Memahami perbedaan karakteristik klinis antara jenis ulkus tungkai sangat penting untuk diagnosis yang akurat. Berikut adalah perbandingan ulkus tungkai berdasarkan etiologinya yang paling umum:
| Karakteristik | Ulkus Vena | Ulkus Arteri | Ulkus Neuropati (Diabetes) |
| Etiologi Utama | Insufisiensi vena kronis | Penyakit arteri perifer (PAD) | Neuropati perifer (sensorik, motorik, autonom) dan iskemia |
| Lokasi Khas | Maleolus medialis, area perimaleolar, betis bawah | Jari kaki, tumit, maleolus lateralis, area trauma | Telapak kaki (area bertekanan: metatarsal head, tumit), jari kaki |
| Karakteristik Nyeri | Ringan hingga sedang, berkurang saat elevasi tungkai, memburuk saat berdiri lama | Berat, nyeri intermiten (klaudikasio) atau nyeri istirahat, memburuk saat elevasi, berkurang saat tungkai digantung | Umumnya tidak nyeri (karena neuropati sensorik), kecuali ada infeksi atau iskemia berat |
| Penampakan Ulkus |
|
|
|
| Kulit Sekitar | Edema, hiperpigmentasi (lipodermatosklerosis), dermatitis stasis, indurasi, hangat | Pucat, dingin, atrofi, rambut rontok, kuku rapuh, tidak ada keringat, mengkilap | Kering, pecah-pecah, kalus, fisura, deformitas kaki (Charcot foot) |
| Pulsasi Distal | Teraba normal | Menurun atau tidak teraba | Teraba normal atau menurun (jika ada PAD bersamaan) |
| Pemeriksaan Penunjang Kunci | Duplex ultrasonografi (USG) vena | Ankle-Brachial Index (ABI), Duplex ultrasonografi (USG) arteri, angiografi | Pemeriksaan monofilamen, biopsi saraf (jika diperlukan), ABI (untuk menyingkirkan PAD) |
Prinsip tatalaksana ulkus tungkai melibatkan penanganan penyebab yang mendasari dan perawatan luka yang optimal. Penanganan yang komprehensif sangat penting untuk mencapai penyembuhan luka dan mencegah rekurensi.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi