15 Soal dan Kunci Jawaban UKOMNAS PPDG Biologi Oral 2026

15 Soal dan Kunci Jawaban UKOMNAS PPDG Biologi Oral 2026

Mindy
Published on 9 Maret 2026

Siap Hadapi UKOMNAS PPDG 2026? Kuasai Biologi Oral Sekarang!

Halo, calon Dokter Gigi masa depan! Di tahun 2026 ini, persiapan menghadapi Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKOMNAS PPDG) menjadi semakin krusial. Ujian ini adalah gerbang utama menuju karier profesional Anda, dan keberhasilan di dalamnya membutuhkan persiapan yang matang dan strategi belajar yang tepat. Jangan biarkan momen penting ini terlewat begitu saja tanpa persiapan optimal!

Salah satu fondasi ilmu kedokteran gigi yang sering menjadi tantangan adalah Biologi Oral. Materi ini mencakup segala aspek biologis yang terjadi di rongga mulut, mulai dari perkembangan gigi, struktur jaringan oral, hingga mekanisme pertahanan tubuh dan patofisiologi penyakit. Pemahaman mendalam tentang Biologi Oral tidak hanya penting untuk UKOMNAS PPDG, tetapi juga fundamental untuk praktik klinis sehari-hari Anda sebagai dokter gigi.

Bersama Umeds, platform belajar kedokteran gigi terbaik, kami hadir untuk membantu Anda menaklukkan setiap materi, termasuk Biologi Oral. Artikel ini menyajikan tryout soal-soal pilihan yang dirancang khusus untuk menguji pemahaman Anda. Mari uji kemampuan Anda dan tingkatkan kesiapan Anda bersama Umeds!

15 Latihan Soal dan Pembahasan UKOMNAS PPDG Biologi Oral

Soal 1

Mindy, 30 tahun, datang ke RSGM Ummacademy dengan keluhan Mindy merasa terdapat benjolan pada langit-langit sekitar gigi geraham atas kiri yang sudah berlangsung sekitar 3 tahun. Mindy sering batuk dan berdahak, serta febris setiap menjelang malam. Pemeriksaan intra oral terlihat pada palatum terdapat benjolan kemerahan pada palatum regio 27, tidak mudah berdarah, palpasi kenyal, dan tidak terasa sakit. Pada foto radiograf perirapikal tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan HPA ditemuka jaringan granulasi  dan gambaran nekrosis. Ditemukan juga sel datia langhans pada zona epitelia. Apa nama jenis nekrosis tersebut?

  • a.

    Nekrosis jaringan ikat

    Pembahasan Opsi a:

    Nekrosis jaringan ikat bukanlah istilah histopatologi yang spesifik, melainkan deskripsi umum. Tidak menggambarkan pola khas nekrosis akibat infeksi tertentu seperti pada kasus ini.

  • b.

     Nekrosis kaseosa

    Pembahasan Opsi b:

    Nekrosis kaseosa (caseous necrosis) adalah bentuk nekrosis yang sering ditemukan pada infeksi tuberkulosis, ditandai dengan gambaran jaringan seperti keju lunak secara makroskopis. Secara mikroskopis, tampak daerah amorf eosinofilik tanpa struktur seluler, disertai sel epitelioid dan sel raksasa tipe Langhans di sekitarnya. Gejala sistemik pasien (batuk kronis, demam malam) dan temuan HPA mendukung diagnosis ini.

  • c.

    Nekrosis koagulasi

    Pembahasan Opsi c:

    Nekrosis koagulasi umum terjadi akibat iskemia atau infark jaringan, seperti pada otot jantung, dan ditandai dengan terjaganya outline sel untuk sementara waktu. Tidak sesuai dengan gambaran TB.

  • d.

    Nekrosis jaringan tulang 

    Pembahasan Opsi d:

    Nekrosis jaringan tulang (osteonekrosis) terjadi bila suplai darah ke tulang terganggu, misalnya akibat trauma, infeksi lokal berat, atau paparan radiasi/bisfosfonat. Kasus ini melibatkan jaringan lunak palatum, bukan tulang.

  • e.

     Nekrosis jaringan lemak

    Pembahasan Opsi e:

    Nekrosis lemak umumnya terjadi akibat trauma atau pankreatitis akut, ditandai dengan saponifikasi lemak. Tidak relevan dengan kasus tuberkulosis.

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 2

Organ-organ yang menyusun sistem limfatik adalah…

  • a.

    Pembuluh limfe, cairan limfe dan kelenjar limfe

  • b.

    Tonsil, limpa, timus dan sumsum tulang

    Pembahasan Opsi b:

    Dalam sistem limfatik, organ-organ yang berfungsi untuk mempertahankan sistem imun tubuh dan mengatur cairan jaringan terdiri dari tonsil, limpa, timus, dan sumsum tulang; setiap organ memiliki peran spesifik, seperti tonsil yang membantu menangkap patogen yang masuk lewat saluran pernapasan, limpa yang berfungsi menyaring darah dan memproduksi limfosit, timus yang penting dalam perkembangan sel T, dan sumsum tulang yang memproduksi sel darah merah dan putih, termasuk sel limfosit yang penting dalam respon imun.

  • c.

    Pembuluh limfe, cairan limfe dan cairan interstisial

  • d.

    Pembuluh limfe, cairan limfe, tonsil dan limpa

  • e.

    Nodus limfe, cairan limfe dan sumsum tulang

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 3

Mindy, seorang mahasiswa FKG Ummacademy, datang ke dosen pembimbing untuk mengkonsultasikan keadaan pasiennya di RSGM. Hasil anamnesis menunjukkan pasien Mindy menderita cacar air dengan manifestasi di rongga mulut. Mindy ingin mengetahui sistem pertahanan tubuh pada pasiennya tersebut. Cacar air disebabkan oleh virus yang akan menginvasi tubuh karena terhindar dari antibodi. Apa sel imun utama yang berperan dalam melawan infeksi tersebut?

  • a.

    Neutrofil

    Pembahasan Opsi a:

    Neutrofil adalah salah satu jenis sel darah putih yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama terhadap infeksi bakteri, bukan virus seperti penyebab cacar air. Meskipun neutrofil berperan penting dalam sistem imun bawaan dan sangat efisien dalam fagositosis bakteri serta patogen lainnya, mereka tidak memiliki peran utama dalam melawan infeksi virus. Dalam kasus cacar air, yang lebih relevan adalah peran limfosit, terutama sel T sitotoksik dan sel NK (natural killer), yang bertanggung jawab untuk mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Berbeda dengan neutrofil, sel T dan sel NK memiliki kemampuan spesifik untuk menghadapi infeksi virus, sehingga mereka merupakan komponen utama dari sistem imun adaptif yang mengendalikan dan mengeliminasi infeksi seperti cacar air ini.

  • b.

    Makrofag

    Pembahasan Opsi b:

    Makrofag adalah sel imun yang berperan dalam menelan patogen dan sel-sel mati, serta merupakan bagian penting dari sistem imun bawaan. Mereka berfungsi sebagai garis pertahanan pertama dalam melawan infeksi dengan mengenali dan memfagosit patogen. Namun, cacar air disebabkan oleh virus Varicella zoster, dan sistem imun adaptif memainkan peran penting dalam mengatasi infeksi virus ini. Sel utama yang berperan dalam melawan virus adalah sel T sitotoksik (CD8+), yang dapat mengenali dan menghancurkan sel tubuh yang terinfeksi virus. Perbedaan utama antara makrofag dan sel T sitotoksik adalah bahwa makrofag bekerja melalui fagositosis dan cocok untuk bakteri dan patogen yang lebih besar, sementara sel T sitotoksik secara spesifik menargetkan dan menghancurkan sel inang yang terinfeksi virus, menjadikannya lebih efektif untuk melawan infeksi virus seperti cacar air. Oleh karena itu, jawaban yang lebih tepat untuk pertanyaan ini adalah sel T sitotoksik.

  • c.

    Sel plasma

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban sel plasma kurang tepat karena sel ini berfungsi untuk memproduksi antibodi sebagai respon terhadap infeksi atau antigen yang ada. Dalam kasus infeksi virus cacar air, antibodi memang memiliki peran, tetapi mereka bekerja setelah virus dikenali dan dihancurkan oleh sistem pertahanan tubuh. Sel imun utama yang berperan langsung dalam melawan infeksi virus adalah sel T sitotoksik. Sel T sitotoksik akan mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus secara langsung, berbeda dengan sel plasma yang lebih berperan dalam kekebalan jangka panjang dan pencegahan infeksi melalui produksi antibodi. Pengaktifan sel T ini esensial dalam memberikan respons cepat terhadap infeksi virus seperti cacar air. Sel plasma lebih berfokus pada respons berbasis antibodi, yang lebih efektif dalam melawan bakteri dan patogen lainnya setelah infeksi primer dikendalikan oleh sel T.

  • d.

    Sel limfosit T

    Pembahasan Opsi d:

    Kasus ini melibatkan seorang pasien yang menderita cacar air (varicella) dengan manifestasi di rongga mulut, yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Diagnosis yang tepat adalah infeksi virus varicella-zoster dan ciri khas penyakit ini adalah lesi vesikuler yang dapat muncul di mulut. Sel imun utama yang berperan dalam melawan infeksi virus ini adalah sel limfosit T, khususnya sel T sitotoksik, yang berfungsi untuk menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Perawatan umumnya bersifat suportif, dan untuk pasien dengan kondisi berat dapat dipertimbangkan antiviral. Penting untuk memahami bahwa sistem imun memiliki peran krusial dalam respons terhadap infeksi virus, dan limfosit T adalah komponen kunci dalam memerangi patogen ini.

  • e.

    Sel limfosit B

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "Sel limfosit B" kurang tepat dalam konteks melawan infeksi cacar air. Limfosit B berperan dalam sistem imun humoral dengan memproduksi antibodi untuk melawan patogen ekstraseluler. Namun, cacar air disebabkan oleh virus Varicella-Zoster yang menginfeksi sel tubuh, membuat peran limfosit B kurang efektif karena virus bersembunyi di dalam sel. Sel imun utama yang lebih relevan adalah sel T sitotoksik (atau limfosit T sitotoksik), yang fungsi utamanya adalah mengenali dan menghancurkan sel tubuh yang terinfeksi virus. Ini membedakan limfosit T sitotoksik dari limfosit B yang lebih efektif terhadap patogen yang beredar bebas dan belum menginfeksi sel. Dengan demikian, dalam konteks infeksi virus seperti cacar air, sel T sitotoksik lebih berperan dibandingkan limfosit B.

Kunci Jawaban yang Benar: d

Soal 4

Mindy, seorang anak berusia 8 tahun datang diantar ibunya ke praktik dokter gigi Umma. Pada saat anamnesa diketahui Mindy mengalami demam, nyeri saat mengunyah dan menelan, sakit kepala dan wajah serta mulut terasa kering. Pada pemeriksaan ditemukan pembengkakan di kelenjar daerah sekitar telinga kiri dan kanan. Nyeri yang dirasakan Mindy terletak pada nervus apa?

  • a.

    Nervus fasialis

    Pembahasan Opsi a:

    Kasus Mindy yang berusia 8 tahun menunjukkan gejala seperti demam, nyeri saat mengunyah dan menelan, serta pembengkakan kelenjar parotis, yang mengarah kepada dugaan diagnosis mumps (gondongan). Mumps ditandai dengan pembengkakan kelenjar saliva, khususnya kelenjar parotis, yang disebabkan oleh infeksi virus. Nyeri yang dirasakan Mindy berasal dari nervus fasialis (kranialis VII), yang berfungsi menginervasi otot-otot wajah dan kelenjar saliva. Perawatan umumnya bersifat simptomatik, termasuk penggunaan analgesik dan hidrasi yang cukup, serta pencegahan penularan melalui vaksinasi. Pengetahuan tentang hubungan antara gejala dan peradangan saraf adalah kunci dalam mengidentifikasi komunikasi nyeri pada kondisi ini.

  • b.

    Nervus lacrimalis

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban "Nervus lacrimalis" kurang tepat karena nervus ini bertanggung jawab untuk menginervasi kelenjar air mata, bukan kelenjar saliva yang terlibat dalam proses penyerapan makanan dan memberikan rasa. Dalam kasus Mindy, gejala yang dialami seperti sakit kepala, pembengkakan di daerah sekitar telinga, dan nyeri saat mengunyah kemungkinan besar berhubungan dengan infraksi pada nervus auriculotemporalis atau nervus trigeminal, yang lebih relevan untuk nyeri di area wajah dan mulut. Observasi nyeri yang terlokalisasi di area sekitarnya menunjukkan bahwa saraf trigeminal yang terlibat dalam proses sensorik di wajah lebih tepat dibandingkan dengan nervus lacrimalis yang lebih berfungsi untuk kelembapan mata.

  • c.

    Nervus mandibularis

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban "Nervus mandibularis" kurang tepat karena meskipun nervus ini berfungsi untuk memberikan sensasi pada rahang bawah dan sebagian lidah, gejala yang dialami Mindy cenderung lebih terkait dengan infeksi atau inflamasi pada kelenjar parotis, yang berhubungan dengan nervus facialis (VII), yang juga melayani area wajah dan dapat menyebabkan nyeri pada wajah dan telinga. Demam, nyeri saat mengunyah, serta pembengkakan di kelenjar parotis menunjukkan adanya sialadenitis atau kondisi lain yang lebih relevan dengan saraf ini. Pemahaman tentang anatomi dan fungsi saraf sangat penting untuk diagnosis yang tepat dalam praktik kedokteran gigi.

  • d.

    Nervus maksilaris

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban "Nervus maksilaris" kurang tepat karena meskipun nervus ini merupakan cabang dari nervus trigeminus yang memasok wilayah wajah, keluhan yang ditunjukkan Mindy seperti demam, nyeri saat mengunyah, dan pembengkakan kelenjar di sekitar telinga lebih mengarah pada infeksi atau peradangan pada kelenjar parotis, yang biasanya terkait dengan nervus facialis. Nervus maksilaris berfungsi dalam memberikan sensasi pada area tengah wajah dan tidak memiliki keterlibatan langsung dalam nyeri otot pengunyahan atau kelenjar air liur. Sebaliknya, nervus facialis berperan dalam mengatur otot-otot wajah dan sensasi dari kelenjar ludah, sehingga lebih relevan dengan gejala yang dialami Mindy.

  • e.

    Nervus trigeminal

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "nervus trigeminal" kurang tepat karena meskipun nervus trigeminal (cranial nerve V) bertanggung jawab atas sensasi wajah dan kontrol otot pengunyahan, gejala yang dicontohkan pada Mindy menunjukkan kemungkinan adanya infeksi atau inflamasi pada kelenjar parotis, yang seharusnya lebih terkait dengan nervus fasialis (cranial nerve VII). Nervus fasialis memiliki fungsi penting dalam kontrol otot-otot ekspresi wajah dan juga dapat mempengaruhi rasa dari bagian anterior lidah. Pembengkakan pada kelenjar parotis dan nyeri saat mengunyah menunjukkan bahwa kemungkinan masalah ini berkaitan dengan jalur saraf ini, bukan sekadar sensasi yang diberikan oleh nervus trigeminal.

Kunci Jawaban yang Benar: a

Soal 5

 Struktur yang ditunjuk oleh panah 8 adalah..

  • a.

    Crista tuberculi minoris

  • b.

    Crista tuberculi majoris

  • c.

    Tuberositas deltoidea

  • d.

    Collum chirurgicum

  • e.

    Sulcus nervi radialis

Kunci Jawaban yang Benar: c

Soal 6

Pernyataan di bawah ini yang benar terkait respon imun non spesifik, kecuali….

  • a.

    Respon imunitas bawaan  (innate imunity)

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban "Respon imunitas bawaan (innate immunity)" kurang tepat sebagai pernyataan yang salah terkait respon imun non spesifik karena imunitas bawaan adalah bagian dari respon imun non spesifik yang berfungsi memberikan pertahanan pertama terhadap patogen tanpa perlu mengenali antigen secara spesifik. Sistem ini mencakup komponen seperti barriyer fisik (kulit dan selaput lendir), sel-sel imun seperti makrofag dan neutrofil, serta reaksi inflamasi. Berbeda dengan imunitas adaptif, yang bersifat spesifik dan memerlukan beberapa waktu untuk terbentuk, respon imun non spesifik segera aktif saat ada infeksi atau cedera. Oleh karena itu, pernyataan ini tidaklah benar jika dijadikan pilihan yang salah dalam konteks pertanyaan tersebut.

  • b.

    Tubuh sudah pernah terpapar antigen tersebut

    Pembahasan Opsi b:

    Respon imun non-spesifik mencakup mekanisme pertahanan tubuh yang bertindak segera terhadap patogen tanpa mengenali spesifik antigen, seperti pelepasan sel fagosit dan respon inflamasi. Pernyataan yang menyebutkan "Tubuh sudah pernah terpapar antigen tersebut" mengacu pada respon imun spesifik atau adaptif, di mana memori imunologis terbentuk setelah kontak dengan antigen tertentu. Oleh karena itu, pernyataan ini tidak sesuai dengan karakteristik respon imun non-spesifik, yang bersifat umum dan tidak bergantung pada paparan sebelumnya terhadap antigen.

  • c.

    Antigen baru

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban "Antigen baru" kurang tepat karena antigen merupakan molekul yang dikenali oleh sistem imun, dan dalam konteks ini, respon imun non-spesifik tidak membedakan antara antigen asing satu dengan yang lainnya. Respon imun non-spesifik meliputi komponen seperti phagocytes, sel natural killer, dan sistem komplemen yang bekerja secara umum terhadap semua patogen. Sebaliknya, respon imun spesifik berfungsi untuk mengenali dan mengingat antigen tertentu yang pernah bersentuhan dengan sistem imun, sehingga membedakan antara antigen baru dan yang sudah dikenali. Oleh karena itu, pernyataan tersebut tidak valid dalam mendefinisikan respon imun non spesifik.

  • d.

    Melalui proses fagositosis

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban "Melalui proses fagositosis" kurang tepat karena fagositosis adalah salah satu mekanisme respon imun non spesifik yang dilakukan oleh sel-sel sistem imun, seperti makrofag dan neutrofil, untuk mengekstrak dan menghancurkan patogen atau partikel asing. Proses ini merupakan bagian integral dari respon imun bawaan atau non spesifik, yang berfungsi sebagai garis pertahanan pertama dalam melawan infeksi. Dengan demikian, pernyataan ini tidak dapat dianggap benar dalam konteks pertanyaan karena menggambarkan respon imun non spesifik yang valid, sedangkan jawaban yang benar seharusnya menyatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip respon imun non spesifik.

  • e.

    Makrofag dan neutrophil memegang peran penting

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "Makrofag dan neutrophil memegang peran penting" kurang tepat sebagai pernyataan yang salah mengenai respon imun non spesifik, karena makrofag dan neutrophil adalah komponen utama dari sistem imun non spesifik. Mereka berfungsi sebagai sel-sel fagosit yang menyerang dan menghilangkan patogen serta sisa seluler. Respon imun non spesifik mencakup mekanisme pertahanan yang pertama kali bereaksi terhadap infeksi tanpa membedakan jenis patogen, berbeda dengan respon imun spesifik yang melibatkan sel-sel T dan B terhadap antigen tertentu. Oleh karena itu, pernyataan ini benar dan bukan pengecualian dalam konteks yang dimaksud.

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 7

Dua jenis hormon penting yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid adalah.....

  • a.

    Triiodotironin dan tiroksin

    Pembahasan Opsi a:

    Kelenjar tiroid menghasilkan hormon penting yaitu triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4) yang berperan dalam pengaturan metabolisme tubuh, pertumbuhan, dan perkembangan; T3 adalah bentuk aktif dengan efek lebih kuat, sementara T4 diubah menjadi T3 di jaringan perifer; kedua hormon ini juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh dan fungsi mental.

  • b.

    Melatonin dan kortisol

  • c.

    FSH dan LH

  • d.

    Insulin dan Glukagon

  • e.

    Timosin dan growth hormone

Kunci Jawaban yang Benar: a

Soal 8

Kelompok sel dalam respon imun spesifik yang dapat mengingat antigen disebut….

  • a.

    Polymorphonuklear

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban "Polymorphonuklear" kurang tepat karena sel ini lebih dikenal sebagai neutrofil, yang termasuk dalam kelompok sel darah putih non-spesifik. Fungsi utama neutrofil adalah fagositosis, yaitu menelan dan menghancurkan patogen atau partikel asing, bukan memori imun. Mereka berperan dalam respon imun bawaan dan tidak memiliki kemampuan untuk mengenali atau mengingat antigen. Sedangkan dalam konteks imun spesifik, sel yang dapat mengingat antigen adalah sel memori, yang termasuk dalam limfosit B dan T. Sel memori B dan T memiliki kemampuan untuk "mengingat" antigen tertentu setelah paparan awal dan merespons dengan lebih cepat dan efektif jika ada paparan selanjutnya, berbeda dengan sel polymorphonuklear yang tidak memiliki fungsi ini.

  • b.

    Central giant cell

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban "Central giant cell" kurang tepat dalam konteks pertanyaan yang menanyakan tentang kelompok sel dalam respon imun spesifik yang dapat mengingat antigen. Central giant cell merujuk pada sel yang biasanya ditemukan dalam kondisi patologis seperti granuloma atau tumor odontogenik, dan tidak berperan dalam respon imun spesifik. Fungsi utama dari sel raksasa sentral adalah dalam pembentukan granuloma dan pengaturan respons inflamasi lokal. Berbeda dengan jawaban yang benar, yaitu "sel memori", yang merupakan bagian dari sistem imun adaptif dan memiliki peran kunci dalam mengenali dan 'mengingat' antigen spesifik sehingga memberikan respon yang lebih cepat dan efektif pada paparan antigen berikutnya.

  • c.

    Neutrofil

    Pembahasan Opsi c:

    Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang termasuk dalam sistem imun bawaan, bukan respon imun spesifik. Mereka berfungsi terutama untuk menelan dan menghancurkan patogen melalui fagositosis, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengingat antigen dan memberikan respon spesifik terhadap paparan yang sama di masa depan. Dalam sistem imun spesifik, yang memiliki kemampuan untuk mengingat antigen adalah sel memori, seperti sel limfosit B dan T yang telah teraktivasi dan berdiferensiasi. Mereka menyimpan informasi tentang antigen tertentu dan memungkinkan tubuh merespon lebih cepat dan lebih efektif pada paparan berikutnya. Perbedaan utama antara neutrofil dan sel memori ini terletak pada kemampuan memori imun yang hanya dimiliki oleh sel-sel dalam sistem imun adaptif, sementara neutrofil tidak memilikinya.

  • d.

    Basofil

    Pembahasan Opsi d:

    Basofil merupakan jenis sel darah putih yang berperan dalam respon imun non-spesifik, terutama terkait reaksi alergi dan peradangan, melalui pelepasan histamin dan heparin. Basofil bukan bagian dari sistem memori imun, sehingga tidak berperan dalam mengingat antigen spesifik. Fungsi utama basofil berbeda dengan limfosit B memori dan limfosit T memori yang merupakan bagian dari sistem imun adaptif dan memiliki kemampuan untuk mengingat antigen setelah paparan awal. Dengan demikian, limfosit B dan T memori adalah jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini karena mereka bertindak dengan cara lebih cepat dan efektif saat terjadi paparan kedua kalinya terhadap antigen yang sama.

  • e.

    Memory cell

    Pembahasan Opsi e:

    Dalam sistem imun spesifik, kelompok sel yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan mengingat antigen setelah terpapar sebelumnya disebut memory cell. Sel ini merupakan bagian dari limfosit, di mana setelah infeksi atau vaksinasi, beberapa sel akan berdiferensiasi menjadi sel memori yang dapat bertahan lama dan quick dapat merespons ketika antigen yang sama masuk kembali ke dalam tubuh, sehingga menghasilkan respons imun yang lebih cepat dan efisien. Hal ini penting dalam memberikan kekebalan jangka panjang terhadap patogen tertentu.

Kunci Jawaban yang Benar: e

Tingkatkan Persiapan UKOMNAS PPDG Anda Bersama Umeds!

Setelah mencoba beberapa soal Biologi Oral, bagaimana rasanya? Apakah ada materi yang masih perlu diperdalam? Jangan khawatir! Umeds hadir sebagai solusi lengkap untuk persiapan UKOMNAS PPDG Anda. Kami menyediakan fitur-fitur unggulan seperti tryout online interaktif, video pembahasan yang detail untuk setiap soal, bank soal lengkap dari berbagai mata kuliah, serta kelas interaktif bersama tentor ahli.

Dengan Umeds, Anda tidak hanya mengerjakan soal, tetapi juga memahami konsep di baliknya. Fitur video pembahasan kami akan membantu Anda menguasai materi Biologi Oral secara mendalam, menjelaskan setiap jawaban dengan logika klinis yang kuat. Jadi, tunggu apa lagi? Kunjungi Umeds sekarang dan rasakan pengalaman belajar yang efektif dan menyenangkan!

Soal 9

Eksokrin pankreas (sel asinar) mengeluarkan kira-kira 1,5 L jus pankreas basa (Ion HCO3-) per hari dan mengirimkannya langsung ke duodenum. Apa fungsi dari jus pankreas basa?

  • a.

    Mengemulsi lipid di duodenum, meningkatkan pencernaan dan penyerapan duodenum

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban ini kurang tepat karena mengemulsi lipid adalah fungsi utama dari empedu dan enzim lipase, bukan jus pankreas basa. Jus pankreas yang kaya akan ion HCO3- berfungsi untuk menetralkan asam lambung yang masuk ke duodenum dari lambung, sehingga menciptakan lingkungan alkali yang optimal bagi enzim pencernaan untuk berfungsi. Selain itu, jus pankreas mengandung enzim-enzim penting seperti amilase, lipase, dan protease yang memang bertugas untuk mencerna karbohidrat, lemak, dan protein. Oleh karena itu, perbedaan utama terletak pada fungsi jus pankreas yang lebih berkaitan dengan pengaturan pH dan aktivasi enzim, bukan pengemulsian lipid yang dilakukan oleh zat lain.

  • b.

    Pencernaan kimiawi, dari makromolekul besar dalam makanan menjadi molekul yang lebih kecil

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban tersebut kurang tepat karena pencernaan kimiawi adalah proses yang dilakukan oleh enzim pencernaan, bukan jus pankreas basa. Jus pankreas basa terutama berfungsi untuk menetralkan keasaman chyme dari lambung saat memasuki duodenum, menyediakan pH yang optimal bagi enzim pencernaan untuk berfungsi. Sementara itu, pencernaan kimiawi melibatkan penguraian makromolekul menjadi molekul yang lebih kecil oleh enzim seperti amilase, lipase, dan protease, yang juga diproduksi oleh pankreas, tetapi bukan merupakan fungsi jus pankreas basa itu sendiri. Dengan demikian, perbedaan utama terletak pada fungsi netralisasi jus pankreas dibandingkan dengan fungsi enzim pencernaan yang terlibat dalam proses pencernaan.

  • c.

    Penyerapan molekul kecil dan air ke dalam darah dan kelenjar getah bening

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban yang salah ini kurang tepat karena penyerapan molekul kecil dan air ke dalam darah dan kelenjar getah bening adalah fungsi utama usus halus, bukan jus pankreas basa. Jus pankreas basa, yang terdiri dari ion HCO3-, berfungsi untuk menetralkan asam lambung yang masuk ke duodenum dari lambung, menciptakan lingkungan yang lebih basa yang diperlukan untuk aktivitas enzim pencernaan. Tanpa netralisasi asam tersebut, enzim yang berperan dalam pencernaan protein, karbohidrat, dan lemak tidak dapat berfungsi secara optimal. Dengan demikian, perbedaan utama antara kedua jawaban terletak pada fungsi spesifik jus pankreas basa yang lebih mengarah kepada pengaturan pH, dibandingkan dengan penyerapan yang merupakan fungsi dari bagian lain dari sistem pencernaan.

  • d.

    Menetralkan kimus asam yang masuk ke duodenum dari lambung dan menetapkan pH untuk aktivitas optimal enzim pankreas

    Pembahasan Opsi d:

    Dalam soal ini, disebutkan bahwa sel asinar pankreas menghasilkan sekitar 1,5 L jus pankreas basa yang mengandung ion HCO3- setiap harinya dan disalurkan ke duodenum. Diagnosis dari kasus ini adalah memahami fungsi jus pankreas basa, yang secara khusus bertujuan untuk menetralkan kimus asam yang berasal dari lambung serta menciptakan pH yang optimal bagi kerja enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan pankreas. Ciri khas dari soal ini adalah penekanan pada peran ion HCO3- dalam proses pencernaan. Dengan menetralkan asam lambung, jus pankreas membantu menciptakan lingkungan yang tepat untuk enzim pencernaan, sehingga meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi di usus halus.

  • e.

    Eliminasi komponen makanan yang tidak dapat dicerna dan tidak diserap

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "Eliminasi komponen makanan yang tidak dapat dicerna dan tidak diserap" kurang tepat karena fungsi jus pankreas basa, yang sebagian besar terdiri dari ion bikarbonat (HCO3-), adalah untuk menetralkan asam lambung yang masuk ke duodenum dari lambung, bukan untuk mengeliminasi makanan. Jus pankreas juga mengandung enzim pencernaan yang membantu memecah karbohidrat, protein, dan lemak. Di sisi lain, eliminasi komponen makanan yang tidak dicerna adalah tugas usus besar, di mana sisa-sisa makanan dan limbah dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, fungsi utama jus pankreas adalah menciptakan pH yang optimal untuk aktivitas enzim pencernaan dalam duodenum.

Kunci Jawaban yang Benar: d

Soal 10

Pada trimester kedua akan terbentuk rongga mulut primitive yang disebut dengan…..

  • a.

    Brachi

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban "Brachi" kurang tepat karena "Brachi" merujuk pada istilah yang lebih berkaitan dengan embriologi umum, khususnya pada pembentukan struktur tubuh bagian atas seperti lengan. Dalam konteks pembentukan rongga mulut pada trimester kedua kehamilan, yang dimaksud adalah perkembangan "stomodeum". Stomodeum adalah rongga mulut primitif yang mulai terbentuk pada minggu keempat perkembangan embrio dan menjadi cikal bakal dari mulut dan struktur terkait. Perbedaan utama dengan "Brachi" adalah bahwa "stomodeum" secara spesifik mengacu pada struktur awal perkembangan rongga mulut, sedangkan "Brachi" lebih berhubungan dengan pembentukan anggota tubuh.

  • b.

    Stomodeum

    Pembahasan Opsi b:

    Pada trimester kedua kehamilan, perkembangan embrio menghasilkan rongga mulut primitive yang dikenal sebagai stomodeum, yang merupakan awal dari pembentukan struktur oral yang lebih kompleks, termasuk rahang dan gigi; hal ini penting untuk dijadikan perhatian dalam memahami perkembangan anatomi mulut pada janin, serta konsekuensi dari gangguan perkembangan yang dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut di kemudian hari.

  • c.

    Palatum

    Pembahasan Opsi c:

    Jawaban "palatum" kurang tepat karena palatum adalah istilah yang merujuk pada langit-langit mulut, yang terletak di atas rongga mulut. Sementara itu, rongga mulut primitif dikenal sebagai stomodeum, terbentuk selama perkembangan embrionik pada trimester kedua. Stomodeum merupakan invaginasi dari ektoderm pada area kepala embrio yang nantinya berkembang menjadi rongga mulut dan struktur terkait lainnya. Perbedaan utama terletak pada fungsi dan lokasi; palatum berfungsi sebagai pembatas antara rongga mulut dan rongga hidung, sementara stomodeum adalah struktur awal rongga mulut. Oleh karena itu, stomodeum merupakan jawaban yang lebih tepat untuk pertanyaan tersebut.

  • d.

    Prominence

    Pembahasan Opsi d:

    Jawaban yang salah adalah "Prominence". Istilah "Prominence" mengacu pada tonjolan atau struktur menonjol yang merupakan bagian dari pertumbuhan dan perkembangan wajah, seperti prosesus maksilaris dan mandibularis. Pada trimester kedua, yang terbentuk adalah "stomodeum", yaitu rongga mulut primitif. Stomodeum adalah depresi permukaan embrio yang akan berkembang menjadi rongga mulut. Perbedaan utama antara "prominence" dan "stomodeum" adalah bahwa prominence lebih merujuk pada struktur fisik yang membentuk wajah, sedangkan stomodeum adalah awal dari pembentukan rongga mulut. Oleh karena itu, jawaban yang benar untuk pertanyaan ini adalah "stomodeum", bukan "prominence".

  • e.

    Cephalic

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban “Cephalic” kurang tepat untuk pertanyaan ini, karena “cephalic” merujuk pada arah atau posisi yang berhubungan dengan kepala, dan bukan istilah yang digunakan untuk menggambarkan struktur rongga mulut primitif. Istilah yang tepat untuk rongga mulut primitif yang terbentuk pada trimester kedua adalah “stomodeum”. Stomodeum adalah depresi ectoderm yang berkembang menjadi mulut dan mulai terbentuk pada tahap awal perkembangan embrio manusia. Itu berperan penting dalam pembentukan struktur wajah dan rongga mulut. Perbedaan utama antara “cephalic” dan “stomodeum” adalah bahwa “cephalic” lebih bersifat deskriptif lokasi anatomi sedangkan “stomodeum” merupakan istilah spesifik untuk embriologi rongga mulut.

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 11

Filamen tebal pada diagram adalah … dan filamen tipis adalah …

  • a.

    Aktin, myosin

    Pembahasan Opsi a:
    • Jawaban Aktin, Myosin kurang tepat. Dalam konteks histologi jaringan otot, filamen tebal pada diagram adalah myosin dan filamen tipis adalah aktin. Oleh karena itu, jawaban seharusnya Myosin, Aktin.
    • Myosin merupakan protein motor yang berperan dalam kontraksi sel otot dan terletak sebagai filamen tebal. Sedangkan aktin adalah protein penyusun filamen tipis yang berinteraksi dengan myosin untuk menghasilkan gerakan kontraksi otot.
    • Jawaban salah menukar posisi antara kedua jenis filamen tersebut, dimana filamen tebal (myosin) dan filamen tipis (aktin) memiliki peran dan struktur yang berbeda dalam mekanisme kontraksi otot.
  • b.

    Myofibril, aktifibril

    Pembahasan Opsi b:

    Jawaban "myofibril, aktifibril" kurang tepat karena dalam konteks anatomi otot, filamen tebal dan tipis merujuk pada elemen submikroskopik yang lebih spesifik dari myofibril itu sendiri. Myofibril adalah struktur serat otot yang terdiri dari unit-unit kontraktil yang disebut sarkomer, dan di dalam sarkomer, terdapat filamen tebal dan tipis. Filamen tebal terdiri dari protein miosin, sedangkan filamen tipis terdiri dari protein aktin. Oleh karena itu, istilah yang lebih tepat untuk filamen tebal dan tipis adalah "miosin" dan "aktin" daripada "myofibril" dan "aktifibril". Perbedaan utamanya adalah bahwa istilah myofibril mengacu pada keseluruhan struktur serat kontraktil sedangkan miosin dan aktin merujuk langsung pada jenis dan fungsi masing-masing protein dalam kontraksi otot.

  • c.

    Aktifibril, myofibril

    Pembahasan Opsi c:

    Pembahasan: Jawaban yang kurang tepat adalah Aktifibril, myofibril. Filamen tebal seharusnya merujuk pada myosin, sedangkan filamen tipis adalah aktin. Aktifibril bukanlah istilah yang tepat dalam konteks biologi sel otot, sedangkan myofibril adalah struktur yang lebih besar yang terdiri dari filamen tebal (myosin) dan tipis (aktin) dalam otot rangka. Perbedaan utama terletak pada peran dan lokasinya, di mana myosin dan aktin terlibat langsung dalam mekanisme kontraksi otot, sementara myofibril adalah komponen penyusunnya. Dengan memahami terminologi dan fungsi ini, kita bisa lebih jelas mengidentifikasi peran tiap komponen dalam kontraksi otot.

  • d.

    Myosin, aktin

    Pembahasan Opsi d:

    Dalam konteks mekanisme kontraksi otot, filamen tebal pada diagram biasanya merujuk pada protein myosin, sedangkan filamen tipis adalah aktin; myosin bertanggung jawab untuk menghasilkan gaya dan menarik filamen aktin selama proses kontraksi otot. Ciri khas dari myosin adalah bahwa ia memiliki kepala yang dapat mengikat dan memompa ATP, sedangkan aktin memiliki titik pengikatan untuk myosin, yang memungkinkan interaksi antara kedua filamen ini. Pemahaman tentang struktur ini penting dalam fisiologi otot dan dapat membantu dalam diagnosis kondisi otot yang berkaitan dengan fungsionalitas aktin dan myosin, seperti miopati. Dari sudut pandang perawatan, kondisi berkaitan dengan disfungsi otot dapat memerlukan fisioterapi atau intervensi medis lainnya untuk memulihkan fungsi otot.

  • e.

    Aktin, miofibrin

    Pembahasan Opsi e:

    Jawaban "Aktin, miofibrin" kurang tepat karena filamen tebal pada otot bukanlah aktin, melainkan miosin, dan filamen tipis adalah aktin, bukan miofibrin. Aktin adalah protein yang membentuk filamen tipis dalam sel otot yang berperan dalam kontraksi otot dengan berinteraksi dengan miosin, yang membentuk filamen tebal. Miofibril adalah struktur kompleks dalam sel otot yang terdiri dari susunan berulang dari filamen aktin dan miosin, bersama dengan protein lainnya, tetapi "miofibrin" bukanlah istilah yang tepat atau umum dalam konteks anatomi dan fisiologi otot. Maka, jawaban yang benar seharusnya adalah "miosin, aktin," di mana miosin sebagai filamen tebal dan aktin sebagai filamen tipis yang berperan dalam mekanisme sliding filament untuk kontraksi otot. Perbedaan mendasar antara jawaban ini dengan yang benar adalah pada identifikasi yang tepat dari protein filamen tebal dan tipis dalam diagram otot.

Kunci Jawaban yang Benar: d

Soal 12

Transverse lateral sulcus akan membali lobus otak apa saja?

  • a.

    Lobus frontal dengan lobus parietal

  • b.

    Lobus frontal dengan lobus oksipital

  • c.

    Lobus oksipital dengan lobus frontal

  • d.

    Lobus oksipital dengan lobus temporal

  • e.

    Lobus parietal dengan lobus temporal

    Pembahasan Opsi e:

    Transverse lateral sulcus, atau sulkus lateral, merupakan struktur anatomi yang memisahkan lobus temporal dari lobus parietal di otak; ciri khas soal ini berhubungan dengan pemahaman struktur otak dan fungsi masing-masing lobus, yang penting dalam konteks neurologi dan dampaknya pada fungsi kognitif; dalam klasifikasi, sulkus ini merupakan salah satu dari banyak sulkus yang membantu dalam pembentukan korteks serebri.

Kunci Jawaban yang Benar: e

Soal 13

Mindy, pasien laki-laki berusia 64 tahun mengeluh nyeri hebat di gigi atas belakang kanan yang sudah dideritanya sejak seminggu yang lalu. Mindy memiliki riwayat hipertensi. Hasil pemeriksaan tekanan darah adalah 170/100 mmHg. Apakah hormon yang terlibat pada proses peningkatan tekanan darah dalam kasus tersebut?



  • a.

    Kortisol

    Pembahasan Opsi a:

    Jawaban "Kortisol" kurang tepat dalam konteks kasus ini. Kortisol adalah hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan sering disebut sebagai hormon stres. Meskipun kortisol dapat secara tidak langsung mempengaruhi tekanan darah melalui mekanisme retensi natrium dan cairan, hormon ini bukanlah penyebab utama peningkatan tekanan darah yang spesifik, terutama dalam konteks kasus ini. Sebaliknya, hormon yang lebih relevan dengan peningkatan tekanan darah secara langsung adalah Angiotensin II, bagian dari sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS), yang berfungsi mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. Berbeda dengan kortisol, Angiotensin II memiliki peran lebih langsung dan signifikan dalam regulasi tekanan darah. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan peran berbagai hormon dalam regulasi sistem kardiovaskular.

  • b.

    Tiroksin

    Pembahasan Opsi b:

    Tiroksin adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid dan berperan dalam meningkatkan laju metabolisme basal dalam tubuh serta regulasi pertumbuhan dan perkembangan. Namun, tiroksin tidak langsung berhubungan dengan pengaturan tekanan darah. Hormon utama yang terlibat dalam peningkatan tekanan darah adalah angiotensin II, yang merupakan bagian dari sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS). Angiotensin II bekerja dengan menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah dan meningkatkan volume darah dengan merangsang pelepasan aldosteron, yang menyebabkan ginjal menahan natrium dan air. Oleh karena itu, tiroksin bukanlah hormon yang tepat dalam konteks ini untuk peningkatan tekanan darah pada Mindy.

  • c.

    ADH

    Pembahasan Opsi c:

    Kasus Mindy menunjukkan bahwa pasien berusia 64 tahun dengan keluhan nyeri gigi dan riwayat hipertensi memiliki tekanan darah tinggi yang signifikan. Diagnosis yang mungkin terkait adalah peningkatan tekanan akibat stres nyeri, di mana hormon yang terlibat adalah ADH (Antidiuretic Hormone atau hormon antidiuretik) yang berfungsi meningkatkan reabsorpsi air di ginjal, sehingga volume darah meningkat dan tekanan darah juga ikut naik. Selain itu, stres pada rasa nyeri dapat memicu pelepasan hormon katekolamin seperti norepinefrin yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Dalam perawatan, penting untuk mengatasi masalah nyeri gigi dan mempertimbangkan pengelolaan hipertensi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

  • d.

    Vasopresin

    Pembahasan Opsi d:

    Vasopresin, juga dikenal sebagai hormon antidiuretik (ADH), memiliki peran dalam mengatur keseimbangan air dalam tubuh dengan meningkatkan reabsorpsi air di ginjal, tetapi bukan hormon utama yang terlibat langsung dalam peningkatan tekanan darah. Vasopresin memang dapat menyebabkan vasokonstriksi yang meningkatkan tekanan darah, tetapi pengaruhnya lebih signifikan dalam konteks dehidrasi. Pada kasus hipertensi seperti pada Mindy, hormon utama yang biasanya terlibat adalah Angiotensin II, yang merupakan bagian dari sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron (RAAS). Angiotensin II menyebabkan vasokonstriksi yang kuat dan merangsang sekresi aldosteron yang meningkatkan tekanan darah secara lebih signifikan dibandingkan vasopresin. Maka, meskipun vasopresin terkait dengan regulasi tekanan darah, mekanisme utamanya berbeda dibandingkan dengan Angiotensin II yang secara langsung berpengaruh pada hipertensi Mindy.

  • e.

    Mineralokortikoid

    Pembahasan Opsi e:

    hormon mineralokortikoid (terutama aldosteron) dapat meningkatkan reabsorpsi natrium dan air pada ginjal, meningkatkan volume darah sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Hormon ini sangat terkait dengan hipertensi kronis.

Kunci Jawaban yang Benar: e

Soal 14

Apa komponen yang membentuk pelvis ginjal?

  • a.

    Kaliks minor

  • b.

    Kaliks mayor

    Pembahasan Opsi b:

    Pelvis ginjal adalah struktur yang berfungsi sebagai tempat pengumpulan urin sebelum menuju ureter, dan dibentuk oleh beberapa komponen utama, yaitu kaliks mayor, kaliks minor, dan area yang disebut cup renal; dalam hal ini, kaliks mayor merupakan komponen utama yang mengumpulkan urin dari kaliks minor dan mengarahkan urin ke ureter. Ciri khas dari pertanyaan ini terletak pada pemahaman tentang anatomi ginjal dan sistem saluran kemih, di mana kaliks mayor adalah penghubung vital dalam proses ini.

  • c.

    Nefron

  • d.

    Korteks ginjal

  • e.

    Medula renalis

Kunci Jawaban yang Benar: b

Soal 15

Asiklovir memiliki waktu paruh eliminasi sekitar…..

  • a.

    1 jam

  • b.

    2-3,5 jam

    Pembahasan Opsi b:

    Asiklovir adalah obat antiviral yang digunakan untuk mengobati infeksi herpes simpleks dan varicella zoster; waktu paruh eliminasi asiklovir berkisar antara 2-3,5 jam, yang merupakan informasi penting untuk mempertimbangkan dosis dan frekuensi pemberian obat dalam praktik klinis. Obat ini terutama diekskresikan melalui ginjal, sehingga pemikirannya dalam menjawab soal ini perlu mempertimbangkan fungsi ginjal pasien yang dapat mempengaruhi waktu paruhnya.

  • c.

    4-6 jam

  • d.

    30-45 menit

  • e.

    15-45 menit

Kunci Jawaban yang Benar: b

Terus Berlatih, Raih Kesuksesan UKOMNAS PPDG!

Selamat! Anda telah menyelesaikan tryout soal Biologi Oral ini. Ingatlah, kunci keberhasilan dalam UKOMNAS PPDG adalah konsistensi dalam belajar dan berlatih. Setiap soal yang Anda kerjakan, setiap kesalahan yang Anda identifikasi, adalah langkah maju menuju pemahaman yang lebih baik dan peningkatan skor Anda.

Jangan berhenti di sini. Teruslah asah kemampuan Anda dengan berbagai tryout dan materi belajar yang tersedia di Umeds. Dengan dedikasi dan dukungan dari Umeds, kami yakin Anda akan mampu meraih hasil terbaik di UKOMNAS PPDG 2026 dan menjadi Dokter Gigi profesional yang kompeten. Semangat belajar!

Persiapkan UKOMNAS PPDG Kamu Bersama Umeds!

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman. Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi.

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds