Mahasiswa FKG UI Raih Juara 1 Case Report di Simposium Internasional Dentisphere 6 Surabaya

Mahasiswa FKG UI Raih Juara 1 Case Report di Simposium Internasional Dentisphere 6 Surabaya

Mindy
Published on 23 Juni 2026

Surabaya — Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Penyakit Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), drg. Fildzah Nurul Fajrin, berhasil meraih Juara 1 kategori Case Report Oral Presentation Award pada International Symposium DENTISPHERE 6 yang digelar di Shangri-La Surabaya pada 5–6 Juni 2026. Pencapaian ini menambah daftar prestasi sivitas akademika FKG UI di forum ilmiah internasional.

Tentang DENTISPHERE 6

DENTISPHERE (Dentistry Update and Scientific Atmosphere) merupakan simposium internasional tahunan yang memasuki tahun keenam dan diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah, Surabaya. Mengusung tema “Next-Generation Dentistry: Bridging Science and Clinical Excellence”, forum ini mempertemukan akademisi, peneliti, klinisi, dan mahasiswa kedokteran gigi untuk membahas perkembangan ilmu, teknologi, serta praktik klinis terkini di bidang kedokteran gigi.

Selain sesi presentasi kasus dan ilmiah, DENTISPHERE 6 juga dirangkaikan dengan kegiatan pengabdian masyarakat, termasuk program D'Edukasi yang menyasar 1.000 santri di Bangkalan, serta kolaborasi riset di bidang Biomarine Science in Dentistry yang memanfaatkan sumber daya kelautan Indonesia untuk inovasi kesehatan gigi dan mulut.

Karya Ilmiah yang Dibawakan

Pada kompetisi tersebut, drg. Fildzah mempresentasikan laporan kasus berjudul “Antituberculosis Drug-Induced Severe Mucocutaneous Reaction in Immunocompromised and Geriatric: A Two-Case Clinical Spectrum”. Presentasi ini mengangkat spektrum manifestasi klinis reaksi mukokutaneus berat akibat penggunaan obat antituberkulosis pada pasien geriatri dan imunokompromais, sebuah tantangan penting dalam praktik kedokteran gigi.

Reaksi mukokutaneus berat, termasuk sindrom Stevens-Johnson dan toxic epidermal necrolysis, merupakan kondisi langka namun berpotensi mengancam jiwa yang dapat menjadi temuan awal pada pemeriksaan rongga mulut. Pemahaman mendalam mengenai spektrum klinis kondisi ini menjadi kompetensi wajib bagi dokter gigi, terutama yang terlibat dalam penanganan pasien rawat inap dan kolaborasi dengan disiplin ilmu lain.

Pembimbing dan Proses Penyusunan

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan Dr. drg. Anandina Irmagita, Sp.P.M., Subsp. NonInf., dan Prof. Dr. drg. Febrina Rahmayanti, Sp.P.M., Subsp. Inf.Im., yang mendampingi penyusunan dan pengembangan karya ilmiah hingga tahap presentasi internasional. Pendampingan dari pembimbing klinis spesialis penyakit mulut menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas substansi kasus yang diangkat.

Reaksi Civitas Akademika

Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D., PBO., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. “Prestasi ini menunjukkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pembinaan akademik yang terus dikembangkan di FKG UI. Kami berharap capaian ini dapat menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” ujar Prof. Lisa.

Sementara itu, drg. Fildzah mengungkapkan rasa syukurnya. “Kesempatan untuk mempresentasikan kasus pada forum internasional sekaligus memperoleh penghargaan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu penyakit mulut,” ujarnya.

Arti Penting bagi Mahasiswa FKG

Bagi mahasiswa kedokteran gigi, capaian ini menegaskan tiga hal. Pertama, pendidikan spesialis di FKG UI membuka ruang kontribusi pada tataran internasional melalui presentasi kasus klinis. Kedua, kemampuan menyusun laporan kasus yang baik—mulai dari anamnesis, dokumentasi, analisis, hingga diskusi berbasis bukti—tetap menjadi modal penting dalam karier dokter gigi, termasuk dalam persiapan menghadapi uji kompetensi seperti UKMP2DG. Ketiga, jejaring akademik yang dibangun lewat simposium internasional dapat membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan karier di masa depan.

Ketua panitia DENTISPHERE 6, Chaterina Diyah Nanik Kusumawardani, drg., Sp.Pros., FICD, sebelumnya menyampaikan bahwa DENTISPHERE telah berkembang menjadi platform internasional yang mempertemukan ilmu pengetahuan, inovasi, dan jejaring profesional untuk memajukan dunia kedokteran gigi. Ajang ini menjadi salah satu agenda rutin yang dinantikan komunitas kedokteran gigi nasional.

Penutup

Pencapaian drg. Fildzah Nurul Fajrin di DENTISPHERE 6 menjadi pengingat bahwa pendidikan dokter gigi di Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional, baik pada jenjang profesi, spesialis, maupun akademik. Bagi mahasiswa FKG yang tengah menyiapkan diri menghadapi UKMP2DG atau merintis karier akademik, kisah ini dapat menjadi penyemangat untuk mulai aktif menulis laporan kasus, mengikuti simposium, dan membangun portofolio ilmiah sejak dini.

📲 Download Aplikasi Umeds

Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds