan akar belum resorbsi. Apakah perawatan yang tepat pada kasus di atas?

  • a.

    Pulpotomi

    Pembahasan Opsi a:

    Pulpotomi tidak tepat dilakukan pada kasus ini karena kondisi radiografis menunjukkan radiolusensi mencapai kamar pulpa, yang menandakan adanya risiko infeksi atau pulpitis yang lebih serius. Pulpotomi adalah prosedur di mana hanya bagian pulp yang terinfeksi diangkat, namun dalam kasus ini, dengan vitalitas positif dan radiolusensi yang sebesar itu, perawatan yang lebih tepat adalah pencabutan, terutama mengingat usianya yang masih muda dan perkembangan akar yang belum maksimal. Pulpotomi biasanya dipertimbangkan ketika hanya sebagian pulp yang terlibat dan diharapkan untuk menyelamatkan gigi, tetapi ini tidak berlaku pada kasus radiolusensi mencapai kamar pulpa.

  • b.

    Pulpektomi

    Pembahasan Opsi b:

    Kasus Mindy, anak berusia 5 tahun dengan gigi 64 mengalami karies disto-oklusal yang sudah mencapai kamar pulpa dan menimbulkan keluhan nyeri, menunjukkan diagnosis pulpitis reversible dengan vitalitas gigi (+). Dalam keadaan ini, pulpektomi adalah perawatan yang tepat untuk menghilangkan jaringan pulpa yang terinflamasi dan menjaga kesehatan gigi. Klasifikasi karies yang terjadi adalah karies yang melibatkan dentin dan pulpa, di mana perawatan konservatif tidak dapat diterapkan karena sudah ada tanda infeksi di kamar pulpa. Pertimbangan lain termasuk potensi komplikasi jika dibiarkan, sehingga perawatan yang segera diperlukan adalah pulpektomi untuk mencegah nyeri yang lebih parah dan kehilangan gigi di masa mendatang.

  • d.

    Pulp capping direct 

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban Pulp capping direct kurang tepat karena prosedur ini hanya dilakukan ketika pulpa gigi masih vital dan terjamin tidak ada infeksi, serta hanya meliputi kerusakan minor pada dentin dekat pulpa. Dalam kasus ini, meskipun tes vitalitas positif, radiografi menunjukkan adanya radiolusen yang mencapai kamar pulpa, menandakan bahwa pulpa mungkin terinfeksi atau dalam kondisi yang tidak ideal untuk dilakukan pulp capping. Pulp capping lebih tepat untuk kasus di mana gigi tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi, sehingga perawatan yang lebih sesuai untuk kasus ini adalah perawatan endodontik atau pencabutan gigi, tergantung pada kondisi klinis dan umur pasien. Dengan demikian, lebih baik memilih alternatif perawatan yang dapat menjaga kesehatan gigi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

  • d.

    Pulp capping indirect

    Pembahasan Opsi d:

    Pulp capping indirect tidak tepat untuk kasus ini karena prosedur ini hanya dapat dilakukan jika pulpa masih sehat dan tidak terdapat keterlibatan pada kamar pulpa, sedangkan pada kasus Mindy terlihat bahwa radiolusen mencapai kamar pulpa yang menunjukkan adanya inflamasi atau kerusakan pada pulpa. Pulp capping indirect bertujuan untuk melindungi pulpa dari iritasi lebih lanjut serta mendukung penyembuhan, tetapi tidak efektif jika terdapat kerusakan signifikan pada pulpa. Sebaliknya, perawatan seperti perawatan saluran akar (endodontik) lebih tepat dilakukan karena melibatkan pengobatan terhadap pulpa yang terinfeksi, terutama pada kasus dengan kerusakan yang sudah mencapai kamar pulpa.

  • e.

    Perawatan saluran akar 

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "perawatan saluran akar" kurang tepat karena indikasi perawatan saluran akar biasanya adalah ketika terdapat infeksi atau kerusakan pada pulpa gigi, terutama jika terdapat gejala seperti nyeri akut atau jika hasil tes vitalitas menunjukkan negatif. Dalam kasus Mindy, tes vitalitas menunjukkan hasil positif, yang berarti pulpa masih hidup dan berfungsi dengan baik, sehingga tidak memerlukan perawatan saluran akar. Sebaliknya, perawatan yang lebih sesuai adalah bahan restorasi atau perawatan konservatif lainnya untuk menangani karies dan menghilangkan rasa sakit, mengingat kondisi radiografi menggambarkan lesi yang dapat diperbaiki tanpa harus mengakses saluran akar. Oleh karena itu, perawatan saluran akar bukanlah pilihan yang tepat di sini.

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 11

Mindy, pasien perempuan berusia 5 tahun diantar ibunya datang ke RSGM Ummacademy dengan keluhan gigi kanan bawah ada tumbuh gusi di giginya. Pemeriksaan ekstra oral tidak ada kelainan. Pemeriksaan intra oral tampak gigi 85 karies mencapai pulpa non vital disertai gingival polip. Bagaimana gambaran histologi kasus tersebut?

  • a.

    Epitel berlapis pipih pada bagian terluar

    Pembahasan Opsi a:

    Pada kasus Mindy, seorang pasien berusia 5 tahun dengan gigi 85 yang mengalami karies mencapai pulpa dan muncul gingival polip, dapat disimpulkan bahwa diagnosisnya adalah gingival polip akibat iritasi dari infeksi gigi. Ciri khas penyakit ini adalah adanya jaringan granulasi dan reaksi inflamasi pada jaringan periodontal. Gambaran histologi yang muncul biasanya menunjukkan epitel berlapis pipih pada bagian terluar, didukung dengan jaringan ikat yang mengandung sel-sel inflamasi dan vaskularisasi yang meningkat. Penatalaksanaan yang tepat untuk kasus ini adalah perawatan saluran akar disertai pengangkatan polip untuk mengurangi infeksi dan mempromosikan penyembuhan jaringan.

  • b.

    Epitel berlapis kubus pada bagian terluar

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban yang diberikan yaitu "Epitel berlapis kubus pada bagian terluar" kurang tepat karena dalam gambaran histologi gingival polip, yang umumnya disebut sebagai pulp polip atau polip gingiva, umumnya ditemui epitel berlapis pipih yang menutupi jaringan ikat fibrosa yang kaya pembuluh darah dan infiltrasi sel radang kronis. Epitel berlapis kubus biasanya lebih berkaitan dengan kelenjar atau struktur organ tertentu. Gingival polip biasanya merupakan pertumbuhan reaktif dari garis gingiva yang disebabkan oleh iritasi kronis, berbeda dengan jawaban yang salah ini yang lebih merefleksikan struktur epitel yang tidak sesuai dengan kondisi klinis gingival polip. Pemahaman mengenai jenis jaringan epitel dan karakteristik histologinya penting dalam mendiagnosis dan merencanakan perawatan yang tepat untuk kondisi seperti ini.

  • c.

    Epitel berlapis silindris pada bagian terluar

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban "Epitel berlapis silindris pada bagian terluar" kurang tepat dalam konteks gingival polip yang timbul karena karies gigi mencapai pulpa. Gingival polip adalah pertumbuhan jaringan fibrous yang terjadi sebagai respons terhadap iritasi kronis, dalam hal ini diakibatkan oleh karies gigi yang parah. Histologi yang lebih tepat untuk kasus seperti ini biasanya adalah jaringan granulasi yang terdiri dari fibroblas, pembuluh darah baru, dan infiltrasi sel inflamasi seperti limfosit dan neutrofil, bukan epitel berlapis silindris yang lebih umum ditemukan pada saluran pencernaan. Perbedaan utama dengan jawaban yang tepat adalah bahwa jaringan granulasi menunjukkan respon peradangan aktif dan pembentukan jaringan baru, sementara epitel berlapis silindris tidak relevan dalam mekanisme pembentukan gingival polip akibat iritasi lokal pada jaringan gigi.

  • d.

    Epitel berlapis transisi pada bagian terluar

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban "Epitel berlapis transisi pada bagian terluar" kurang tepat karena epitel berlapis transisi umumnya ditemukan pada saluran kemih dan bukan pada jaringan gusi atau polip gingiva. Pada kasus gingival polip akibat gigi non-vital seperti yang dialami pasien, gambaran histologis yang lebih tepat adalah berupa epitel skuamosa berlapis yang dapat menunjukkan tanda inflamasi. Fungsi epitel skuamosa berlapis adalah untuk melindungi jaringan di bawahnya dari iritasi dan trauma. Berbeda dengan epitel berlapis transisi yang bersifat lebih fleksibel untuk mendukung perubahan volume pada organ seperti kandung kemih, epitel skuamosa berlapis lebih cocok ditemukan pada area yang membutuhkan perlindungan konstan seperti mulut dan kulit. Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks dan lokasi jaringan untuk menentukan jenis epitel yang tepat.

  • e.

    Epitel berlapis lonjong pada bagian terluar

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "epitel berlapis lonjong pada bagian terluar" kurang tepat karena deskripsi ini lebih sesuai dengan struktur epitel skuamosa yang tidak ditemukan pada gingival polip. Gingival polip, atau lebih akurat disebut sebagai polip pulp, seringkali terdiri dari jaringan granulasi yang berasal dari jaringan pulpa yang teriritasi dan terpapar. Secara histologis, polip pulp cenderung dibatasi oleh epitel berlapis pipih yang berasal dari mukosa mulut dan bukan oleh epitel berlapis lonjong. Penting untuk memahami bahwa peradangan kronis pada pulpa dapat mengarah pada pembentukan jaringan granulasi dengan karakteristik seperti pembuluh darah yang melimpah dan infiltrasi sel inflamasi. Dalam kasus Mindy, deskripsi tersebut tidak sesuai dengan gambaran histologis yang khas dari gingival atau pulp polip, yang lebih menunjukkan proliferasi peradangan dan jaringan granular. Sedangkan, deskripsi yang lebih sesuai harus menunjukkan karakter jaringan granulasi inflamasi.

Kunci Jawaban yang Benar: a

Soal 12

Benih gigi permanen terletak pada aspek ...

  • a.

    Oklusal dari gigi desidui

  • b.

    Bukal dari gigi desidui

  • c.

    Labial dari gigi desidui

  • d.

    Lingual dari gigi desidui

    Pembahasan Opsi d:

    Dalam pertanyaan ini, fokus utama adalah lokasi benih gigi permanen yang terletak pada aspek lingual gigi desidui. Gigi permanen mulai terbentuk dari benih yang berada di dalam tulang di bawah gigi susu dan tumbuh ke arah lingual (dalam) dari gigi desidui yang ada. Penting untuk memahami bahwa perkembangan dan erupti gigi permanen berlangsung di area tersebut, yang juga berfungsi untuk memastikan posisi gigi permanen yang tepat setelah gigi desidui lepas. Hal ini menjadi kunci dalam memahami perkembangan gigi dan penting dalam perawatan ortodontik dan restoratif di masa depan.

  • e.

    Perikoronal dari mahkota gigi desidui

Kunci Jawaban yang Benar: d

Soal 13

Mindy, seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang ke klinik KGA RSGM Ummacademy dengan keluhan gigi 21 patah karena terbentur meja. Pemeriksaan klinis didapatkan fraktur melibatkan pulpa. Rontgen foto menunjukkan ujung akar belum menutup sempurna. Terdapat rasa nyeri ketika dilakukan tes kavitas. Diagnosis apakah yang paling tepat untuk gigi tersebut? 

  • a.

    Nekrosis pulpa

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban "Nekrosis pulpa" kurang tepat dalam kasus ini. Nekrosis pulpa adalah kondisi di mana jaringan pulpa gigi mati atau mengalami degenerasi. Hal ini umumnya ditandai dengan tidak adanya respons terhadap uji vitalitas pulpa, termasuk tidak adanya nyeri pada tes kavitas. Dalam kasus Mindy, rasa nyeri saat dilakukan tes kavitas menunjukkan bahwa pulpa masih vital atau sebagian vital. Selain itu, ujung akar yang belum menutup sempurna pada pasien anak juga lebih umum ditemukan dalam diagnosis seperti pulpitis atau pulpitis reversible/irreversible. Perbedaan signifikan lainnya adalah pada pulpitis, sementara pulpa mungkin mengalami inflamasi, pada nekrosis pulpa sudah tidak ada aliran darah sehingga tidak mungkin terjadi peradangan.

  • b.

    Pulpitis irreversible

    Pembahasan Opsi b:

    Kasus ini melibatkan Mindy, seorang anak dengan gigi 21 yang patah dan mengalami fraktur yang melibatkan pulpa, serta menunjukkan gejala nyeri saat tes kavitas. Diagnosis yang paling tepat adalah pulpitis irreversible, yang ditandai dengan rasa nyeri yang persisten akibat iritasi pulpa yang berkelanjutan, dalam kasus ini disebabkan oleh trauma fraktur. Sebagai bagian dari perawatan, penting untuk melakukan perawatan saluran akar untuk menyelamatkan gigi tersebut, terutama karena ujung akar belum menutup sempurna, sehingga prognosis tetap dapat dijaga dengan baik. Klasifikasi pulpitis sendiri dapat dibagi menjadi reversible dan irreversible; pada kasus ini, gejala yang ada menunjukkan bahwa proses inflamasi sudah tidak dapat sembuh dengan sendirinya.

  • c.

    Pulpitis reversible

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban pulpitis reversible kurang tepat karena kondisi ini biasanya menggambarkan peradangan pulpa yang masih dapat sembuh dengan sendirinya jika penyebabnya dihilangkan dan tidak melibatkan pembukaan pulpa atau gejala nyeri signifikan. Kasus Mindy menunjukkan adanya fraktur yang melibatkan pulpa dan ujung akar yang belum tertutup sempurna, serta adanya nyeri pada tes kavitas, mengindikasikan kondisi yang lebih parah dari pulpitis reversible. Diagnosis yang lebih tepat kemungkinan adalah pulpitis irreversible atau necrosis pulpa parsial, di mana pulpa telah terlibat serta terdapat sensasi nyeri yang menandakan adanya kerusakan yang lebih serius dan tidak dapat sembuh hanya dengan penghapusan stimulus. Perbedaan utama dengan pulpitis reversible adalah kedalaman dan beratnya kerusakan jaringan pulpa, serta respons pulpa yang tidak dapat kembali normal tanpa intervensi lebih lanjut seperti perawatan saluran akar atau pulpotomi.

  • d.

    Pulpitis irreversible disertai hiperplastik 

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban "Pulpitis irreversible disertai hiperplastik" kurang tepat karena kriteria utama pulpitis irreversible adalah adanya inflamasi pulpa yang parah dan tidak dapat pulih, serta adanya rasa sakit spontan dan menetap yang membedakannya dari pulpitis reversible. Pulpitis irreversible hiperplastik sering dikaitkan dengan pulpa yang terbuka dan pertumbuhan jaringan pulpa keluar dari ruang pulpa, biasanya terlihat pada kondisi kronik pada gigi permanen muda. Pada kasus gigi 21 Mindy, yang lebih tepat adalah "Pulpa muda dengan fraktur pulpa" karena adanya fraktur melibatkan pulpa pada gigi dengan apeks yang belum tertutup sempurna. Ini menandakan kondisi di mana vitalitas pulpa masih dapat dipertahankan melalui prosedur seperti apexogenesis atau capping pulpa langsung, yang membedakannya dari pulpitis irreversible yang mengharuskan terapi pulpektomi atau ekstraksi. Selain itu, tingkat nyeri pada tes kavitas lebih menunjukkan keterlibatan pulpa yang masih responsif, bukan irreversible.

  • e.

    Gangren pulpa

    Pembahasan Opsi e:

    Pilihan jawaban "Gangren pulpa" kurang tepat karena gangren pulpa adalah kondisi di mana jaringan pulpa gigi sudah mengalami nekrosis atau sudah mati, biasanya tanpa disertai rasa nyeri yang khas pada tes kavitas. Dalam kasus ini, gigi mengalami fraktur yang melibatkan pulpa pada usia di mana perkembangan akar belum selesai, serta terdapat respons nyeri pada tes kavitas. Kondisi ini lebih sesuai dengan diagnosis "Pulpa Terbuka" atau "Papilla Pulpal Dentis Expositus" yang menunjukkan pulpa terekspos namun belum nekrotik. Perbedaan mendasarnya terletak pada keberadaan jaringan hidup di pulpa dan respons nyeri yang menunjukkan adanya iritasi atau peradangan aktif, bukan kematian jaringan seperti yang terjadi pada gangren pulpa.

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 14

Mindy, anak perempuan berusia 9 tahun diantar ibunya ke RSGM Docspedia dengan keluhan gigi belakang kiri atas berlubang dan ngilu bila dipakai makan atau minum dingin. Pemeriksaan ekstra oral tidak ada kelainan. Pemeriksaan intra oral didapatkan karies media pada gigi 26 meliputi seluruh pit dan fissure pada daerah oklusal, hasil tes perkusi dan tekan negatif. Apakah jenis perawatan untuk gigi 26?

  • a.

    Fissure sealant

    Pembahasan Opsi a:

    Penggunaan fissure sealant tidak tepat untuk kasus ini karena fungsinya adalah untuk mencegah karies dengan melapisi pit dan fissure pada permukaan oklusal gigi yang sehat atau karies minimal. Dalam kasus Mindy, gigi 26 mengalami karies media yang sudah meliputi seluruh pit dan fissure, bukan tahap awal atau minimal lagi. Untuk penanganan karies media, perawatan yang lebih sesuai adalah tambalan gigi dengan bahan yang tepat setelah pembersihan area karies dilakukan. Tambalan gigi (restorative filling) akan mengembalikan fungsi dan bentuk gigi sekaligus melindungi lapisan gigi yang tersisa dari kerusakan lebih lanjut, berbeda dengan fissure sealant yang hanya untuk pencegahan pada gigi tanpa karies atau dengan karies yang sangat minimal.

  • b.

    Tumpatan resin komposit

    Pembahasan Opsi b:

    Penggunaan tumpatan resin komposit untuk kasus karies media pada gigi 26 tidak sepenuhnya tepat. Resin komposit ideal untuk restorasi estetik khususnya pada area anterior atau permukaan yang tidak mengalami tekanan kunyah yang berlebihan. Dalam kasus ini, karies media melibatkan seluruh pit dan fissure pada permukaan oklusal gigi geraham yang membutuhkan kekuatan lebih saat mengunyah. Sementara itu, opsi lain seperti tumpatan amalgam, meskipun kurang estetik, memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan dan cocok untuk area oklusal geraham. Perbedaan utama dengan jawaban benar, yang kemungkinan besar adalah tumpatan amalgam, terletak pada daya tahan material terhadap masticatory stress yang lebih tinggi dibandingkan resin komposit dalam konteks gigi belakang.

  • c.

    Stainless steel crown

    Pembahasan Opsi c:

    Penggunaan stainless steel crown tidak tepat untuk kasus ini karena metode ini umumnya disarankan untuk gigi dengan kerusakan struktur yang lebih luas atau untuk gigi dengan risiko karies yang tinggi, seperti pada kasus gigi anak dengan karies rampan. Sebaliknya, Mindy mengalami karies media yang hanya melibatkan seluruh pit dan fissure pada area oklusal gigi 26 tanpa adanya gejala nyeri atau infeksi sistemik lainnya, sehingga perawatan yang lebih konservatif seperti aplikasi dental sealant atau resin komposit lebih sesuai. Stainless steel crown biasanya digunakan untuk melindungi dan mempertahankan gigi yang sudah lemah, sedangkan perawatan yang benar dalam kasus ini akan lebih fokus pada restorasi minimal dan pencegahan perkembangan karies lebih lanjut. Oleh karena itu, perbedaan utama antara jawaban ini dan jawaban yang benar terletak pada tingkat invasivitas dan tujuan restoratif dari prosedur tersebut.

  • d.

    Preventive resin restoration

    Pembahasan Opsi d:

    Kasus ini melibatkan Mindy, seorang anak berusia 9 tahun dengan keluhan gigi belakang kiri atas (gigi 26) yang mengalami karies media pada permukaan oklusal dengan gejala ngilu saat konsumsi makanan dan minuman dingin. Diagnosis yang tepat adalah karies gigi pada gigi permanen yang membutuhkan perawatan restoratif. Ciri khas kasus ini adalah tidak adanya kelainan ekstra oral dan hasil tes perkusi negatif yang menunjukkan bahwa gigi tersebut kemungkinan masih vital. Perawatan yang tepat untuk gigi 26 adalah Preventive Resin Restoration, yang merupakan pendekatan konservatif untuk memperbaiki kerusakan sambil meminimalkan pengangkatan jaringan gigi yang sehat, terutama pada gigi anak yang belum mengalami kerusakan parah. Ini akan membantu dalam mempertahankan struktur gigi dan mencegah perkembangan kerusakan lebih lanjut.

  • e.

    Tumpatan semen ionomer kaca

    Pembahasan Opsi e:

    Penggunaan tumpatan semen ionomer kaca pada kasus ini kurang tepat karena karies medium pada gigi tetap memerlukan perawatan yang lebih tahan lama. Semen ionomer kaca memang memiliki kelebihan dalam melepaskan fluor dan memiliki koefisien ekspansi termal mendekati gigi asli, namun kurang kuat untuk menahan tekanan kunyah jangka panjang pada gigi molar. Perawatan yang lebih tepat adalah penggunaan komposit resin, yang memberikan estetika lebih baik dan daya tahan yang lebih tinggi terhadap tekanan dibandingkan semen ionomer kaca. Komposit resin lebih cocok untuk daerah oklusal yang terkena tekanan tinggi selama aktivitas mengunyah, dan memiliki kemampuan adhesi yang baik terhadap struktur gigi.

Kunci Jawaban yang Benar: d

Soal 15

Mindy, anak perempuan berusia 9 tahun diantar ibunya ke RSGM Docspedia dengan keluhan gigi belakang kiri atas berlubang dan ngilu bila dipakai makan atau minum dingin. Pemeriksaan ekstra oral tidak ada kelainan. Pemeriksaan intra oral didapatkan karies media pada gigi 26 meliputi seluruh pit dan fissure pada daerah oklusal, hasil tes perkusi dan tekan negatif. Apakah jenis perawatan untuk gigi 26?

  • a.

    Fissure sealant

    Pembahasan Opsi a:

    Penggunaan fissure sealant tidak tepat untuk kasus ini karena fungsinya adalah untuk mencegah karies dengan melapisi pit dan fissure pada permukaan oklusal gigi yang sehat atau karies minimal. Dalam kasus Mindy, gigi 26 mengalami karies media yang sudah meliputi seluruh pit dan fissure, bukan tahap awal atau minimal lagi. Untuk penanganan karies media, perawatan yang lebih sesuai adalah tambalan gigi dengan bahan yang tepat setelah pembersihan area karies dilakukan. Tambalan gigi (restorative filling) akan mengembalikan fungsi dan bentuk gigi sekaligus melindungi lapisan gigi yang tersisa dari kerusakan lebih lanjut, berbeda dengan fissure sealant yang hanya untuk pencegahan pada gigi tanpa karies atau dengan karies yang sangat minimal.

  • b.

    Tumpatan resin komposit

    Pembahasan Opsi b:

    Penggunaan tumpatan resin komposit untuk kasus karies media pada gigi 26 tidak sepenuhnya tepat. Resin komposit ideal untuk restorasi estetik khususnya pada area anterior atau permukaan yang tidak mengalami tekanan kunyah yang berlebihan. Dalam kasus ini, karies media melibatkan seluruh pit dan fissure pada permukaan oklusal gigi geraham yang membutuhkan kekuatan lebih saat mengunyah. Sementara itu, opsi lain seperti tumpatan amalgam, meskipun kurang estetik, memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap tekanan dan cocok untuk area oklusal geraham. Perbedaan utama dengan jawaban benar, yang kemungkinan besar adalah tumpatan amalgam, terletak pada daya tahan material terhadap masticatory stress yang lebih tinggi dibandingkan resin komposit dalam konteks gigi belakang.

  • c.

    Stainless steel crown

    Pembahasan Opsi c:

    Penggunaan stainless steel crown tidak tepat untuk kasus ini karena metode ini umumnya disarankan untuk gigi dengan kerusakan struktur yang lebih luas atau untuk gigi dengan risiko karies yang tinggi, seperti pada kasus gigi anak dengan karies rampan. Sebaliknya, Mindy mengalami karies media yang hanya melibatkan seluruh pit dan fissure pada area oklusal gigi 26 tanpa adanya gejala nyeri atau infeksi sistemik lainnya, sehingga perawatan yang lebih konservatif seperti aplikasi dental sealant atau resin komposit lebih sesuai. Stainless steel crown biasanya digunakan untuk melindungi dan mempertahankan gigi yang sudah lemah, sedangkan perawatan yang benar dalam kasus ini akan lebih fokus pada restorasi minimal dan pencegahan perkembangan karies lebih lanjut. Oleh karena itu, perbedaan utama antara jawaban ini dan jawaban yang benar terletak pada tingkat invasivitas dan tujuan restoratif dari prosedur tersebut.

  • d.

    Preventive resin restoration

    Pembahasan Opsi d:

    Kasus ini melibatkan Mindy, seorang anak berusia 9 tahun dengan keluhan gigi belakang kiri atas (gigi 26) yang mengalami karies media pada permukaan oklusal dengan gejala ngilu saat konsumsi makanan dan minuman dingin. Diagnosis yang tepat adalah karies gigi pada gigi permanen yang membutuhkan perawatan restoratif. Ciri khas kasus ini adalah tidak adanya kelainan ekstra oral dan hasil tes perkusi negatif yang menunjukkan bahwa gigi tersebut kemungkinan masih vital. Perawatan yang tepat untuk gigi 26 adalah Preventive Resin Restoration, yang merupakan pendekatan konservatif untuk memperbaiki kerusakan sambil meminimalkan pengangkatan jaringan gigi yang sehat, terutama pada gigi anak yang belum mengalami kerusakan parah. Ini akan membantu dalam mempertahankan struktur gigi dan mencegah perkembangan kerusakan lebih lanjut.

  • e.

    Tumpatan semen ionomer kaca

    Pembahasan Opsi e:

    Penggunaan tumpatan semen ionomer kaca pada kasus ini kurang tepat karena karies medium pada gigi tetap memerlukan perawatan yang lebih tahan lama. Semen ionomer kaca memang memiliki kelebihan dalam melepaskan fluor dan memiliki koefisien ekspansi termal mendekati gigi asli, namun kurang kuat untuk menahan tekanan kunyah jangka panjang pada gigi molar. Perawatan yang lebih tepat adalah penggunaan komposit resin, yang memberikan estetika lebih baik dan daya tahan yang lebih tinggi terhadap tekanan dibandingkan semen ionomer kaca. Komposit resin lebih cocok untuk daerah oklusal yang terkena tekanan tinggi selama aktivitas mengunyah, dan memiliki kemampuan adhesi yang baik terhadap struktur gigi.

Kunci Jawaban yang Benar: d

Semangat Belajar dan Terus Berlatih untuk UKOMNAS PPDG!

Perjalanan menuju gelar dokter gigi profesional memang menantang, namun setiap usaha yang Anda lakukan hari ini akan membuahkan hasil di masa depan. Setelah menguji pemahaman Anda melalui soal-soal Pedodonsia ini, semoga Anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang area mana yang perlu diperkuat. Ingatlah, kunci keberhasilan dalam UKOMNAS PPDG adalah konsistensi dalam belajar dan berlatih.

Jangan pernah lelah untuk terus mengasah kemampuan dan memperdalam pengetahuan Anda. Umeds akan selalu menjadi mitra setia Anda dalam perjalanan ini, menyediakan sumber daya terbaik untuk persiapan UKOMNAS PPDG. Teruslah berlatih, teruslah belajar, dan raih impian Anda menjadi dokter gigi yang kompeten dan berdedikasi. Semangat!

Persiapkan UKOMNAS PPDG Kamu Bersama Umeds!

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman. Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi.

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds