Trakoma dan Klamidia pada Mata

Materi pembelajaran Trakoma dan Klamidia pada Mata untuk mahasiswa kedokteran gigi.

Pengenalan

Konjungtivitis yang disebabkan oleh *Chlamydia trachomatis* memiliki presentasi klinis yang bervariasi tergantung pada usia pasien dan durasi infeksi. Pemahaman tentang perbedaan ini sangat penting dalam mengenali dan mengelola penyakit ini. Materi ini mencakup tiga kondisi utama: trakoma (infeksi kronis), konjungtivitis inklusi pada dewasa (sexually transmitted infection), dan konjungtivitis klamidia neonatus (perinatal infection).

Definisi dan Cara Penularan

Trakoma adalah konjungtivitis follikularis kronik bilateral yang disebabkan oleh *Chlamydia trachomatis* . Ini merupakan salah satu penyebab kebutaan terhindarkan terbesar di dunia. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan sekret mata pasien atau melalui benda dan alat yang terkontaminasi. Infeksi kronis ini berkembang lambat dan dapat menyebabkan jaringan parut yang irreversibel.

Gejala dan Tanda Klinis Awal

Pada tahap awal, trakoma menampilkan gejala yang mirip dengan konjungtivitis bakteri biasa:

  • Lakrimasi (produksi air mata berlebihan)
  • Nyeri dan iritasi mata
  • Sekresi (biasanya mukopurulen)
  • Edema palpebra (pembengkakan kelopak mata)
  • Kemosmos (rasa seperti ada benda asing di mata)
  • Hiperemia konjungtiva (kemerahan)
  • Hipertrofi papiler (pembesaran papila pada konjungtiva)
  • Folikel (lesi kecil karakteristik klamidia)

Fitur Diagnostik Penting: Folikel

Folikel adalah lesi kecil berisi sel-sel limfosit yang merupakan ciri khas infeksi klamidia. Dalam trakoma, folikel paling sering terjadi pada konjungtiva tarsal superior (kelopak atas bagian dalam), meskipun dapat juga muncul pada konjungtiva tarsal inferior.

Apa yang membedakan trakoma? Folikel ini mengalami siklus penyembuhan yang khas: mereka dapat mengalami nekrosis (kematian jaringan) dan berkembang menjadi sikatriks (jaringan parut). Ketika folikel di area limbus (batas antara kornea dan sklera) mengalami penyembuhan, mereka meninggalkan lekukan karakteristik yang disebut "Herbert's Pits" ini adalah tanda diagnostik penting yang menunjukkan episode folikular sebelumnya.

Pannus Fibrovaskuler

Jika folikel terjadi pada limbus superior, dapat terbentuk pannus fibrovaskuler pertumbuhan jaringan fibrosa dan berisi pembuluh darah yang menutupi bagian atas kornea. Pannus ini dapat menyebabkan kerusakan kornea progresif dan berkontribusi pada penurunan visi.

Kriteria Diagnosis Trakoma

Diagnosis trakoma ditegakkan bila ditemukan minimal 2 dari 4 tanda berikut (ini adalah kriteria diagnostik standar):

  • Folikel tarsal superior (kelopak atas)
  • Herbert's Pits (lekukan pada limbus)
  • Sikatriks tarsal (jaringan parut pada kelopak atas bagian dalam)
  • Pannus pada limbus superior

Penting untuk diingat bahwa diagnosis memerlukan setidaknya dua tanda tidak boleh hanya mengandalkan satu temuan saja.

Sistem Grading WHO untuk Trakoma

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengembangkan sistem grading yang standar untuk klasifikasi trakoma berdasarkan severity (tingkat keparahan). Sistem ini membantu dalam epidemiologi dan monitoring program eliminasi trakoma:

  • T.F (Trachomatous Inflammation-Follicular): Adanya folikel pada tarsal superior
  • T.I (Trachomatous Inflammation-Intense): Inflamasi difus yang parah dengan penebalan kelopak
  • T.S (Trachomatous Scarring): Sikatriks pada tarsal superior
  • T.T (Trachomatous Trichiasis): Perubahan pada silia, termasuk bulu mata yang tumbuh ke dalam (trichiasis) atau bulu mata yang hilang

Sistem ini memungkinkan dokter untuk mengklasifikasikan derajat penyakit dan memprediksi risiko kebutaan. Pasien dengan T.S dan T.T berada pada risiko tertinggi untuk kerusakan visi permanen.

Karakteristik Umum

Konjungtivitis inklusi pada dewasa adalah penyakit yang ditransmisikan secara seksual artinya ditularkan melalui kontak seksual. Penting untuk diingat bahwa pasien dengan infeksi okular klamidia sering juga memiliki uretritis atau servikitis (infeksi saluran genital), sehingga pemeriksaan menyeluruh dan rujukan ke spesialis genital sangat penting.

Presentasi Klinis

Konjungtivitis inklusi pada dewasa memiliki presentasi yang sedikit berbeda dari trakoma:

  • Folikel pada konjungtiva tarsal inferior (kelopak bawah) perhatikan ini berlawanan dengan trakoma yang klasiknya di superior
  • Sekret mukopurulen (tebal dan kuning-kehijauan)
  • Adenopati preaurikuler (pembengkakan kelenjar getah bening di depan telinga)
  • Infiltrat subepitelial pada kornea (kekeruhan halus di lapisan kornea)

Kombinasi ini membedakan konjungtivitis inklusi dari trakoma klasik.

Terapi pada Dewasa

Pengobatan konjungtivitis inklusi memerlukan terapi sistemik untuk menghilangkan infeksi dari seluruh tubuh. Terdapat beberapa pilihan antibiotik oral:

Pilihan pertama:

  • Azitromisin 1000 mg dosis tunggal ini adalah pilihan ideal karena hanya memerlukan satu dosis dan kepatuhan pasien lebih baik

Alternatif (jika azitromisin tidak tersedia atau kontraindikasi):

  • Doksisiklin 100 mg dua kali sehari selama 7 hari perlu diingat bahwa doksisiklin adalah tetrasiklin dan dapat merusak gigi pada janin, jadi kontraindikasi pada ibu hamil
  • Tetrasiklin 250 mg empat kali sehari selama 7 hari
  • Eritromisin 500 mg empat kali sehari selama 7 hari pilihan pada ibu hamil

Terapi topikal (lokal):

  • Salep mata tetrasiklin atau eritromisin 4 kali sehari untuk mengurangi gejala lokal

Penting untuk mengobati pasien dan partner seksualnya untuk mencegah reinfeksi.

Presentasi Klinis yang Berbeda

Infeksi klamidia pada bayi baru lahir memiliki presentasi yang sangat berbeda dari dewasa:

  • Tidak terdapat folikel (fitur yang paling membedakan dari trakoma atau konjungtivitis inklusi dewasa)
  • Sekresi eksudat mukopurulen yang lebih berat jauh lebih banyak dibanding pada dewasa
  • Edema konjungtiva yang berat (pembengkakan parah)
  • Kemosmos yang berat (bayi terlihat sangat tidak nyaman)
  • Pembentukan membran dapat terjadi pada konjungtiva tarsal

Mengapa presentasinya berbeda pada neonatus? Ini karena sistem imun bayi masih belum matang, sehingga respons inflamasi lebih berat dan masif tanpa fitur-fitur follikuler khas yang terlihat pada anak yang lebih tua atau dewasa.

Perbedaan dari Oftalmia Neonatorum Gonokokus

Ini adalah perbedaan klinis yang SANGAT penting untuk ujian. Baik klamidia maupun gonokokus dapat menyebabkan konjungtivitis berat pada bayi baru lahir, tetapi onset waktu mereka berbeda:

Ingat: "3-5 untuk Gonokokus, 5-10 untuk Klamidia" ini adalah mnemonic penting. Gonokokus muncul lebih cepat karena patogenisitas yang lebih agresif.

Perbedaan temporal ini penting karena membantu dalam diferensiasi klinis awal dan menentukan urgency perawatan.

Terapi pada Neonatus

Pengobatan pada bayi memerlukan perhatian khusus terhadap dosis dan jenis obat yang aman untuk neonatus:

Terapi oral (sistemik):

  • Eritromisin 12,5 mg/kg empat kali sehari selama 14 hari ini adalah antibiotik pilihan untuk neonatus karena aman pada bayi baru lahir

Terapi topikal (lokal):

  • Salep mata eritromisin atau sulfonamid (misalnya sulfasetamid) 4 kali sehari

Catatan penting: Pada neonatus, respons lebih baik terhadap terapi topikal dibandingkan pada orang dewasa. Ini menarik secara klinis pada bayi, pengobatan lokal sering sudah memadai dan dapat mencegah penyebaran sistemik.

Tindakan pencegahan: Pencegahan oftalmia neonatorum klamidia dilakukan melalui deteksi dan pengobatan ibu selama kehamilan, serta pada beberapa tempat dengan memberikan profilaksis mata pada semua bayi baru lahir (meskipun profilaksis yang diberikan biasanya adalah salep eritromisin yang awalnya dimaksudkan untuk gonokokus, tetapi juga efektif untuk klamidia).

Ringkasan Perbandingan Ketiga Bentuk

Untuk memperkuat pemahaman, berikut adalah perbedaan kunci antara ketiga presentasi klamidia:

Trakoma: Infeksi kronis bilateral dengan folikel pada tarsal superior, sikatriks, dan kemungkinan pannus kondisi yang berkembang selama bertahun-tahun dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di daerah dengan sanitasi buruk.

Konjungtivitis Inklusi Dewasa: Penyakit yang ditransmisikan seksual dengan folikel pada tarsal *inferior* , adenopati preaurikuler, dan sering disertai gejala urogenital.

Konjungtivitis Klamidia Neonatus: Infeksi perinatal tanpa folikel, dengan gejala berat yang dimulai pada hari 5-10 kehidupan, tetapi responsif baik terhadap terapi topikal.

Concept Pages

Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca

Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.

Customer Support umeds