Urolithiasis merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang cukup tinggi. Angka kejadiannya bervariasi antar wilayah, namun umumnya lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, dengan puncak insidensi pada usia 30-50 tahun. Tingkat rekurensi (kekambuhan) cukup tinggi, mencapai 50% dalam 5-10 tahun jika tidak ada tindakan pencegahan.
Pembentukan batu saluran kemih dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik intrinsik maupun ekstrinsik. Beberapa faktor risiko utama meliputi:
Pembentukan batu melibatkan proses kompleks yang diawali dengan beberapa kondisi:
Gejala tergantung pada ukuran, lokasi, dan ada tidaknya obstruksi atau infeksi.
Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan penunjang esensial untuk konfirmasi diagnosis, menentukan ukuran dan lokasi batu, serta menilai komplikasi.
Batu saluran kemih diklasifikasikan berdasarkan komposisi kimianya. Identifikasi jenis batu penting untuk pencegahan.
| Jenis Batu | Komposisi | Karakteristik | Faktor Risiko | Gambaran Radiologi (BNO) |
|---|---|---|---|---|
| Kalsium Oksalat | Kalsium oksalat monohidrat/dihidrat | Paling umum (70-80%), keras, permukaan kasar. | Hiperkalsiuria, hiperoksaluria, hipositraturia, dehidrasi. | Sangat radiopak (paling jelas). |
| Kalsium Fosfat | Kalsium fosfat (apatit) | Juga umum (5-10%), sering terkait dengan pH urin basa. | Hiperkalsiuria, pH urin alkali, disfungsi tubulus ginjal. | Radiopak, namun sedikit kurang padat dari kalsium oksalat. |
| Struvit (Infeksi) | Magnesium amonium fosfat | Terkait infeksi ISK kronis oleh bakteri penghasil urease (Proteus, Klebsiella, Pseudomonas). Cepat membesar, sering membentuk staghorn calculus. | ISK berulang, pH urin alkali persisten. | Radiopak, sering besar dan bercabang (staghorn). |
| Asam Urat | Asam urat | 5-10% dari semua batu. Terkait dengan pH urin asam. | Hiperurikosuria, gout, sindrom metabolik, dehidrasi, pH urin asam. | Radiolusen (tidak terlihat pada BNO), terlihat pada CT-Scan. |
| Sistin | Sistin | Jarang (<1%), akibat kelainan genetik (sistinuria) yang menyebabkan gangguan reabsorpsi sistin di tubulus ginjal. | Kelainan genetik sistinuria. | Sedikit radiopak (samar pada BNO), terlihat pada CT-Scan. |
| Lain-lain | Xantin, obat-obatan tertentu | Sangat jarang. | Kelainan metabolik langka, penggunaan obat tertentu. | Bervariasi, sering radiolusen. |
Tatalaksana batu saluran kemih meliputi penanganan nyeri akut, terapi konservatif, terapi medikamentosa, dan intervensi (invasif) jika diperlukan.
Batu dengan ukuran ≤ 5 mm di ureter distal memiliki kemungkinan tinggi untuk keluar spontan.
Intervensi diperlukan jika:
Tanpa penanganan yang tepat, urolithiasis dapat menyebabkan komplikasi serius:
Pencegahan rekurensi sangat penting dan disesuaikan dengan jenis batu yang ditemukan.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi