Trombositopenia Imun (ITP) adalah kelainan perdarahan autoimun yang ditandai oleh destruksi trombosit yang dimediasi oleh antibodi dan/atau gangguan produksi trombosit di sumsum tulang, tanpa adanya penyebab lain yang jelas.
ITP diklasifikasikan menjadi:
Etiologi ITP primer belum sepenuhnya diketahui, namun diduga melibatkan respons autoimun terhadap antigen trombosit.
Patofisiologi utama ITP melibatkan:
ITP dapat diklasifikasikan berdasarkan durasi:
Gejala bervariasi tergantung pada derajat trombositopenia dan lokasi perdarahan.
Tingkat keparahan perdarahan dapat dinilai dengan skor perdarahan (misal: WHO Bleeding Scale atau ITP-BAT).
Diagnosis ITP adalah diagnosis eksklusi, artinya harus menyingkirkan penyebab trombositopenia lainnya.
Anamnesis:
Pemeriksaan Fisik:
Darah Lengkap (DL) dengan Hitung Jenis:
Apusan Darah Tepi:
Pemeriksaan Sumsum Tulang (SMT):
Pemeriksaan Lain (untuk menyingkirkan ITP sekunder):
Penting untuk membedakan ITP dari penyebab trombositopenia lainnya. Berikut adalah beberapa diagnosis banding utama:
| Kondisi | Karakteristik Kunci |
| Trombositopenia Imun (ITP) | Trombositopenia terisolasi, perdarahan mukokutan, tidak ada hepatosplenomegali/limfadenopati, morfologi sel darah lain normal. |
| Trombotic Thrombocytopenic Purpura (TTP) | Pentad klasik: Trombositopenia, anemia hemolitik mikroangiopati (schistocytes), demam, kelainan neurologis, disfungsi ginjal. |
| Disseminated Intravascular Coagulation (DIC) | Trombositopenia, perpanjangan PT/aPTT, peningkatan D-dimer, penurunan fibrinogen, sering dengan penyakit dasar berat (sepsis, trauma). |
| Sindrom Evans | ITP + anemia hemolitik autoimun (AIHA) atau neutropenia autoimun. |
| Drug-induced Thrombocytopenia | Riwayat penggunaan obat tertentu (misalnya heparin, sulfonamid, kina), onset akut setelah paparan obat. |
| Systemic Lupus Erythematosus (SLE) | Trombositopenia bisa menjadi manifestasi, disertai gejala SLE lain (artritis, ruam malar, ANA positif). |
| Infeksi (HIV, HCV, H. pylori, Dengue) | Trombositopenia sebagai bagian dari infeksi, disertai gejala infeksi. |
| Myelodysplastic Syndrome (MDS) | Trombositopenia dengan sitopenia lain (anemia, leukopenia), sel displastik pada SMT, sering pada lansia. |
| Pseudotrombositopenia | Agregasi trombosit in vitro karena antikoagulan EDTA; hitung trombosit rendah palsu, morfologi trombosit normal pada apusan. |
Tujuan tatalaksana adalah mencegah perdarahan berat, bukan menormalkan hitung trombosit.
Indikasi Terapi: Umumnya jika trombosit < 30.000/µL atau ada perdarahan signifikan, terlepas dari hitung trombosit.
1. Observasi (Watchful Waiting):
2. Terapi Lini Pertama:
3. Terapi Lini Kedua (jika gagal lini pertama atau relaps):
4. Penanganan Perdarahan Berat/Mengancam Jiwa:
Komplikasi utama ITP adalah perdarahan, terutama jika trombosit sangat rendah (<10.000/µL).
Prognosis ITP pada anak umumnya sangat baik, dengan sebagian besar kasus sembuh spontan dalam beberapa minggu hingga bulan.
Pada dewasa, ITP cenderung menjadi kronis, namun dengan tatalaksana yang tepat, sebagian besar pasien dapat menjalani hidup normal dengan risiko perdarahan yang terkontrol.
Mortalitas terkait ITP biasanya disebabkan oleh perdarahan intrakranial.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi