Vestibular Neuritis dan Penyakit Meniere

Vertigo bisa bikin dunia serasa berputar, tapi tahukah kamu kalau ada dua penyebab umum yang sering bikin mahasiswa kedokteran bingung? Yuk, kita bedah tuntas perbedaan antara Vestibular Neuritis yang sering dipicu infeksi virus dan Penyakit Meniere dengan trias klasik tinitus, tuli, dan vertigo. Jangan sampai salah diagnosis, loh! Pelajari selengkapnya di sini untuk persiapan UKMPPD-mu!

Definisi

Vestibular Neuritis adalah peradangan akut pada nervus vestibularis (cabang nervus vestibulokoklearis/N.VIII) yang menyebabkan vertigo berat tanpa gangguan pendengaran. Kondisi ini sering disebut juga neuronitis vestibularis.

Penyakit Meniere adalah gangguan telinga dalam kronis yang ditandai oleh episode vertigo berulang, tinitus, tuli sensorineural fluktuatif, dan rasa penuh di telinga. Kondisi ini disebabkan oleh hidrops endolimfe, yaitu penumpukan cairan endolimfe di labirin telinga dalam.

Etiologi & Patofisiologi

  • Vestibular Neuritis:

    Etiologi paling umum adalah infeksi virus, khususnya Herpes Simplex Virus tipe 1 (HSV-1), tetapi juga dapat disebabkan oleh virus influenza, mumps, atau measles. Inflamasi pada nervus vestibularis menyebabkan disfungsi unilateral mendadak pada sistem vestibular.

  • Penyakit Meniere:

    Penyebab pasti idiopatik, namun diduga kuat terkait dengan hidrops endolimfe. Ini adalah penumpukan cairan endolimfe berlebihan di labirin membranosa telinga dalam, kemungkinan karena gangguan produksi atau reabsorpsi cairan endolimfe. Peningkatan tekanan cairan ini dapat menyebabkan ruptur membran Reisner, mencampur endolimfe dan perilimfe, yang mengganggu fungsi sel rambut dan memicu gejala.

Manifestasi Klinis

  • Vestibular Neuritis:
    • Vertigo akut, berat, dan terus-menerus (biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu).
    • Mual dan muntah berat.
    • Ketidakseimbangan dan kesulitan berjalan.
    • Tidak ada gangguan pendengaran atau tinitus.
    • Nistagmus horizontal-rotatorik spontan yang berdenyut ke arah telinga yang sehat (sisi yang tidak terkena).
    • Sering didahului infeksi saluran napas atas.
  • Penyakit Meniere:
    • Trias klasik:
      • Vertigo episodik: Serangan mendadak, berputar hebat, durasi 20 menit hingga beberapa jam (tidak lebih dari 24 jam).
      • Tinitus: Biasanya low-pitched, berdesir, atau berdengung, sering memburuk sebelum atau selama serangan vertigo.
      • Tuli Sensorineural Fluktuatif: Awalnya sering pada frekuensi rendah, memburuk selama serangan, dan dapat pulih sebagian setelah serangan. Seiring waktu dapat menjadi permanen dan progresif.
    • Rasa penuh (aural fullness) atau tekanan di telinga yang terkena.
    • Serangan dapat terjadi secara periodik, dengan periode remisi di antaranya.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis:
    • Karakteristik vertigo (durasi, frekuensi, pemicu).
    • Gejala penyerta (mual, muntah, tinitus, gangguan pendengaran, rasa penuh di telinga).
    • Riwayat infeksi sebelumnya.
  • Pemeriksaan Fisik:
    • Nistagmus: Pada Vestibular Neuritis, nistagmus spontan horizontal-rotatorik ke sisi sehat. Pada Meniere, nistagmus dapat bervariasi selama serangan.
    • Tes Head Impulse Test (HIT): Positif pada Vestibular Neuritis (mata tidak dapat mempertahankan fiksasi pada target saat kepala diputar cepat ke sisi lesi, diikuti gerakan sakadik korektif). Normal pada Meniere.
    • Tes Romberg dan Tandem Gait: Dapat menunjukkan ketidakseimbangan.
    • Tes Dix-Hallpike: Negatif (penting untuk menyingkirkan BPPV).
  • Pemeriksaan Penunjang:
    • Audiometri: Normal pada Vestibular Neuritis. Pada Penyakit Meniere, menunjukkan tuli sensorineural fluktuatif, terutama pada frekuensi rendah.
    • Caloric Test: Menunjukkan paresis atau arefleksia kanal pada sisi yang terkena pada Vestibular Neuritis. Dapat abnormal pada Meniere.
    • Video Head Impulse Test (vHIT): Mengkonfirmasi disfungsi kanal semisirkularis.
    • Electrocochleography (ECoG): Dapat menunjukkan peningkatan rasio SP/AP pada Penyakit Meniere, mengindikasikan hidrops endolimfe.
    • MRI kepala dengan gadolinium: Untuk menyingkirkan penyebab sentral atau lesi lain (misalnya tumor sudut pontocerebellar) yang dapat menyerupai gejala ini. MRI telinga dalam dapat menunjukkan hidrops endolimfe.

Diagnosis Banding

KondisiKarakteristik UtamaPerbedaan Kunci
BPPV (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)Vertigo episodik singkat (detik-menit) dipicu perubahan posisi kepala.Vertigo jauh lebih singkat, dipicu posisi spesifik, tidak ada tuli/tinitus. Dix-Hallpike positif.
Migrain VestibularVertigo episodik (menit-hari) dengan atau tanpa sakit kepala migrain.Sering ada riwayat migrain, fotofobia/fonofobia, aura visual. Tidak selalu ada tuli/tinitus.
LabyrinthitisMirip Vestibular Neuritis, namun disertai gangguan pendengaran.Ada tuli sensorineural akut di sisi yang sama dengan vertigo.
Stroke serebelum/batang otakVertigo sentral, sering disertai gejala neurologis fokal lainnya (ataksia, diplopia, disartria).Pemeriksaan neurologis abnormal, HIT negatif, nistagmus dapat berubah arah.
Neuroma AkustikTuli sensorineural progresif unilateral, tinitus, ketidakseimbangan.Vertigo jarang berat, lebih ke ketidakseimbangan. MRI menunjukkan massa.

Tatalaksana

  • Vestibular Neuritis:
    • Fase Akut (beberapa hari pertama):
      • Supresan Vestibular: Untuk mengurangi vertigo dan mual (misalnya, benzodiazepin seperti diazepam, antihistamin seperti dimenhydrinate atau meclizine). Gunakan sesingkat mungkin untuk mencegah ketergantungan dan menghambat kompensasi sentral.
      • Antiemetik: Untuk mual dan muntah (misalnya, ondansetron).
      • Kortikosteroid: (misalnya, prednisone oral) dapat dipertimbangkan untuk mengurangi peradangan nervus vestibularis, terutama jika diberikan dalam 3 hari pertama onset.
    • Rehabilitasi Vestibular: Sangat penting setelah fase akut untuk mempercepat kompensasi sentral dan pemulihan keseimbangan.
  • Penyakit Meniere:
    • Tatalaksana Serangan Akut:
      • Supresan Vestibular: (misalnya, diazepam, dimenhydrinate) untuk mengurangi vertigo.
      • Antiemetik: Untuk mual dan muntah.
    • Tatalaksana Jangka Panjang (Pencegahan Serangan):
      • Modifikasi Gaya Hidup: Diet rendah garam (<1500-2000 mg/hari), hindari kafein, alkohol, dan nikotin.
      • Diuretik: (misalnya, hydrochlorothiazide + triamterene) untuk mengurangi hidrops endolimfe.
      • Betahistine: Agonis reseptor H1 dan antagonis H3, dapat meningkatkan aliran darah koklea dan mengurangi tekanan endolimfe.
    • Terapi Intervensi (untuk kasus refrakter):
      • Injeksi Intratimpanik: Gentamisin (agen destruktif vestibular) atau kortikosteroid (anti-inflamasi).
      • Dekompresi Kantung Endolimfatik: Prosedur bedah untuk mengurangi tekanan.
      • Neurektomi Vestibular: Memotong nervus vestibularis (mempertahankan pendengaran).
      • Labirintektomi: Destruksi labirin (dilakukan jika pendengaran di telinga yang terkena sudah sangat buruk).

Prognosis

  • Vestibular Neuritis:

    Prognosis umumnya baik. Mayoritas pasien mengalami pemulihan penuh dalam beberapa minggu hingga bulan. Namun, sebagian kecil dapat mengalami pusing residual atau ketidakseimbangan kronis.

  • Penyakit Meniere:

    Merupakan kondisi kronis dengan serangan berulang. Meskipun gejala dapat dikendalikan pada sebagian besar pasien dengan terapi konservatif, progresivitas tuli sensorineural sering terjadi. Kualitas hidup dapat terganggu akibat serangan vertigo yang tidak terduga.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds