Developmental Dysplasia of the Hip (DDH) adalah spektrum kelainan perkembangan sendi panggul, mulai dari displasia asetabulum ringan hingga dislokasi lengkap kaput femoris. Kondisi ini bersifat multifaktorial.
DDH seringkali asimtomatik pada bayi baru lahir, sehingga skrining sangat penting. Manifestasi klinis bervariasi tergantung usia.
Tatalaksana DDH bertujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan kaput femoris di asetabulum secara konsentris, serta mendorong perkembangan panggul yang normal.
Congenital Talipes Equinovarus (CTEV), atau lebih dikenal sebagai Clubfoot, adalah deformitas kongenital kaki yang kompleks. Kaki tampak bengkok ke dalam dan ke bawah.
Clubfoot mudah dikenali saat lahir karena deformitas yang khas pada kaki.
Diagnosis: Penegakan diagnosis sebagian besar bersifat klinis saat lahir. USG prenatal kadang dapat mendeteksi, namun tidak selalu akurat.
Tujuan tatalaksana clubfoot adalah untuk mencapai kaki yang fungsional, fleksibel, dan tanpa nyeri.
Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang berupa kurvatura lateral (membengkok ke samping) lebih dari 10 derajat, disertai dengan rotasi vertebra. Ini bukan hanya masalah kosmetik, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan fungsi.
Skoliosis seringkali terdeteksi pada masa remaja saat pertumbuhan pesat.
Tatalaksana skoliosis disesuaikan dengan derajat kurva, usia pasien, dan potensi progresivitas.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi