Materi ini mengulas fisiologi sistem urinaria, meliputi mekanisme kerja ginjal sebagai unit pembentuk urin melalui nefron dan tubulus, serta refleks mikturisi yang mengatur buang air kecil. Dijelaskan pula fungsi homeostatik produksi urin dalam menjaga keseimbangan internal tubuh dan mekanisme kompleks sistem urinaria (ginjal, ureter, kandung kemih, uretra) dalam mengatur produksi serta pengeluaran urin.
Fungsi Homeostatik Produksi Urin
Fungsi homeostatik produksi urin adalah salah satu aspek penting dalam menjaga keseimbangan internal tubuh
Hal tersebut karena urine penting dalam aspek-aspek berikut:
Mekanisme Produksi Urin
Sistem urinaria, yang mencakup ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra, beroperasi melalui serangkaian kompleks dari rangsangan, respons, dan mekanisme umpan balik untuk mengatur produksi dan pengeluaran urin.
Mekanismenya adalah sebagai berikut:
Mekanisme Kerja Ginjal
Tiap ginjal manusia terdiri atas kurang lebih 800.000 sampai 1.000.000 nefron → unit pembentuk urin
Setiap nefron terdiri atas:
Kumpulan kapiler yang disebut glomerulus
Tubulus panjang tempat cairan hasil filtrasi diubah menjadi urine dalam perjalanannya menuju pelvis ginjal
Mekanisme kerja ginjal
Refleks Mikturisi
Refleks mikturisi adalah jalur refleks yang mengatur buang air kecil
Dipicu oleh stimulasi reseptor peregangan yang terdapat pada dinding kandung kemih dan uretra.
Pada orang dewasa yang sehat, proses mikturisi ini merupakan proses yang dapat dikendalikan
Mekanisme:
Concept Pages
Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.