Pertimbangkan beberapa faktor berikut:
1. Akreditasi: Pastikan universitas tersebut memiliki akreditasi yang diakui oleh otoritas pendidikan setempat.
2. Kurikulum: Periksa apakah kurikulum yang ditawarkan sesuai dengan minat dan tujuan karir Anda.
3. Fasilitas: Pastikan universitas memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung pembelajaran dan praktik klinis, seperti laboratorium dan klinik gigi.
4. Pengajar: Perhatikan reputasi pengajar dan tenaga kependidikan universitas dalam bidang kedokteran gigi.
5. Alumni dan jaringan: Tinjau keberhasilan alumni dalam praktik klinis dan bagaimana universitas membantu membangun jaringan profesional.
Jangan ragu untuk mengunjungi kampus, berbicara dengan mahasiswa atau alumni, dan mempertimbangkan biaya pendidikan serta lokasi universitas sebelum membuat keputusan akhir.
Ini bagian yang sering dilompat. Padahal, beda kampus bisa beda banget dari:
- sistem profesi
- fasilitas klinik
- beban biaya alat dan bahan
- akses pasien
Kenapa akreditasi itu penting?
Akreditasi itu salah satu cara paling cepat untuk cek “kualitas minimum” sebuah program.
Yang perlu kamu lakukan:
- cek akreditasi institusi dan akreditasi program studi
- cek dari sumber resmi (biasanya BAN-PT atau LAM yang relevan, tergantung kebijakan terbaru)
Catatan kecil:
- akreditasi bisa berubah
- jadi anggap akreditasi itu “snapshot”, bukan jaminan mutlak
Fasilitas dan rumah sakit pendidikan yang perlu kamu intip
Kalau bisa, cari info tentang:
- RSGM / dental hospital / klinik pendidikan
- jumlah unit kursi dental dan alur pasien
- radiologi (intraoral, panoramik, CBCT kalau ada)
- lab (prostodonsia, biomaterial, mikrobiologi, anatomi)
- sterilization center dan SOP kebersihan
- sistem rekam medik, logbook, dan supervisi dosen klinik
Kalau kampusnya tidak transparan soal fasilitas klinik, itu patut kamu waspadai dan wajib kamu tanya.
Checklist cepat sebelum menentukan pilihan kampus
Gunakan ini sebagai checklist, simpel tapi kepake:
- Akreditasi prodi dan institusi (cek sumber resmi)
- Ada RSGM/klinik pendidikan sendiri atau kerja sama?
- Jumlah kursi dental dan alur pasien (berpengaruh ke kelancaran profesi)
- Biaya total realistis 5 sampai 6 tahun
- Estimasi biaya alat awal (kit) dan bahan habis pakai
- Lokasi kampus dan biaya hidup
- Sistem pembelajaran
- Dukungan dosen dan pembimbingan klinik
- Beasiswa dan skema keringanan
- Jejaring alumni dan peluang magang/pengabdian
Contoh cara membandingkan 3 kampus sekaligus (tabel sederhana)
Kamu bisa bikin tabel kayak gini di Notes atau Excel untuk memudahkan perbandingan:
Poin dibandingkan
|
Kampus A
|
Kampus B
|
Kampus C
|
Akreditasi prodi
|
|
|
|
Ada RSGM sendiri
|
|
|
|
Estimasi biaya total 5-6 tahun
|
|
|
|
Biaya alat awal
|
|
|
|
Sistem profesi (durasi rata-rata)
|
|
|
|
Lokasi + biaya hidup
|
|
|
|
Kuota dan tingkat persaingan
|
|
|
|
Prinsipnya:
- jangan bandingkan 10 kampus sekaligus
- shortlist dulu 3 sampai 5 kampus yang masuk akal, baru bandingkan
Kesalahan umum calon mahasiswa
Ini yang sering kejadian:
- terlalu fokus “nama besar”, tapi lupa cek sistem profesinya
- tidak menghitung biaya alat/bahan dari awal
- tidak riset akses pasien (ini ngaruh ke kelancaran klinik)
- tidak cek jalur masuk yang realistis (terutama yang hanya mengandalkan satu jalur)
👉 Ingin tau lebih lanjut tentang kedokteran gigi, Unduh aplikasi UMEDS sekarang dan optimalkan pemahaman Anda dalam menghadapi studi, ujian, maupun praktik klinis sehari-hari.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kontak dibawah ini :
Mindy 1 (+628112922274)
Mindy 2 (+628112922275)

