Transient Ischemic Attack (TIA) adalah episode singkat disfungsi neurologis yang disebabkan oleh iskemia fokal pada otak, medula spinalis, atau retina, tanpa disertai infark akut. Gejala TIA bersifat sementara dan menghilang secara spontan, umumnya dalam waktu kurang dari 1 jam (meskipun definisi klasik menyatakan hingga 24 jam).
Penyebab TIA sama dengan stroke iskemik. TIA seringkali merupakan manifestasi awal dari penyakit aterosklerotik yang mendasari.
TIA terjadi ketika aliran darah ke area otak tertentu (atau medula spinalis/retina) terganggu secara mendadak dan sementara, menyebabkan iskemia lokal yang tidak cukup parah atau tidak cukup lama untuk menyebabkan kematian sel permanen (infark). Mekanisme utamanya melibatkan:
Gejala TIA muncul secara mendadak, bersifat fokal, dan menghilang sepenuhnya. Lokasi iskemia menentukan jenis gejala yang timbul.
Penting untuk diingat bahwa gejala TIA harus membaik sepenuhnya dalam waktu singkat.
Diagnosis TIA bersifat klinis, berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. TIA adalah kegawatdaruratan medis yang memerlukan evaluasi segera.
| Kriteria | Poin |
|---|---|
| Age ≥60 tahun | 1 |
| Blood Pressure ≥140/90 mmHg | 1 |
| Clinical Features (kelemahan unilateral) | 2 |
| Clinical Features (gangguan bicara tanpa kelemahan) | 1 |
| Duration ≥60 menit | 2 |
| Duration 10-59 menit | 1 |
| Diabetes Mellitus | 1 |
Tujuan pemeriksaan penunjang adalah untuk menyingkirkan stroke iskemik akut, mengidentifikasi etiologi TIA, dan menilai risiko stroke di masa depan.
Tatalaksana TIA berfokus pada pencegahan stroke iskemik di masa depan. Evaluasi dan penanganan harus dilakukan secepatnya.
Komplikasi utama TIA adalah risiko tinggi terjadinya stroke iskemik akut. Risiko ini paling tinggi dalam 48 jam pertama setelah TIA, dan berlanjut tinggi selama beberapa minggu hingga bulan.
Edukasi pasien adalah kunci untuk pencegahan sekunder yang efektif.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi