Torsio testis adalah kondisi bedah urologi darurat yang ditandai dengan terpluntirnya funikulus spermatikus (tali sperma), struktur yang berisi pembuluh darah testis dan saraf. Ketika funikulus spermatikus terpluntir, aliran darah ke testis terganggu, menyebabkan iskemia yang dapat dengan cepat berakibat pada kematian jaringan testis. Pemahaman tentang kondisi ini sangat penting karena kesuksesan penyelamatan testis bergantung pada intervensi yang cepat.
Torsio testis adalah kondisi medis di mana testis berotasi pada funikulus spermatikusnya, memotong suplai darah ke kelenjar. Ini menyebabkan nyeri testis akut dan merupakan salah satu penyebab paling penting dari acute scrotum (nyeri skrotum akut) pada anak-anak dan remaja.
Distribusi umur torsio testis bersifat bimodal, yang berarti terjadi pada dua kelompok umur yang berbeda:
Insiden torsio testis pada laki-laki muda di bawah 18 tahun mencapai 3,8 per 100.000 individu. Kondisi ini menyumbang 10-15% dari semua kasus acute scrotum pada anak-anak, dan sangat penting untuk dikenali karena 42% pasien yang memerlukan operasi mengalami orchidectomy (pengangkatan testis) akibat jaringan testis yang sudah mati.
Torsio ekstravaginal terjadi pada kelompok neonatus dan bayi muda. Pada usia ini, gubernakulum (jaringan ikat yang membantu menahan testis pada posisinya) dan tunika vaginalis (membran yang mengelilingi testis) belum melekat dengan baik pada dinding skrotum.
Karena kurangnya fiksasi ini, seluruh strukturâtermasuk testis, funikulus spermatikus, dan tunika vaginalisâdapat terpluntir sebagai satu unit bahkan hingga ke internal inguinal ring (cincin inguinal internal). Dengan kata lain, torsi terjadi di luar tunika vaginalis, itulah sebabnya disebut "ekstravaginal."
Faktor risiko utama untuk torsio ekstravaginal adalah kriptorkismus (testis yang tidak turun ke skrotum), meskipun torsio ekstravaginal dapat juga terjadi pada testis yang awalnya normal.
Torsio intravaginal terjadi pada usia yang lebih lanjut, mulai dari anak-anak hingga dewasa muda. Pada tipe ini, tunika vaginalis sudah melekat normal pada dinding skrotum, tetapi testis dan epididimis (struktur yang menyimpan sperma) dapat bergerak bebas di dalam tunika vaginalis karena ikatan antara testis dan epididimis dengan dinding skrotum yang longgar atau lemah.
Kondisi yang meningkatkan risiko torsio intravaginal disebut bell-clapper deformity (deformitas "lonceng"). Pada keadaan normal, testis digantung secara vertikal, tetapi dalam deformitas ini, testis dan epididimis tidak melekat pada dinding skrotum, sehingga testis dapat berada dalam posisi horizontal dan berputar lebih mudah di dalam tunika vaginalisâseperti buah dalam tas.
Penting untuk diketahui bahwa meskipun torsio intravaginal lebih umum terjadi pada remaja, kondisi ini dapat muncul kapan saja dari masa anak-anak hingga dewasa.
Pasien dengan torsio testis umumnya mengalami:
Perlu dicatat bahwa nyeri ini berbeda dari kasus infeksi testis yang biasanya berkembang secara bertahap. Onset mendadak adalah kunci penting untuk mencurigai torsio.
Saat pemeriksaan testis, dokter akan menemukan:
Salah satu tanda penting yang perlu diperhatikan adalah refleks kremaster. Kremaster adalah otot halus yang mengelilingi funikulus spermatikus. Ketika kulit bagian dalam paha disentuh ringan, testis pada sisi yang sama normalnya akan naik (refleks ini disebut refleks kremaster).
Pada torsio testis, refleks kremaster menurun atau absen (negatif) pada sisi yang torsio. Ini merupakan salah satu tanda paling spesifik untuk torsio testis. Jika refleks kremaster normal (positif), torsio testis kemungkinan besar dapat disingkirkan.
Tanda Prehn adalah mekanisme kenyamanan pasien ketika funikulus spermatikus diangkat secara lembut. Pada beberapa kasus orchitis (peradangan testis karena infeksi), rasa nyeri dapat berkurang dengan maneuver ini. Namun, penting untuk diingat bahwa tanda Prehn tidak spesifik untuk membedakan torsio testis dari orchitis, sehingga tidak boleh diandalkan sebagai satu-satunya alat diagnostik.
Ultrasonografi Doppler adalah pemeriksaan penunjang terpenting untuk mengkonfirmasi diagnosis torsio testis. Pemeriksaan ini:
Meskipun ultrasonografi sangat membantu, jika kecurigaan klinis torsio testis sangat tinggi (berdasarkan presentasi klinis dan pemeriksaan fisik), jangan tunda operasi karena menunggu hasil ultrasonografi, karena waktu sangat berharga untuk menyelamatkan testis.
Terapi bedah untuk torsio testis sama untuk kedua tipe (ekstravaginal dan intravaginal). Tujuan operasi adalah:
Menentukan apakah testis masih dapat diselamatkan atau sudah mati adalah keputusan penting yang akan menentukan tindakan selanjutnya. Dokter bedah menggunakan beberapa cara untuk menilai ini:
Jika testis masih hidup, dilakukan fiksasi testis untuk mencegah terjadinya torsio berulang di masa depan:
Jika testis sudah mengalami nekrosis (kematian jaringan) yang jelas dan irreversible:
Torsio < 6 jam: Testis yang mengalami torsio kurang dari 6 jam biasanya masih dapat diselamatkan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi (>90%). Iskemia belum mencapai titik di mana kerusakan jaringan irreversible.
Torsio 6-12 jam: Tingkat keberhasilan penyelamatan testis mulai menurun di rentang waktu ini. Iskemia sudah mulai menyebabkan kerusakan, tetapi masih mungkin untuk menyelamatkan testis tergantung pada derajat kerusakan.
Torsio > 12 jam: Pada durasi lebih dari 12 jam, nekrosis testis biasanya sudah terjadi dan ireversibel. Pada situasi ini, orchidectomy adalah pilihan yang tidak dapat dihindari.
Dari informasi prognostik di atas, jelas bahwa setiap jam sangat berharga. Pasien dengan gejala akut yang menunjukkan tanda-tanda torsio harus dirujuk ke operasi sesegera mungkin, bahkan sebelum konfirmasi diagnostik lengkap selesai. Tunda operasi karena menunggu hasil tes dapat mengakibatkan kehilangan testis yang seharusnya dapat diselamatkan.
Ini mengapa diagnosis klinis yang baik berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik sangat pentingâkeputusan untuk operasi tidak boleh menunggu hasil imaging jika kecurigaan klinis sudah tinggi.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi pertanyaan ujian tentang torsio testis, pastikan Anda dapat:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi