Ulkus genital adalah luka terbuka pada area kelamin yang seringkali merupakan manifestasi dari Infeksi Menular Seksual (IMS). Penting bagi mahasiswa kedokteran untuk dapat membedakan berbagai penyebab ulkus genital karena tatalaksana, prognosis, dan implikasi kesehatan masyarakatnya sangat bervariasi.
Dua penyebab ulkus genital yang paling sering ditemukan dan kerap menjadi diagnosis banding adalah Ulkus Mole dan Herpes Genital. Pemahaman mendalam tentang karakteristik klinis dan diagnostik keduanya akan sangat membantu dalam praktik klinis dan persiapan UKMPPD.
Ulkus Mole, atau dikenal juga sebagai Chancroid, adalah infeksi menular seksual (IMS) akut yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus ducreyi. Penyakit ini ditandai dengan ulkus genital yang nyeri dan sering disertai pembengkakan kelenjar getah bening inguinal.
Bakteri H. ducreyi masuk melalui lesi mikroskopik pada kulit atau mukosa saat kontak seksual. Bakteri ini menghasilkan toksin yang menyebabkan nekrosis seluler dan respons inflamasi, membentuk ulkus yang khas. Invasi ke kelenjar getah bening inguinal menyebabkan limfadenitis supuratif.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis yang khas dan didukung oleh pemeriksaan laboratorium:
Tujuan tatalaksana adalah menyembuhkan infeksi, meredakan gejala, dan mencegah penularan.
Fimosis, parafimosis, destruksi jaringan lokal yang luas, dan pembentukan fistula uretro-kutaneus. Peningkatan risiko penularan HIV.
Herpes Genital adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV), terutama HSV-2 (sekitar 70-90% kasus) dan sisanya oleh HSV-1. Infeksi ini bersifat kronis dan rekuren.
Virus masuk melalui lesi mikroskopik pada kulit atau mukosa. Setelah infeksi primer, virus bermigrasi ke ganglion sensorik (ganglion sakralis) dan menetap dalam bentuk laten. Reaktivasi virus dapat terjadi akibat stres, demam, trauma, atau imunosupresi, menyebabkan episode rekuren.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan dikonfirmasi dengan pemeriksaan laboratorium:
Tujuan tatalaksana adalah mengurangi durasi dan keparahan episode, mencegah rekurensi, dan mengurangi penularan.
Neuralgia pasca-herpetik, meningitis aseptik, radikulopati sakral, infeksi okular (keratitis herpetik), infeksi neonatal (herpes neonatorum), dan peningkatan risiko penularan HIV.
Mampu membedakan ulkus genital yang berbeda adalah kunci. Berikut adalah perbandingan karakteristik klinis dari tiga penyebab ulkus genital yang paling sering menjadi diagnosis banding.
| Karakteristik | Ulkus Mole (Chancroid) | Herpes Genital | Sifilis Primer (Chancre) |
|---|---|---|---|
| Etiologi | Haemophilus ducreyi (Bakteri) | Herpes Simplex Virus (HSV-1, HSV-2) (Virus) | Treponema pallidum (Bakteri) |
| Jumlah Ulkus | Multipel (sering), bisa tunggal | Multipel (vesikel berkelompok), bisa tunggal | Tunggal (khas), bisa multipel |
| Nyeri Ulkus | Sangat nyeri | Sangat nyeri (terutama primer) | Tidak nyeri (khas) |
| Tepi Ulkus | Tidak teratur, bergaung | Eroded, vesikel/erosi superfisial | Teratur, indurasi (keras) |
| Dasar Ulkus | Kotor, mudah berdarah, purulen | Eritematosa, vesikel/erosi superfisial | Bersih, kemerahan |
| Konsistensi Ulkus | Lunak (soft chancre) | Lunuk, vesikel | Keras (hard chancre) |
| Limfadenopati | Unilateral, nyeri, bisa supuratif (bubo) | Bilateral, nyeri, tidak supuratif | Bilateral, tidak nyeri, keras (rubber-like) |
| Gejala Sistemik | Jarang | Sering pada primer (demam, malaise) | Jarang |
| Pemeriksaan Lab Kunci | Pewarnaan Gram (school of fish), PCR, Kultur | Uji Tzanck (multinucleated giant cells), Kultur virus, PCR, Serologi HSV | Mikroskop lapangan gelap (spiroketa), VDRL/RPR (non-treponemal), TPPA/TPHA (treponemal) |
Pencegahan IMS, termasuk ulkus mole dan herpes genital, sangat krusial. Edukasi pasien dan pasangannya adalah bagian integral dari tatalaksana.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi