Uveitis: Anterior vs. Posterior

Uveitis adalah inflamasi pada lapisan uvea mata yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan serius jika tidak ditangani dengan tepat. Membedakan antara uveitis anterior dan posterior itu krusial, lho! Penentuan lokasi inflamasi ini akan sangat memengaruhi gejala, tanda, hingga strategi tatalaksana yang tepat. Yuk, pahami perbedaannya secara ringkas dan padat untuk bekal UKMPPD kamu!

Definisi Uveitis

Uveitis adalah inflamasi pada uvea, lapisan tengah mata yang kaya vaskularisasi dan terdiri dari iris, korpus siliaris, dan koroid. Berdasarkan lokasi anatomi inflamasi, uveitis diklasifikasikan menjadi:

  • Uveitis Anterior: Melibatkan iris (iritis) dan/atau korpus siliaris (siklititis). Ini adalah bentuk uveitis yang paling umum.
  • Uveitis Intermediet: Melibatkan vitreus dan pars plana.
  • Uveitis Posterior: Melibatkan koroid (koroiditis) dan/atau retina (retinitis, korioretinitis).
  • Panuveitis: Melibatkan seluruh lapisan uvea (anterior, intermediet, dan posterior).

Pemahaman klasifikasi ini sangat penting untuk penegakan diagnosis dan penentuan tatalaksana yang efektif.

Perbandingan Uveitis Anterior dan Posterior

Meskipun sama-sama inflamasi pada uvea, uveitis anterior dan posterior memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Berikut adalah perbandingan kunci yang perlu kamu pahami:

KriteriaUveitis AnteriorUveitis Posterior
Lokasi InflamasiIris dan/atau korpus siliarisKoroid dan/atau retina, vitreus
Gejala Utama
  • Nyeri mata (moderat hingga berat)
  • Fotofobia (sensitivitas cahaya)
  • Kemerahan mata (injeksi siliar/sirkumkorneal)
  • Penurunan visus ringan hingga sedang
  • Lakrimasi
  • Penurunan visus signifikan
  • Floaters (benda melayang)
  • Skotoma (area buta pada lapang pandang)
  • Metamorfopsia (distorsi penglihatan)
  • Nyeri dan kemerahan mata minimal atau tidak ada
Tanda (Pemeriksaan Fisik)
  • Sel dan flare di bilik mata depan (COA)
  • Presipitat keratik (KP) pada endotel kornea
  • Sinekia posterior (perlekatan iris ke lensa)
  • Miosis (pupil kecil)
  • TIO bisa normal, naik, atau turun
  • Vitritis (sel inflamasi di vitreus)
  • Lesi koroid/retina (aktif atau inaktif)
  • Vaskulitis retina
  • Edema makula
  • Papilitis (inflamasi diskus optikus)
Etiologi Umum
  • Idiopatik (paling sering)
  • HLA-B27 terkait (Ankylosing Spondylitis, Reiter's Syndrome)
  • Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA)
  • Herpes Simplex/Zoster
  • Trauma
  • Toksoplasmosis (paling sering)
  • Cytomegalovirus (CMV) retinitis (pada HIV)
  • Tuberkulosis
  • Sarkoidosis
  • Sindrom Vogt-Koyanagi-Harada (VKH)
  • Sifilis, Lyme disease
Komplikasi
  • Glaucoma sekunder
  • Katarak
  • Sinekia posterior
  • Edema makula kistoid
  • Penurunan visus permanen
  • Ablasi retina
  • Edema makula kistoid
  • Neovaskularisasi koroid
  • Atrofi optikus
Prinsip Tatalaksana
  • Steroid topikal (tetes mata) untuk menekan inflamasi
  • Sikloplegik (mis. atropin, homatropin) untuk mencegah sinekia dan mengurangi nyeri
  • Antivirus jika etiologi viral
  • Steroid sistemik (oral, injeksi intravitreal/periokular)
  • Agen imunosupresif (pada kasus berat/kronis)
  • Terapi spesifik untuk etiologi (mis. antibiotik, antiparasit, antivirus)

Prinsip Tatalaksana Umum

Terlepas dari lokasinya, tujuan utama tatalaksana uveitis adalah:

  • Menekan inflamasi dan mencegah kerusakan jaringan mata.
  • Mengurangi nyeri dan gejala lain.
  • Mencegah atau mengelola komplikasi yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
  • Mengidentifikasi dan mengobati penyebab yang mendasari, jika memungkinkan.

Penanganan yang cepat dan tepat sangat esensial untuk mempertahankan fungsi penglihatan pasien.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds