Vaskulitis: Klasifikasi & Gambaran Klinis Khas

Vaskulitis itu apa sih? Singkatnya, inflamasi pada dinding pembuluh darah yang bisa bikin organ mana saja kena! Mulai dari nyeri kepala tak tertahankan sampai gagal ginjal, spektrumnya luas banget. Nah, biar enggak bingung di UKMPPD dan bisa bedain satu sama lain, yuk kita bedah tuntas klasifikasi dan gambaran klinis khasnya dalam satu tabel ringkas yang mudah dipahami!

Definisi Vaskulitis

Vaskulitis adalah kondisi patologis yang ditandai dengan inflamasi pada dinding pembuluh darah. Inflamasi ini dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah, penyempitan lumen, oklusi, atau ruptur, yang pada akhirnya mengakibatkan iskemia, infark, atau perdarahan pada jaringan dan organ yang diperdarahi.

Spektrum klinis vaskulitis sangat bervariasi, tergantung pada ukuran dan jenis pembuluh darah yang terlibat, serta organ yang terkena. Penyakit ini dapat bersifat primer (idiopatik) atau sekunder akibat infeksi, keganasan, atau penyakit autoimun lainnya.

Klasifikasi & Gambaran Klinis Utama Vaskulitis

Vaskulitis umumnya diklasifikasikan berdasarkan ukuran pembuluh darah yang dominan terlibat (besar, sedang, atau kecil), serta gambaran histopatologi dan penanda serologi. Memahami perbedaan ini sangat krusial untuk diagnosis dan tatalaksana yang tepat.

Jenis VaskulitisUkuran PembuluhTarget Organ/Sistem UtamaGambaran Klinis KhasPenanda Serologi/Kondisi Terkait
Vaskulitis Pembuluh Besar
Giant Cell Arteritis (GCA) / Temporal ArteritisArteri elastis besar & sedang (aorta & cabangnya, terutama arteri temporalis, oftalmika)Temporal, mata, rahang, ekstremitas proksimalNyeri kepala baru onset (unilateral/bilateral), nyeri rahang saat mengunyah (claudicatio rahang), gangguan penglihatan (amaurosis fugax, kebutaan permanen), nyeri tekan arteri temporalis, gejala polymyalgia rheumatica (nyeri & kaku bahu/panggul).Peningkatan ESR/CRP signifikan. Diagnosis definitif: biopsi arteri temporalis.
Takayasu ArteritisAorta & cabang utamanya (subklavia, karotis, renal)Ekstremitas atas, kepala, ginjal, jantungPerbedaan tekanan darah/nadi antar ekstremitas, klaudikasio ekstremitas, bruits, hipertensi (stenosis arteri renalis), gejala iskemik otak/mata (sinkop, TIA, pandangan kabur), nyeri dada.Peningkatan ESR/CRP. Angiografi menunjukkan stenosis/oklusi arteri besar.
Vaskulitis Pembuluh Sedang
Polyarteritis Nodosa (PAN)Arteri muskular sedang (ginjal, GIT, saraf perifer, kulit, jantung)Ginjal (tanpa glomerulonefritis), GIT, saraf perifer, kulit, testisDemam, penurunan BB, nyeri perut (iskemia mesenterika), melena, mononeuritis multiplex (foot drop, wrist drop), livedo reticularis, nyeri testis, hipertensi. TIDAK ADA GLOMERULONEFRITIS & TIDAK ADA VASKULITIS PARU.Terkait Hepatitis B (HBV) pada 10-30% kasus. ANCA negatif.
Kawasaki DiseaseArteri muskular sedang (terutama arteri koroner)Jantung (arteri koroner), kulit, mukosa, kelenjar getah beningPaling sering pada anak <5 tahun. Demam >5 hari, konjungtivitis non-eksudatif bilateral, ruam polimorfik, eritema/edema tangan-kaki dengan deskuamasi periungual, limfadenopati servikal, mukositis (strawberry tongue, bibir pecah-pecah). Komplikasi utama: aneurisma arteri koroner.Peningkatan ESR/CRP, trombositosis.
Vaskulitis Pembuluh Kecil
Granulomatosis with Polyangiitis (GPA) / Wegener'sKapiler, venula, arteriol (dengan granuloma)Saluran napas atas & bawah, ginjalTrias klasik: 1. Saluran napas atas (sinusitis kronis, epistaksis, ulkus septum, saddle nose deformity), 2. Saluran napas bawah (batuk, hemoptisis, nodul paru), 3. Ginjal (glomerulonefritis).c-ANCA (antibodi anti-proteinase 3 / PR3-ANCA) positif pada >80% kasus.
Microscopic Polyangiitis (MPA)Kapiler, venula, arteriol (tanpa granuloma)Ginjal, paru, kulit, saraf periferMirip GPA tapi TANPA granuloma. Glomerulonefritis nekrotik, perdarahan paru (hemoptisis), purpura teraba, mononeuritis multiplex.p-ANCA (antibodi anti-myeloperoxidase / MPO-ANCA) positif pada >60% kasus.
Eosinophilic Granulomatosis with Polyangiitis (EGPA) / Churg-StraussKapiler, venula, arteriol (dengan granuloma & eosinofilia)Paru, saraf perifer, kulit, jantung, GITTrias klasik: 1. Asma (onset dewasa & sering berat), 2. Eosinofilia perifer & jaringan, 3. Gejala vaskulitis (neuropati perifer, infiltrat paru transien, purpura teraba, kardiomiopati).p-ANCA (MPO-ANCA) positif pada 40-60% kasus.
IgA Vasculitis (Henoch-Schönlein Purpura)Kapiler, venula, arteriolKulit, sendi, GIT, ginjalPaling sering pada anak-anak setelah infeksi saluran napas atas. Trias: 1. Purpura teraba (non-trombositopenik) di tungkai bawah & bokong, 2. Artralgia/artritis (lutut, pergelangan kaki), 3. Nyeri perut/perdarahan GIT. Komplikasi: glomerulonefritis (hematuria, proteinuria).Deposit IgA pada biopsi kulit.
Cryoglobulinemic VasculitisKapiler, venula, arteriolKulit, sendi, ginjal, saraf periferPurpura teraba, artralgia, neuropati perifer, glomerulonefritis.Terkait Hepatitis C (HCV). Krioglobulin positif, hipokomplementemia (C4 rendah).

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds