Klasifikasi TMS sangat penting untuk beberapa alasan:
Klasifikasi ini merupakan standar internasional yang paling umum digunakan, dikembangkan oleh American Spinal Injury Association (ASIA). AIS menilai tingkat keparahan cedera berdasarkan fungsi motorik dan sensorik di bawah level neurologis cedera. Penilaian dilakukan setelah syok spinal teratasi.
| Grade | Deskripsi |
|---|---|
| AIS A (Complete) | Tidak ada fungsi motorik atau sensorik yang dipertahankan pada segmen sakral S4-S5. |
| AIS B (Incomplete) | Fungsi sensorik dipertahankan di bawah level neurologis, termasuk segmen sakral S4-S5, namun tidak ada fungsi motorik yang dipertahankan lebih dari 3 level di bawah level neurologis motorik. |
| AIS C (Incomplete) | Fungsi motorik dipertahankan di bawah level neurologis, dan lebih dari setengah otot kunci di bawah level neurologis memiliki kekuatan otot grade <3 (kurang dari gerakan penuh melawan gravitasi). |
| AIS D (Incomplete) | Fungsi motorik dipertahankan di bawah level neurologis, dan setidaknya setengah otot kunci di bawah level neurologis memiliki kekuatan otot grade ≥3 (gerakan penuh melawan gravitasi). |
| AIS E (Normal) | Fungsi motorik dan sensorik normal pada pasien yang sebelumnya mengalami defisit. |
Level neurologis adalah segmen paling kaudal dari medulla spinalis yang menunjukkan fungsi sensorik dan motorik normal pada kedua sisi tubuh. Penentuan level ini penting untuk lokalisasi cedera.
Beberapa pola cedera inkomplit memiliki karakteristik klinis yang khas dan dikenal sebagai sindrom medulla spinalis parsial:
Sering terjadi akibat hiperekstensi pada pasien dengan stenosis kanalis spinalis servikal. Ditandai dengan kelemahan motorik yang lebih berat pada ekstremitas atas dibandingkan ekstremitas bawah, dengan derajat kehilangan sensorik yang bervariasi.
Biasanya disebabkan oleh cedera pada arteri spinalis anterior. Menimbulkan kelumpuhan motorik dan kehilangan sensasi nyeri serta suhu di bawah level cedera, namun sensasi proprioseptif dan vibrasi tetap utuh.
Terjadi akibat hemiseksi (cedera pada satu sisi) medulla spinalis. Manifestasinya meliputi kelumpuhan motorik ipsilateral (sisi yang sama dengan lesi) dan kehilangan propriosepsi serta vibrasi, diikuti oleh kehilangan sensasi nyeri dan suhu kontralateral (sisi berlawanan) di bawah level cedera.
Cedera pada segmen sakral medulla spinalis (S3-S5). Menimbulkan disfungsi kandung kemih dan usus, impotensi, anestesi sadel (saddle anesthesia), dan arefleksia ekstremitas bawah yang bervariasi. Nyeri biasanya bilateral dan simetris.
Bukan cedera pada medulla spinalis itu sendiri, melainkan pada akar saraf spinal di bawah conus medullaris. Gejalanya mirip dengan sindrom conus medullaris (disfungsi kandung kemih/usus, anestesi sadel), namun biasanya unilateral atau asimetris, dengan nyeri radikuler yang lebih parah dan seringkali kelemahan motorik flasid pada ekstremitas bawah.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi