TB pada anak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, seringkali menjadi indikator kegagalan program pengendalian TB di populasi dewasa.
Anak-anak memiliki risiko tinggi untuk berkembang menjadi penyakit aktif setelah terinfeksi, terutama balita dan anak dengan imunitas rendah.
Setelah inhalasi droplet yang mengandung M. tuberculosis, bakteri mencapai alveoli dan difagositosis oleh makrofag.
Pembentukan kompleks primer Ghon (fokus primer di paru + limfadenopati regional).
Pada anak, imunitas seluler belum sempurna, sehingga risiko diseminasi hematogen lebih tinggi, menyebabkan TB milier atau TB ekstrapulmoner.
Beberapa faktor meningkatkan risiko anak terinfeksi dan berkembang menjadi TB aktif:
Gejala TB pada anak seringkali tidak spesifik, membuatnya sulit didiagnosis. Gejala umum meliputi:
Diagnosis TB Anak seringkali merupakan diagnosis klinis, dengan bantuan sistem skoring TB Anak (berdasarkan Kemenkes RI) dan pemeriksaan penunjang.
Kriteria diagnosis TB Anak (Sistem Skoring TB Anak):
| Parameter | Skor |
| Kontak TB (+) | 3 |
| Uji Tuberkulin (Mantoux) (+) | 3 |
| Berat badan/Tinggi badan (BB/TB) < -2 SD atau BB tidak naik dengan adekuat | 2 |
| Demam tanpa sebab jelas > 2 minggu | 1 |
| Batuk kronis > 2 minggu | 1 |
| Pembesaran KGB kolli/aksila/inguinal > 1 cm, > 1 KGB, tidak nyeri | 1 |
| Pembesaran KGB hilus/massa intratoraks (foto toraks) | 1 |
Interpretasi Skor:
Diagnosis definitif dengan ditemukannya M. tuberculosis dari spesimen (sputum, bilas lambung, cairan BAL, biopsi) sangat sulit pada anak.
Prinsip tatalaksana TB Anak sama dengan dewasa: kombinasi obat anti-tuberkulosis (OAT) untuk mencegah resistensi dan memastikan eradikasi bakteri.
Dosis OAT (berdasarkan BB):
| Obat | Dosis Harian (mg/kgBB) | Dosis Maksimal (mg/hari) |
| Isoniazid (H) | 10 (rentang 10-15) | 300 |
| Rifampisin (R) | 15 (rentang 10-20) | 600 |
| Pirazinamid (Z) | 35 (rentang 30-40) | 2000 |
| Etambutol (E) | 20 (rentang 15-25) | 1000 |
Regimen Standar (Kategori 1):
Regimen Khusus:
Pemberian OAT harus dalam pengawasan langsung (DOTS - Directly Observed Treatment, Short-course) oleh PMO (Pengawas Minum Obat).
Edukasi efek samping OAT (hepatotoksisitas, neuropati perifer, dll) sangat penting.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi