Vertigo

Vertigo bukan sekadar pusing biasa, tapi sensasi berputar yang bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Membedakan vertigo perifer dan sentral adalah kunci utama dalam penegakan diagnosis dan tatalaksana yang tepat, dan ini sering menjadi "jebakan" di soal UKMPPD, loh! Yuk, pahami lebih dalam agar kamu siap menghadapi kasus vertigo di klinik maupun ujian!

Definisi

Vertigo adalah sensasi ilusi gerakan atau berputar, baik lingkungan terasa berputar mengelilingi individu, atau individu terasa berputar di dalam lingkungan.

Ini berbeda dengan dizziness (pusing umum) yang merupakan sensasi kepala ringan, tidak stabil, atau hampir pingsan tanpa disertai ilusi gerakan. Vertigo timbul akibat gangguan pada sistem vestibular (telinga dalam, nervus vestibulokoklearis, atau pusat di otak).

Klasifikasi & Perbedaan Kunci

Vertigo secara garis besar dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu vertigo perifer dan vertigo sentral. Membedakan keduanya sangat krusial dalam diagnosis dan tatalaksana.

KriteriaVertigo PeriferVertigo Sentral
Lokasi GangguanTelinga dalam (labirin) atau nervus vestibulokoklearis (N. VIII)Batang otak, serebelum, atau korteks serebri
Keparahan VertigoSeringkali sangat beratSeringkali lebih ringan atau samar
OnsetAkut, mendadakBiasanya bertahap, kadang mendadak
DurasiDetik, menit, jam, atau hari (terbatas)Minggu, bulan, atau persisten (tidak terbatas)
NistagmusHorizontal atau rotatoar, searah, fatigable, tertekan fiksasi visualVertikal, multidireksional, non-fatigable, tidak tertekan fiksasi visual
Gejala PenyertaMual/muntah berat, gangguan pendengaran (tinnitus, tuli), telinga penuhDefisit neurologis (ataksia, diplopia, disartria, dismetria, hemiparesis), nyeri kepala
KeseimbanganGangguan berat saat serangan, namun bisa berjalan di sela seranganGangguan keseimbangan persisten, ataksia berat

Etiologi & Faktor Risiko

  • Vertigo Perifer:
    • Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV): Paling sering, disebabkan otokonia yang lepas di kanalis semisirkularis.
    • Penyakit Meniere: Trias vertigo, tinnitus, dan tuli sensorineural fluktuatif, akibat hidrops endolimfe.
    • Neuritis Vestibular/Labyrinthitis: Peradangan nervus vestibular (neuritis) atau labirin (labyrinthitis) biasanya pasca infeksi virus.
    • Vestibulopati Bilateral: Gangguan fungsi vestibular kedua telinga (misal: ototoxic drugs).
    • Otosklerosis: Kelainan pertumbuhan tulang di telinga tengah.
  • Vertigo Sentral:
    • Stroke (TIA/Infark): Terutama di batang otak atau serebelum.
    • Tumor Otak: Acoustic neuroma (walau technically perifer, tapi bisa menekan batang otak), tumor serebelum/batang otak.
    • Multiple Sclerosis (MS): Demielinisasi di sistem saraf pusat.
    • Migrain Vestibular: Vertigo yang berhubungan dengan migrain.
    • Epilepsi: Vertigo sebagai aura atau bagian dari kejang.

Manifestasi Klinis

Selain sensasi berputar, pasien vertigo dapat mengeluhkan:

  • Mual dan Muntah: Sangat umum, terutama pada vertigo perifer berat.
  • Nistagmus: Gerakan bola mata involunter. Arah dan karakteristiknya penting untuk membedakan perifer dan sentral.
  • Gangguan Keseimbangan: Kesulitan berjalan lurus atau berdiri tegak (ataksia).
  • Gejala Otonom: Keringat dingin, pucat, palpitasi.
  • Gangguan Pendengaran: Tinnitus (telinga berdenging) atau tuli (pada penyakit Meniere, labyrinthitis).
  • Defisit Neurologis Lain: Diplopia, disartria, disfagia, kelemahan anggota gerak (pada vertigo sentral).

Penegakan Diagnosis

1. Anamnesis

Ini adalah langkah terpenting! Tanyakan secara detail:

  • Onset: Mendadak atau bertahap?
  • Durasi: Berapa lama setiap episode? (Detik, menit, jam, persisten?)
  • Pemicu: Perubahan posisi kepala, gerakan cepat, stres?
  • Frekuensi: Berapa sering terjadi?
  • Gejala Penyerta: Mual/muntah, gangguan pendengaran/tinnitus, nyeri kepala, defisit neurologis?
  • Riwayat Penyakit Dahulu: Hipertensi, DM, migrain, stroke, infeksi telinga?
  • Obat-obatan: Adakah obat ototoksik yang dikonsumsi?

2. Pemeriksaan Fisik

  • Pemeriksaan Tanda Vital: Tekanan darah (termasuk ortostatik), nadi.
  • Pemeriksaan Neurologis Lengkap:
    • Fungsi saraf kranial (terutama N. III, IV, VI, VII, VIII).
    • Fungsi motorik, sensorik, refleks.
    • Fungsi Serebelar: Tes jari-hidung, tumit-lutut, disdiadokokinesis, Romberg, tandem gait.
  • Pemeriksaan Mata: Cari nistagmus (arah, durasi, fatigability).
  • Pemeriksaan Telinga: Otoskopi.
  • Tes Khusus:
    • Tes Dix-Hallpike: Untuk mendiagnosis BPPV. Positif jika timbul vertigo dan nistagmus setelah perubahan posisi kepala.
    • Head Impulse Test (HIT): Untuk membedakan neuritis vestibular dari stroke serebelum.
    • Tes Romberg dan Tandem Gait: Untuk menilai keseimbangan.

Pemeriksaan Penunjang

Dilakukan jika ada kecurigaan etiologi tertentu atau diagnosis belum jelas.

  • Audiometri: Jika ada keluhan gangguan pendengaran atau tinnitus (misal: penyakit Meniere, acoustic neuroma).
  • Electronystagmography (ENG) / Videonystagmography (VNG): Merekam dan menganalisis nistagmus.
  • Magnetic Resonance Imaging (MRI) Kepala: Pilihan utama jika dicurigai vertigo sentral (stroke, tumor, MS). Lebih sensitif untuk lesi di batang otak dan serebelum dibandingkan CT scan.
  • Computed Tomography (CT) Scan Kepala: Dapat digunakan untuk menyingkirkan perdarahan intrakranial akut atau fraktur.
  • Pemeriksaan Laboratorium: Jarang spesifik, namun dapat membantu menyingkirkan penyebab sistemik (misal: anemia, hipoglikemia, tiroid).

Tatalaksana

1. Tatalaksana Simptomatik (Obat-obatan)

Bertujuan mengurangi gejala vertigo, mual, dan muntah.

  • Antihistamin:
    • Betahistin: Mengurangi tekanan endolimfe dan meningkatkan aliran darah koklea.
    • Dimenhidrinat: Memiliki efek sedatif dan antiemetik.
    • Cinnarizine: Antihistamin dengan efek vasodilatasi.
  • Benzodiazepin:
    • Diazepam, Lorazepam: Untuk mengurangi ansietas dan menekan sistem vestibular, digunakan jangka pendek.
  • Antiemetik:
    • Ondansetron, Metoclopramide: Untuk mengatasi mual dan muntah.

2. Tatalaksana Spesifik (Berdasarkan Etiologi)

  • BPPV:
    • Manuver Reposisi Kanalit: Epley maneuver (paling sering), Semont maneuver. Mengembalikan otokonia ke utrikulus.
  • Penyakit Meniere:
    • Diet Rendah Garam: Mengurangi retensi cairan.
    • Diuretik: (misal: Hidroklorotiazid) untuk mengurangi hidrops endolimfe.
    • Injeksi steroid intrakoklea atau gentamisin (kasus refrakter).
  • Neuritis Vestibular/Labyrinthitis:
    • Kortikosteroid: (misal: Prednison) untuk mengurangi peradangan.
    • Antivirus (jika etiologi virus terbukti).
  • Vertigo Sentral:
    • Tatalaksana diarahkan pada penyebab dasar (misal: stroke, tumor, MS).

3. Rehabilitasi Vestibular

Latihan fisik yang dirancang untuk membantu otak beradaptasi dan mengompensasi gangguan pada sistem vestibular. Sangat efektif untuk vertigo kronis atau persisten.

Edukasi & Pencegahan

  • Hindari Pemicu: Gerakan kepala tiba-tiba, perubahan posisi cepat, konsumsi kafein, alkohol, atau nikotin berlebihan.
  • Lingkungan Aman: Pastikan pencahayaan cukup, hindari karpet licin, dan gunakan pegangan tangan untuk mencegah jatuh.
  • Hidrasi Cukup: Minum air yang cukup.
  • Kelola Stres: Stres dapat memperburuk gejala vertigo.
  • Kepatuhan Obat: Minum obat sesuai anjuran dokter.
  • Rujuk ke Spesialis: Jika vertigo tidak membaik, kambuh, atau disertai gejala neurologis, rujuk ke neurolog atau THT.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds