Kanker Mulut: Definisi, Tanda Awal, Klasifikasi ICD-10, Staging TNM, dan Penatalaksanaan Lengkap untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Kanker Mulut: Definisi, Tanda Awal, Klasifikasi ICD-10, Staging TNM, dan Penatalaksanaan Lengkap untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Mindy
Published on 30 Juni 2026

Kanker Mulut: Definisi, Tanda Awal, Klasifikasi ICD-10, Staging TNM, dan Penatalaksanaan Lengkap untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi

Kanker mulut (oral cancer) merupakan keganasan primer yang terjadi pada jaringan rongga mulut, termasuk lidah, dasar mulut, gingiva, palatum, mukosa bukal, dan bibir. Lebih dari 90% kasus merupakan oral squamous cell carcinoma (OSCC) yang berasal dari sel epitel skuamosa. Di Indonesia, kanker mulut tercatat sebagai salah satu dari 10 besar kanker terbanyak pada laki-laki dan berisiko tinggi pada kelompok perokok, pengguna alkohol, serta individu yang terinfeksi HPV subtipe tertentu. Bagi mahasiswa FKG, pemahaman tentang kanker mulut bukan sekadar teori: dokter gigi adalah garda terdepan dalam deteksi dini karena lesi awal sering kali berada di area yang terlihat saat pemeriksaan rutin.

Apa Itu Kanker Mulut

Kanker mulut adalah pertumbuhan sel abnormal ganas pada struktur rongga mulut yang dapat menyerang jaringan lunak, tulang rahang, kelenjar ludah minor, hingga struktur limfoid. World Health Organization (WHO) mengelompokkannya dalam kategori neoplasma ganas bibir, rongga mulut, dan faring (kode ICD-10 C00-C14). Di Indonesia, berdasarkan data Globocan 2022, kanker mulut dan orofaring menyumbang sekitar 5-6% dari seluruh kasus kanker baru, dengan angka kejadian lebih tinggi pada laki-laki usia 40-70 tahun. Kanker ini sering berkembang dari oral potentially malignant disorders (OPMD) seperti leukoplakia, eritroplakia, dan oral submucous fibrosis (OSF) yang tidak ditangani.

Perbedaan Kanker Mulut dan Kanker Rongga Mulut

Istilah kanker mulut dan kanker rongga mulut sering dipakai bergantian, tetapi keduanya merujuk pada lesi ganas yang muncul di area intraoral. Perbedaan utama terletak pada cakupan anatomis: kanker mulut mencakup bibir dan struktur intraoral, sementara kanker rongga mulut lebih spesifik ke jaringan di dalam mulut (lidah, dasar mulut, gingiva, palatum keras, mukosa bukal). Klasifikasi kanker faring, nasofaring, dan laring berada di luar lingkup istilah ini meskipun sering dibicarakan bersama.

Mengapa Dokter Gigi Harus Tahu

Pada 50-60% kasus, kanker mulut baru terdiagnosis pada stadium lanjut (stadium III-IV) ketika prognosis sudah menurun drastis. Dokter gigi memiliki kesempatan unik karena melakukan pemeriksaan rongga mulut secara rutin, bahkan saat pasien tidak mengeluh apa-apa. Pemeriksaan visual dan palpasi sederhana yang dilakukan pada kunjungan scaling, tambal gigi, atau kontrol rutin dapat menangkap lesi mencurigakan sejak fase pra-kanker. American Dental Association (ADA) dan WHO merekomendasikan opportunistic screening pada setiap kunjungan gigi untuk populasi usia di atas 40 tahun.

Penyebab dan Faktor Risiko

Kanker mulut adalah penyakit multifaktorial. Sekitar 75-80% kasus berkaitan dengan gaya hidup dan paparan lingkungan yang dapat dimodifikasi.

Faktor Risiko Utama

Tembakau merupakan faktor risiko terkuat. Merokok sigaret meningkatkan risiko 6-15 kali lipat, dan risiko ini bersifat dose-dependent (bertambah dengan jumlah batang per hari dan lama kebiasaan). Penggunaan smokeless tobacco (sirih, tembakau kunyah) terkait erat dengan kanker pada mukosa bukal dan gingiva. Alkohol bersifat sinergis dengan tembakau: kombinasi keduanya meningkatkan risiko hingga 35 kali lipat pada pengguna berat. Infeksi HPV subtipe 16 dan 18 berperan penting pada kanker orofaring dan sebagian kanker lidah, dengan mekanisme berbeda dari kasus terkait tembakau. Paparan sinar UV adalah faktor spesifik untuk kanker bibir (terutama bibir bawah), umum pada pekerja outdoor seperti petani dan nelayan.

Faktor Risiko Lainnya

Selain empat faktor utama di atas, risiko kanker mulut juga meningkat pada individu dengan:

  • Riwayat keluarga kanker kepala-leher
  • Diet rendah buah dan sayur (kurang vitamin A, C, E)
  • Imunosupresi (HIV/AIDS, pasca-transplantasi)
  • Paparan bahan kimia tertentu (formaldehid, asbes, kayu)
  • Oral lichen planus erosif (kontroversial, dianggap OPMD berisiko rendah)
  • Displasia epitel pada lesi OPMD yang tidak ditangani

Kelompok Risiko Tinggi

Laki-laki usia 50 tahun ke atas dengan riwayat merokok puluhan tahun adalah profil klasik. Namun, tren kanker terkait HPV pada dewasa muda (usia 30-45 tahun) menunjukkan pola baru tanpa faktor tembakau. Mahasiswa FKG perlu mengenali bahwa tidak ada pasien bebas risiko; lesi bisa muncul pada siapa saja.

Tanda dan Gejala Kanker Mulut

Tanda awal kanker mulut sering tidak nyeri, sehingga pasien cenderung menunda kunjungan. Mengetahui pola lesi mencurigakan adalah keterampilan wajib bagi dokter gigi.

Tanda Awal yang Perlu Diwaspadai

Lesi mencurigakan memiliki karakteristik berikut dan harus dirujuk untuk biopsi jika tidak sembuh dalam 2 minggu setelah eliminasi faktor iritasi:

  • Sariawan yang tidak sembuh lebih dari 2 minggu, terutama pada lidah, dasar mulut, atau palatum
  • Bercak putih (leukoplakia) yang tidak dapat dihapus dengan kasa, terutama dengan permukaan bertekstur tidak rata
  • Bercak merah (eritroplakia) yang tampak seperti velvet, memiliki risiko transformasi ganas tertinggi (sampai 50%)
  • Bercak merah-putih campuran (erythroleukoplakia)
  • Benjolan di lidah, dasar mulut, atau leher yang tidak nyeri
  • Kesulitan mengunyah, menelan, atau menggerakkan lidah
  • Suara menjadi serak atau perubahan suara bicara

Gejala Lanjutan

Pada stadium lanjut, gejala dapat berupa nyeri hebat, perdarahan spontan, kebas pada lidah atau bibir, gigi goyang tanpa sebab jelas, pembengkakan rahang, dan penurunan berat badan drastis. Adanya pembesaran kelenjar getah bening leher unilateral yang keras dan tidak nyeri sering menandakan metastasis ke kelenjar limfe regional (stadium N+).

Aturan 2 Minggu

WHO dan banyak guidelines internasional menganut prinsip: setiap lesi rongga mulut yang tidak sembuh dalam 2 minggu setelah eliminasi faktor penyebab lokal (trauma gigi, kalkulus tajam, tambalan overhang) harus dianggap ganas sampai terbukti sebaliknya. Ini adalah prinsip kerja yang harus dihafal mahasiswa FKG untuk stase Penyakit Mulut.

Klasifikasi ICD-10 Kanker Mulut

Klasifikasi International Classification of Diseases (ICD-10) mengelompokkan kanker mulut berdasarkan lokasi anatomis primer:

Kode ICD-10Lokasi Anatomis
C00Neoplasma ganas bibir (C00.0 bibir atas luar, C00.1 bibir bawah luar, C00.3 mukosa bibir atas, C00.4 mukosa bibir bawah, C00.6 commissure bibir, C00.8 lesi overlapping bibir, C00.9 bibir unspecified)
C01Neoplasma ganas dasar mulut (base of tongue)
C02Neoplasma ganas lidah (C02.0 dorsum linguae, C02.1 tepi lidah, C02.2 ventrolateral, C02.3 anterior 2/3 lidah, C02.4 tonsil lingual, C02.8 overlapping lidah, C02.9 lidah unspecified)
C03Neoplasma ganas gingiva (C03.0 gingiva atas, C03.1 gingiva bawah)
C04Neoplasma ganas dasar mulut (floor of mouth) (C04.0 anterior, C04.1 lateral, C04.8 overlapping, C04.9 unspecified)
C05Neoplasma ganas palatum (C05.0 palatum keras, C05.1 palatum lunak, C05.2 uvula, C05.8 overlapping, C05.9 unspecified)
C06Neoplasma ganas mulut lain dan unspecified (C06.0 mukosa bukal, C06.1 vestibulum mulut, C06.2 regio retromolar, C06.8 overlapping, C06.9 mulut unspecified)
C09Neoplasma ganas tonsil (termasuk sebagian orofaring)

Untuk kepentingan klinis dan staging, kanker rongga mulut umumnya dirujuk sebagai oral cavity cancer (C00-C06), sedangkan kanker orofaring (C09-C10) sering dipisahkan karena perbedaan profil risiko (HPV-related) dan pendekatan terapi.

Kode ICD-9-CM untuk Prosedur

Dalam dokumentasi prosedur diagnostik dan terapi, kode yang relevan antara lain:

  • 25.01 - Closed biopsy lidah
  • 25.02 - Open biopsy lidah
  • 27.21 - Biopsy palatum
  • 27.23 - Biopsy bibir
  • 27.24 - Biopsy mulut unspecified
  • 27.42 - Wide excision lesi bibir
  • 25.3 - Glossectomy (parsial, hemi, total)
  • 27.3 - Excision lesi rongga mulut

Stadium TNM

Sistem TNM (Tumor, Node, Metastasis) AJCC 8th edition adalah standar staging internasional:

Komponen T (Tumor Primer)

  • Tis - Carcinoma in situ
  • T1 - Tumor

Komponen N (Node/Kelenjar Getah Bening)

  • N0 - Tidak ada metastasis KGB
  • N1 - 1 KGB ipsilateral,

Komponen M (Metastasis Jauh)

  • M0 - Tidak ada metastasis jauh
  • M1 - Metastasis jauh (paru paling sering, lalu hati, tulang)

Stadium Gabungan (Stage Grouping)

  • Stadium I - T1 N0 M0
  • Stadium II - T2 N0 M0
  • Stadium III - T3 N0 M0 atau T1-T3 N1 M0
  • Stadium IVA - T4a N0-N1 M0 atau T1-T4a N2 M0
  • Stadium IVB - T4b atau N3 M0
  • Stadium IVC - M1 (apapun T dan N)

Stadium I-II memiliki 5-year survival rate 70-90%, sementara stadium IV turun menjadi 30-40%. Inilah alasan deteksi dini oleh dokter gigi sangat menentukan prognosis.

Pemeriksaan dan Diagnosis

Pemeriksaan pada pasien suspek kanker mulut terdiri dari beberapa tahap berurutan:

1. Anamnesis dan Pemeriksaan Klinis

Tanyakan riwayat keluhan (onset, durasi, perubahan lesi), riwayat faktor risiko, dan gejala sistemik. Pemeriksaan ekstraoral meliputi inspeksi wajah asimetri, palpasi KGB leher (submental, submandibula, jugular, posterior triangle). Pemeriksaan intraoral mencakup inspeksi seluruh mukosa rongga mulut secara sistematis: bibir, mukosa bukal, gingiva, gigi geligi, lidah (dorsum, lateral, ventral), dasar mulut, palatum keras dan lunak, tonsil pilar.

2. Biopsi

Biopsi adalah baku emas diagnosis. Biopsi eksisional untuk lesi kecil (

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds