Konjungtivitis yang disebabkan oleh *Chlamydia trachomatis* memiliki presentasi klinis yang bervariasi tergantung pada usia pasien dan durasi infeksi. Pemahaman tentang perbedaan ini sangat penting dalam mengenali dan mengelola penyakit ini. Materi ini mencakup tiga kondisi utama: trakoma (infeksi kronis), konjungtivitis inklusi pada dewasa (sexually transmitted infection), dan konjungtivitis klamidia neonatus (perinatal infection).
Trakoma adalah konjungtivitis follikularis kronik bilateral yang disebabkan oleh *Chlamydia trachomatis* . Ini merupakan salah satu penyebab kebutaan terhindarkan terbesar di dunia. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan sekret mata pasien atau melalui benda dan alat yang terkontaminasi. Infeksi kronis ini berkembang lambat dan dapat menyebabkan jaringan parut yang irreversibel.
Pada tahap awal, trakoma menampilkan gejala yang mirip dengan konjungtivitis bakteri biasa:
Folikel adalah lesi kecil berisi sel-sel limfosit yang merupakan ciri khas infeksi klamidia. Dalam trakoma, folikel paling sering terjadi pada konjungtiva tarsal superior (kelopak atas bagian dalam), meskipun dapat juga muncul pada konjungtiva tarsal inferior.
Apa yang membedakan trakoma? Folikel ini mengalami siklus penyembuhan yang khas: mereka dapat mengalami nekrosis (kematian jaringan) dan berkembang menjadi sikatriks (jaringan parut). Ketika folikel di area limbus (batas antara kornea dan sklera) mengalami penyembuhan, mereka meninggalkan lekukan karakteristik yang disebut "Herbert's Pits" ini adalah tanda diagnostik penting yang menunjukkan episode folikular sebelumnya.
Diagnosis trakoma ditegakkan bila ditemukan minimal 2 dari 4 tanda berikut (ini adalah kriteria diagnostik standar):
Penting untuk diingat bahwa diagnosis memerlukan setidaknya dua tanda tidak boleh hanya mengandalkan satu temuan saja.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengembangkan sistem grading yang standar untuk klasifikasi trakoma berdasarkan severity (tingkat keparahan). Sistem ini membantu dalam epidemiologi dan monitoring program eliminasi trakoma:
Sistem ini memungkinkan dokter untuk mengklasifikasikan derajat penyakit dan memprediksi risiko kebutaan. Pasien dengan T.S dan T.T berada pada risiko tertinggi untuk kerusakan visi permanen.
Konjungtivitis inklusi pada dewasa adalah penyakit yang ditransmisikan secara seksual artinya ditularkan melalui kontak seksual. Penting untuk diingat bahwa pasien dengan infeksi okular klamidia sering juga memiliki uretritis atau servikitis (infeksi saluran genital), sehingga pemeriksaan menyeluruh dan rujukan ke spesialis genital sangat penting.
Konjungtivitis inklusi pada dewasa memiliki presentasi yang sedikit berbeda dari trakoma:
Kombinasi ini membedakan konjungtivitis inklusi dari trakoma klasik.
Pengobatan konjungtivitis inklusi memerlukan terapi sistemik untuk menghilangkan infeksi dari seluruh tubuh. Terdapat beberapa pilihan antibiotik oral:
Pilihan pertama:
Alternatif (jika azitromisin tidak tersedia atau kontraindikasi):
Terapi topikal (lokal):
Penting untuk mengobati pasien dan partner seksualnya untuk mencegah reinfeksi.
Infeksi klamidia pada bayi baru lahir memiliki presentasi yang sangat berbeda dari dewasa:
Mengapa presentasinya berbeda pada neonatus? Ini karena sistem imun bayi masih belum matang, sehingga respons inflamasi lebih berat dan masif tanpa fitur-fitur follikuler khas yang terlihat pada anak yang lebih tua atau dewasa.
Pengobatan pada bayi memerlukan perhatian khusus terhadap dosis dan jenis obat yang aman untuk neonatus:
Terapi oral (sistemik):
Terapi topikal (lokal):
Catatan penting: Pada neonatus, respons lebih baik terhadap terapi topikal dibandingkan pada orang dewasa. Ini menarik secara klinis pada bayi, pengobatan lokal sering sudah memadai dan dapat mencegah penyebaran sistemik.
Tindakan pencegahan: Pencegahan oftalmia neonatorum klamidia dilakukan melalui deteksi dan pengobatan ibu selama kehamilan, serta pada beberapa tempat dengan memberikan profilaksis mata pada semua bayi baru lahir (meskipun profilaksis yang diberikan biasanya adalah salep eritromisin yang awalnya dimaksudkan untuk gonokokus, tetapi juga efektif untuk klamidia).
Untuk memperkuat pemahaman, berikut adalah perbedaan kunci antara ketiga presentasi klamidia:
Trakoma: Infeksi kronis bilateral dengan folikel pada tarsal superior, sikatriks, dan kemungkinan pannus kondisi yang berkembang selama bertahun-tahun dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di daerah dengan sanitasi buruk.
Konjungtivitis Inklusi Dewasa: Penyakit yang ditransmisikan seksual dengan folikel pada tarsal *inferior* , adenopati preaurikuler, dan sering disertai gejala urogenital.
Konjungtivitis Klamidia Neonatus: Infeksi perinatal tanpa folikel, dengan gejala berat yang dimulai pada hari 5-10 kehidupan, tetapi responsif baik terhadap terapi topikal.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi