Madiun — Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Jawa Timur menggelar aksi sikat gigi massal yang diikuti ribuan siswa sekolah dasar di Pendopo Ronggo Djumeno, Kota Madiun, Senin (29/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari program promosi kesehatan gigi dan mulut yang rutin digelar PDGI Jatim bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak sekolah.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini melibatkan dokter gigi praktisi, dosen, serta mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi (FKG) dari sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Selain menyikat gigi secara bersama, peserta juga mendapat edukasi singkat mengenai cara menyikat gigi yang benar, pemilihan sikat gigi sesuai usia, serta pentingnya kontrol rutin ke dokter gigi enam bulan sekali.
Target Penurunan Karies Anak
Ketua PDGI Jawa Timur dalam sambutannya menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari gerakan jangka panjang untuk menurunkan prevalensi karies pada anak Indonesia yang angkanya masih tinggi. Berdasarkan data Riskesdas, lebih dari 90 persen anak usia sekolah dasar di Indonesia pernah mengalami gigi berlubang, mayoritas tanpa penanganan.
"Kegiatan seperti ini melatih anak-anak membangun kebiasaan sikat gigi dua kali sehari dengan teknik yang benar. Kami berharap keterlibatan dokter gigi dan calon dokter gigi bisa menjadi edukasi langsung yang mudah dipahami anak," ujar salah satu perwakilan PDGI Jatim di lokasi acara.
Peran Mahasiswa Kedokteran Gigi
Kehadiran mahasiswa FKG dalam aksi ini menjadi bagian penting dari pembelajaran lapangan. Mereka tidak hanya mendampingi dokter gigi saat melakukan pemeriksaan, tetapi juga mendapat kesempatan untuk melatih komunikasi edukatif kepada masyarakat, sebuah kompetensi yang wajib dikuasai sejak bangku kuliah.
Beberapa agenda teknis yang dijalankan mahasiswa antara lain:
- Mendemonstrasikan teknik sikat gigi modifikasi Bass dan Fones kepada siswa kelas 4–6 SD.
- Melakukan skrining awal kondisi gigi anak dengan supervisi dokter gigi.
- Mencatat data sederhana seperti frekuensi sikat gigi, keluhan sakit gigi, dan kebiasaan konsumsi makanan manis.
- Mendistribusikan sikat gigi dan pasta gigi baru yang disediakan panitia.
Bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan UKMP2DG, pengalaman komunikasi kesehatan seperti ini kerap muncul dalam soal maupun station uji OSCE, sehingga keterlibatan langsung di lapangan memberi nilai tambah yang sulit digantikan oleh pembelajaran di kelas.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Sekolah
Pemkot Madiun melalui Dinas Kesehatan menyambut baik kegiatan ini dan menyediakan fasilitas tenda, air bersih, serta logistik pemeriksaan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Madiun menyebut program sejenis akan diperluas ke sekolah-sekolah lain di empat kecamatan secara bergiliran sepanjang tahun.
Sementara itu, pihak sekolah mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini karena banyak siswa yang selama ini belum pernah mendapat pemeriksaan gigi gratis. Orang tua yang hadir mendampingi berharap kegiatan serupa bisa dilakukan lebih sering, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan dokter gigi.
Tips Praktis untuk Mahasiswa FKG
Bagi mahasiswa kedokteran gigi yang ingin terlibat dalam kegiatan serupa atau sekadar mempersiapkan diri menghadapi ujian kompetensi, beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Pelajari kembali teknik sikat gigi yang direkomendasikan PDGI dan Persatuan Dokter Gigi Anak Indonesia (PDGAI).
- Latih kemampuan menjelaskan prosedur sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
- Pahami alur skrining gigi dasar, mulai dari inspeksi visual, palpasi, hingga pencatatan Odontogram.
- Manfaatkan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bahan portofolio yang relevan untuk lamara kerja atau PPDS.
Aksi sikat gigi bersama di Madiun ini rencananya akan ditutup dengan pelaporan hasil skrining gigi siswa kepada sekolah dan orang tua, sekaligus menjadi bahan rekomendasi bagi puskesmas setempat untuk tindak lanjut perawatan.
Bagi mahasiswa FKG yang ingin mengikuti kegiatan serupa, informasi agenda PDGI cabang masing-masing biasanya diumumkan melalui akun resmi media sosial PDGI, fakultas, atau komunitas alumni. Partisipasi aktif di kegiatan lapangan seperti ini tidak hanya memperkaya pengalaman klinis, tetapi juga menjadi bekal penting dalam praktik dokter gigi yang berorientasi pada pencegahan.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


