Klasifikasi trauma mata sangat penting untuk menentukan penanganan yang tepat. Berikut adalah klasifikasi utama:
Penyebab trauma mata bervariasi dan seringkali berkaitan dengan aktivitas sehari-hari:
Gejala dan tanda sangat bervariasi tergantung jenis dan lokasi trauma. Umumnya pasien mengeluh:
Tanda spesifik yang perlu diwaspadai:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Prinsip umum tatalaksana adalah melindungi mata, mencegah komplikasi, dan mengembalikan fungsi penglihatan.
| Jenis Trauma | Penanganan Utama | Catatan Penting |
| Trauma Kimia | IRIGASI SEGERA DAN MASIF dengan air mengalir atau NaCl 0,9% selama minimal 15-30 menit. | Terutama trauma basa lebih berbahaya. Lanjutkan dengan sikloplegik, antibiotik topikal, steroid topikal (hati-hati pada trauma basa), dan anti-glaucoma jika TIO meningkat. |
| Trauma Tembus/Ruptur Bulbi | TUTUP MATA DENGAN PELINDUNG (eye shield), jangan diberikan tekanan. Segera rujuk untuk operasi primer (penutupan luka). | Pemberian antibiotik sistemik (profilaksis endoftalmitis) dan anti-tetanus. Hindari manipulasi mata yang berlebihan. |
| Benda Asing Kornea/Konjungtiva | Ekstraksi benda asing, irigasi. | Berikan antibiotik topikal (salep/tetes), sikloplegik jika ada iritis. |
| Hifema | Tirah baring dengan posisi kepala ditinggikan 30-45 derajat, eye shield, sikloplegik, steroid topikal. | Pantau tekanan intraokular (TIO). Jika hifema tidak resolusi atau TIO tinggi tak terkontrol, pertimbangkan evakuasi bedah. |
| Abrasi Kornea | Antibiotik topikal, sikloplegik (jika nyeri), analgetik. | Eye patch tidak selalu diperlukan, dapat menghambat re-epitelisasi. |
| Luka Bakar Kelopak Mata | Bersihkan luka, antibiotik topikal, debridemen jika perlu. | Perhatikan integritas bola mata, cegah kontraktur. |
Trauma mata dapat menyebabkan berbagai komplikasi, baik akut maupun jangka panjang:
Pencegahan adalah kunci untuk trauma mata:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi