Thromboangiitis Obliterans (TAO), atau dikenal juga sebagai Penyakit Buerger, adalah penyakit vaskular inflamasi non-aterosklerotik segmental yang menyerang arteri dan vena berukuran kecil hingga sedang pada ekstremitas, terutama kaki dan tangan. Kondisi ini ditandai dengan oklusi trombotik pada pembuluh darah, yang menyebabkan iskemia progresif dan dapat berujung pada gangren serta amputasi.
Karakteristik utama TAO meliputi:
Penyebab pasti TAO belum sepenuhnya diketahui, namun terdapat satu faktor risiko yang sangat dominan dan esensial:
Faktor lain yang mungkin berperan, meskipun belum konklusif:
Patofisiologi TAO melibatkan proses inflamasi yang unik:
Gejala TAO umumnya berkembang secara progresif dan seringkali asimetris. Area yang paling sering terkena adalah ekstremitas distal (jari-jari tangan dan kaki).
Diagnosis TAO sebagian besar didasarkan pada kriteria klinis dan eksklusi penyakit lain. Kriteria diagnostik (misalnya Kriteria Shionoya) sering digunakan:
Penting untuk membedakan TAO dari kondisi lain yang menyebabkan iskemia ekstremitas:
| Kondisi | Karakteristik Pembeda Utama |
| Aterosklerosis | Biasanya pada usia >50 tahun, faktor risiko: dislipidemia, hipertensi, diabetes. Menyerang arteri besar/sedang proksimal. Angiografi menunjukkan plak ateroma. |
| Diabetes Melitus | Neuropati dan angiopati diabetik (sering mengenai pembuluh kecil), glukosa darah tinggi. Ulkus sering neuropatik. |
| Vaskulitis Autoimun (mis. SLE, Skleroderma, Poliarteritis Nodosa) | Terdapat manifestasi sistemik lain, penanda autoimun positif (ANA, ANCA). Dapat menyerang organ lain. |
| Emboli Arteri | Onset akut, sumber emboli (mis. fibrilasi atrium, katup jantung prostetik). |
| Sindrom Kompresi (mis. Thoracic Outlet Syndrome) | Gejala terkait posisi, kompresi eksternal. |
Tatalaksana TAO berfokus pada penghentian progresivitas penyakit dan manajemen gejala.
Prognosis TAO sangat bergantung pada penghentian total penggunaan tembakau. Dengan berhenti merokok secara permanen, sebagian besar pasien dapat mengalami remisi dan mencegah progresivitas penyakit serta amputasi. Namun, jika pasien terus merokok, penyakit akan terus berlanjut, seringkali berujung pada amputasi berulang dan disabilitas berat. Angka kekambuhan tinggi pada pasien yang kembali merokok.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi