Posisi yang tepat adalah kunci untuk pemeriksaan akurat. Pasien dan pemeriksa harus duduk berhadapan dengan:
Teknik oklusi: Mulai dengan mata kanan pasien. Tutup mata kiri pasien dengan telapak tangan terbuka Anda (bukan dengan jari yang dapat memberi celah cahaya). Secara bersamaan, tutup mata kanan Anda sendiri dengan occluder atau jari telunjuk.
Setup bidang tes: Tempatkan tangan Anda (biasanya dengan jari telunjuk atau jempol) di bidang imajiner antara lutut Anda dan pasien. Jarak bidang ini dari mata Anda harus sama dengan jarak ke mata pasien.
Prosedur per kuadran: Lakukan pemeriksaan pada empat kuadranâtemporal atas, temporal bawah, nasal atas, dan nasal bawah. Untuk setiap kuadran:
Lokasi defek memberitahu Anda di mana lesi berada:
Defek horizontal (superior atau inferior pada satu mata): Biasanya menunjukkan oklusi cabang arteri retina sentral. Ini adalah emergensi vaskular yang memerlukan intervensi segera.
Kebutaan unilateral lengkap: Menunjukkan lesi unilateral pada saraf optik, sebelum persilangan di kiasma optikum.
Hemianopsia bitemporal (kedua sisi temporal tidak terlihat): Pola patognomonik untuk lesi pada kiasma optikum (misalnya tumor hipofisis yang menekan dari bawah). Ini terjadi karena serat-serat nasal (yang mewakili lapang visual temporal) bersilangan di kiasma.
Hemianopsia homonim (sisi yang sama tidak terlihat di kedua mata): Terjadi dengan lesi di traktus optikus atau posterior. Jika sisi *kiri* tidak terlihat di kedua mata, lesinya ada di *traktus optikus/radiasi optikus kanan* (karena dekasiasi serat visual).
Defek kuadran superior homonim: Menunjukkan lesi parsial pada radiasi optikus (khususnya radiasi Meyer di lobus temporalis inferior).
Inspeksi kelopak mata dari superior dan inferior untuk mengidentifikasi:
Konjungtiva adalah membran mukosa yang melapisi sklera dan kelopak mata. Inspeksi mencakup:
Kornea: Arahkan penlight langsung ke kornea dan nilai kejernihan. Keruhan dapat menunjukkan edema kornea (stromal atau endotel), sikatrik, infiltrat, atau dystrofi.
Kedalaman kamera anterior: Cukup sulit untuk dinilai dengan hanya inspeksi langsung, tetapi dapat diperkirakan dengan tes van Herick. Gerakkan penlight dari temporal nasal (paralel ke iris). Perhatikan apakah sinar mencapai iris nasal:
Kehadiran media keruh:
Catat:
Shadow test adalah cara sederhana untuk mendeteksi katarak dan menilai tingkat kekeruhan.
Teknik:
Interpretasi:
Korelasi dengan tahap katarak:
Catatan penting: Pada hipermatur, interpretasi bisa menyesatkan karena terlihat positif, tetapi sebenarnya ini mencerminkan degenerasi lensa, bukan transparansi.
Istilah:
Teknik:
Interpretasi:
Keterbatasan: Palpasi hanya memberikan perkiraan kualitatif dan tidak sensitif untuk perubahan kecil. Tonometri lebih akurat.
Tonometer Schiotz mengukur TIO dengan menentukan indentasi yang dihasilkan oleh beban standar.
Persiapan:
Prosedur:
Konversi hasil: Tonometer Schiotz memberikan angka pada skala khusus (biasanya 0â20). Angka ini dikonversi ke mmHg menggunakan tabel referensi berdasarkan tahanan skleral koefisien setiap individu.
Nilai normal: TIO normal berkisar 10â21 mmHg dengan rata-rata ~15 mmHg.
Normal: Pasien mengidentifikasi semua atau hampir semua plate dengan benar.
Gangguan penglihatan warna:
Penyakit yang terkait:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi