Urtikaria akut dan angioedema adalah reaksi kulit yang sering ditemui di Instalasi Gawat Darurat dan dapat mengancam nyawa ketika melibatkan saluran napas. Memahami perbedaan klinis, mekanisme patofisiologi, dan penatalaksanaan yang tepat adalah kunci untuk memberikan perawatan yang efektif dan mencegah komplikasi serius. Materi ini akan memandu Anda dari pengenalan awal hingga manajemen terapeutik.
Penting untuk membedakan dua kondisi yang sering terjadi bersama namun memiliki karakteristik berbeda:
Urtikaria akut adalah munculnya wheal (benjolan) merah terang yang sangat gatal secara tiba-tiba. Setiap lesi berlangsung singkatâhanya 1 hingga 24 jamâdan kemudian hilang tanpa meninggalkan bekas. Untuk didefinisikan sebagai "akut", seluruh episode harus teratasi dalam waktu â¤6 minggu. Jika berlanjut lebih lama, maka diklasifikasikan sebagai urtikaria kronis.
Angioedema berbeda karena melibatkan edema (pembengkakan) pada lapisan yang lebih dalam: dermis dalam, subkutan, atau bahkan membran mukosa. Berbeda dengan urtikaria yang sangat gatal, angioedema biasanya *tidak gatal* dan memiliki batas yang tidak tegas (poorly demarcated). Angioedema cenderung bertahan lebih lama, hingga 72 jam.
Penting secara klinis: Angioedema pada faring atau laring adalah kegawatdaruratan medis karena dapat menyebabkan asfiksia jika obstruksi saluran napas terjadi. Kondisi ini memerlukan evaluasi dan intervensi segera.
Pada sebagian besar kasus, urutan kejadian dimulai dengan sel mast. Ketika antigen (misalnya protein makanan, obat, atau alergen) mengikat IgE yang telah sebelumnya melekat pada permukaan sel mast, ini memicu degranulasi. Sel mast melepaskan granul yang berisi bahan kimia pembawa pesan, terutama:
Hasil akhirnya adalah pengeluaran cairan dari kapiler ke jaringan sekitar (edema) dan sensasi gatal yang intens.
Pada beberapa kondisi, terutama angioedema herediter atau akibat penghambat ACE, edema dimediasi oleh bradikinin, sebuah peptida inflamasi yang kuat. Perbedaan penting: bradikinin menyebabkan edema *tanpa pruritus* (tanpa gatal). Ini adalah alasan mengapa antihistamin tidak efektif pada jenis angioedema ini.
Tes laboratorium rutin (seperti darah lengkap, tes fungsi hati, tes alergen spesifik) *tidak direkomendasikan* pada kasus urtikaria akut berdasarkan panduan terkini, terutama ketika diagnosis klinis jelas. Tes dipertimbangkan hanya jika ada suspisi terhadap kondisi mendasar spesifik (misalnya infeksi atau kondisi sistemik).
Ini adalah prioritas pertama. Tanyakan dan observasi untuk tanda-tanda obstruksi saluran napas atas:
Jika ada tanda-tanda ini, ini adalah kegawatdaruratan. Siapkan untuk:
Pilihan pertama untuk urtikaria akut adalah antihistamin generasi kedua yang selektif terhadap reseptor H1 perifer. Pilihan meliputi:
Mengapa generasi kedua? Mereka memiliki penetrasi SSP minimal (tidak menyebabkan sedasi seperti generasi pertama) dan onset aksi lebih cepat.
Dosis penting: Dimulai dengan dosis standar. Jika tidak ada perbaikan signifikan dalam 2 minggu, dosis *dapat ditingkatkan hingga 4 kali dosis standar* . Ini adalah poin kunci yang sering dilupakanâbanyak pasien respons baik terhadap dosis tinggi meskipun dosis standar tidak efektif.
Ini adalah titik penting yang sering membingungkan. Kortikosteroid sistemik tidak menunjukkan manfaat tambahan pada urtikaria akut dibandingkan dengan antihistamin saja. Dengan kata lain, menambahkan prednison atau deksametason ke rejimen antihistamin tidak mempercepat resolusi dan tidak direkomendasikan secara rutin. Jangan berikan kortikosteroid "untuk kasus berat" pada urtikaria akut.
Angioedema histamin-mediated: Gunakan antihistamin generasi kedua sama seperti urtikaria. Jika anafilaksis terjadi, tambahkan epinefrin.
Angioedema bradikinin-mediated (termasuk pada penghambat ACE atau herediter): Antihistamin tidak efektif karena bradikinin, bukan histamin, adalah mediator. Pada kasus ini, inhibitor C1-esterase seperti icatibant dapat dipertimbangkan untuk mempercepat resolusi, meskipun ini jarang tersedia di semua IGD.
Urtikaria luas dapat berkembang menjadi anafilaksis, kondisi yang mengancam nyawa. Tanda-tanda meliputi:
Jika tanda-tanda ini ada, berikan epinefrin segera dan hubungi tim resusitasi.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi