Infeksi HPV Tak Hanya Picu Kanker Serviks, Dokter Gigi Sebut Bisa Memicu Kanker Rongga Mulut
Jakarta — Infeksi Human Papillomavirus (HPV) selama ini identik dengan kanker serviks pada perempuan. Namun dokter gigi dan ahli onkologi mulut mengingatkan bahwa HPV juga menjadi salah satu pemicu utama kanker rongga mulut yang perlu diwaspadai mahasiswa kedokteran gigi dan tenaga medis gigi di Indonesia.
Menurut laporan kesehatan yang dirangkum Detik Health, infeksi HPV tidak hanya menyerang area serviks, tetapi juga dapat memicu empat jenis kanker lain, termasuk kanker rongga mulut (oral cavity), kanker tenggorokan (orofaring), kanker anus, serta kanker penis pada laki-laki. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi pencegahan HPV sejak dini, terutama di kalangan calon dokter gigi.
Mengapa HPV Relevan untuk Mahasiswa Kedokteran Gigi
Bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), kanker rongga mulut merupakan salah satu topik penting dalam mata kuliah ilmu penyakit mulut, oral medicine, dan kesehatan masyarakat gigi. Studi menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen kasus kanker orofaring terkait dengan infeksi HPV tipe 16 dan 18, yang juga menjadi penyebab utama kanker serviks.
Gejala awal kanker rongga mulut akibat HPV sering tidak terasa nyeri, berupa bercak putih atau merah yang tidak sembuh lebih dari dua minggu, luka pada lidah, serta kesulitan menelan. Deteksi dini oleh dokter gigi melalui pemeriksaan rutin menjadi kunci keberhasilan penanganan.
Peran Dokter Gigi dalam Deteksi Dini
Dokter gigi memiliki posisi strategis sebagai garis depan deteksi kanker mulut. Saat pemeriksaan gigi rutin, dokter gigi dapat melihat lesi prakanker dan kelainan mukosa yang tidak disadari pasien. Mahasiswa FKG perlu membekali diri dengan keterampilan:
- Pemeriksaan visual mukosa mulut secara menyeluruh.
- Identifikasi lesi mencurigakan seperti leukoplakia dan eritroplakia.
- Teknik biopsi sederhana dan rujukan tepat waktu.
- Edukasi pasien mengenai faktor risiko HPV.
Pelatihan keterampilan klinis tersebut biasanya masuk dalam modul co-assistant (koas) kedokteran gigi dan dapat diperkuat lewat aplikasi bank soal Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG).
Vaksinasi HPV dan Pencegahan
Kemenkes RI telah memasukkan vaksin HPV dalam program imunisasi nasional untuk anak perempuan usia sekolah dasar. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan vaksinasi HPV pada laki-laki untuk mencegah kanker orofaring dan anus. Mahasiswa kedokteran gigi dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya vaksinasi HPV kepada pasien dan masyarakat.
Selain vaksinasi, pencegahan kanker mulut akibat HPV juga meliputi perilaku seksual aman,hindari rokok dan alkohol, serta menjaga kebersihan mulut. Edukasi ini menjadi bagian penting dari pelayanan promotif dan preventif dokter gigi.
Implikasi untuk Uji Kompetensi
Topik HPV dan kanker rongga mulut rutin muncul dalam soal UKMP2DG dan menjadi salah satu materi penting dalam persiapan ujian. Mahasiswa disarankan memperdalam pemahaman tentang:
- Hubungan HPV tipe onkogenik dengan karsinogenesis rongga mulut.
- Manifestasi klinis lesi prakanker dan kanker mulut.
- Algoritma diagnosis dan rujukan pasien.
- Strategi pencegahan berbasis bukti terbaru.
Dengan memahami hubungan HPV dan kanker mulut, calon dokter gigi diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, mulai dari skrining, edukasi, hingga kolaborasi multidisiplin dengan dokter spesialis onkologi.
Kesimpulan
Infeksi HPV bukan sekadar masalah ginekologi, melainkan isu kesehatan mulut yang harus dipahami mahasiswa kedokteran gigi. Deteksi dini, edukasi pasien, dan promosi vaksinasi HPV menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik dokter gigi modern. Bagi mahasiswa FKG, memahami topik ini tidak hanya penting untuk lulus UKMP2DG, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa pasien di masa depan.
Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi


