FKG UB Borong Tiga Penghargaan di Universitas Brawijaya SDGs Award 2026

FKG UB Borong Tiga Penghargaan di Universitas Brawijaya SDGs Award 2026

Mindy
Published on 24 Juni 2026

FKG UB Borong Tiga Penghargaan di Universitas Brawijaya SDGs Award 2026

Malang, 24 Juni 2026 — Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) meraih tiga penghargaan dalam ajang Universitas Brawijaya SDGs Award 2026 yang digelar di Auditorium Fasilkom UB, Jumat (12/6/2026). Capaian ini menempatkan FKG UB di antara fakultas-fakultas UB yang paling aktif mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), sekaligus memberi pengakuan atas integrasi nilai keberlanjutan ke dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian dokter gigi.

Bagian dari IC-SDGs 2026

UB SDGs Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian International Conference on Sustainable Development Goals (IC-SDGs) 2026, forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan institusi dari berbagai negara. Tahun ini, IC-SDGs 2026 dihadiri peserta dari 15 negara, berbagai perguruan tinggi, lembaga pemerintah, organisasi internasional, serta sektor industri.

Wakil Rektor I UB secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para pemenang pada acara puncak yang digelar di Auditorium Fakultas Ilmu Komputer. Dekan FKG UB beserta sivitas akademika menyambut hasil ini sebagai bukti bahwa pendidikan kedokteran gigi mampu berkontribusi langsung pada agenda pembangunan berkelanjutan.

Tiga Penghargaan yang Diraih FKG UB

Dalam UB SDGs Award 2026, FKG UB berhasil membawa pulang tiga penghargaan pada kategori yang berbeda, antara lain:

  • Juara pada pilar SDGs 3Good Health and Well-Being, yang menilai kontribusi fakultas dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan gigi dan mulut.
  • Juara pada pilar SDGs 4Quality Education, yang mengakui inovasi pembelajaran, kurikulum berbasis kompetensi, dan kegiatan tridarma yang berdampak.
  • Juara pada pilar SDGs 17Partnerships for the Goals, yang menghargai kolaborasi lintas institusi, termasuk dengan PDGI, RSGM, dan mitra internasional.

Dengan hasil ini, FKG UB tercatat sebagai salah satu fakultas dengan raihan penghargaan terbanyak di lingkungan UB. Secara kelembagaan, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UB — fakultas induk tempat FKG UB bernaung — sebelumnya juga sukses memborong empat penghargaan pada IC-SDGs 2026, masing-masing Juara 1 SDGs 3, Juara 1 SDGs 12, Juara 2 SDGs 11, dan Juara 2 SDGs 17.

Arti Pencapaian Ini bagi Mahasiswa Kedokteran Gigi

Bagi mahasiswa FKG UB, capaian ini menjadi sinyal positif bahwa pendidikan dokter gigi tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan isu kesehatan masyarakat yang lebih luas. SDGs 3 misalnya, menyasar langsung pada upaya pencegahan karies, penyuluhan higiene mulut, dan peningkatan akses layanan gigi primer — topik yang sangat dekat dengan praktik klinis sehari-hari.

Penghargaan pada pilar SDGs 4 juga menunjukkan bahwa kurikulum FKG UB yang memadukan pendekatan competency-based education dan community-based learning mendapat pengakuan internasional. Sementara itu, apresiasi pada SDGs 17 membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran, penelitian kolaboratif, dan pengabdian masyarakat lintas kampus.

Tidak kalah penting, hasil ini mempertegas posisi UB sebagai perguruan tinggi yang konsisten menanjak di pemeringkatan internasional. Dalam QS World University Rankings 2027 yang baru dirilis, UB tercatat naik 64 peringkat dunia, sebuah lompatan yang memberi nilai tambah bagi setiap fakultas, termasuk FKG, di mata calon mahasiswa dan mitra global.

Implikasi untuk Ujian Kompetensi dan Praktik Klinik

Pencapaian FKG UB ini relevan dengan arah ujian kompetensi dokter gigi di Indonesia. Sejak pemberlakuan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (UKMP2DG) dan Uji Kompetensi Nasional PPDG (UKOMNAS PPDG), soal-soal semakin banyak yang menilai pemahaman dokter gigi muda terhadap kebijakan kesehatan nasional, etika profesi, serta kemampuan komunikasi kesehatan masyarakat.

Mahasiswa yang terbiasa mengikuti kegiatan SDGs — seperti pengabdian masyarakat, penyuluhan di puskesmas, atau penelitian kolaboratif — umumnya lebih siap menghadapi soal public health dentistry, health promotion, dan studi kasus berbasis komunitas yang rutin muncul di UKMP2DG. Latihan presentasi kasus, komunikasi pasien, dan kerja tim multidisiplin yang diasah lewat kegiatan SDGs juga selaras dengan komponen soft skill di OSCE dan soal Multiple Choice Questions (MCQ) pada UKOMNAS PPDG.

Komitmen Lanjutan FKG UB

Dekan FKG UB menyampaikan bahwa tiga penghargaan ini akan dijadikan motivasi untuk memperluas kegiatan berdampak di bidang kesehatan gigi dan mulut. FKG UB akan memperkuat program-program seperti pelayanan gigi keliling, skrining karies di sekolah dasar, serta kolaborasi riset dengan fakultas kedokteran gigi lain di Indonesia.

Dengan semangat “Kerja Cerdas dan Ikhlas, FKG Berkelas dan Berkualitas”, FKG UB menargetkan agar kontribusi pada agenda SDGs tidak berhenti pada seremonial penghargaan, tetapi terus berlanjut pada program kerja yang terukur, terdokumentasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.


Sumber: Radar Malang (24 Juni 2026), situs resmi FKG UB, dan rilis FIKES UB.

📲 Download Aplikasi Umeds

Akses materi lengkap, tryout, dan video belajar di satu aplikasi

Komentar

Silakan login untuk memberikan komentar

Login
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Customer Support umeds