Tuberkulosis Paru (TB Paru) adalah penyakit infeksi menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, terutama menyerang parenkim paru. Penyakit ini merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang serius, dengan Indonesia termasuk salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.
Patofisiologi TB Paru melibatkan respons imun host terhadap M. tuberculosis. Prosesnya dapat dibagi menjadi:
Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi atau mengembangkan TB aktif antara lain:
Gejala TB Paru seringkali tidak spesifik dan berkembang perlahan. Gejala utama yang perlu diwaspadai adalah:
Diagnosis TB Paru ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang:
Klasifikasi TB penting untuk menentukan regimen pengobatan. Berikut adalah klasifikasi berdasarkan lokasi anatomis, riwayat pengobatan, dan hasil pemeriksaan bakteriologis:
| Kriteria | Kategori | Deskripsi |
| Lokasi Anatomis | TB Paru | Melibatkan parenkim paru. |
| TB Ekstra Paru | Melibatkan organ selain paru (mis. pleura, kelenjar getah bening, tulang, ginjal, otak). | |
| Hasil Bakteriologis | TB Bakteriologis Positif | Minimal 1 dari 2 spesimen sputum BTA positif, atau TCM positif, atau kultur positif. |
| TB Bakteriologis Negatif | Sputum BTA negatif, TCM negatif, dan kultur negatif, namun gambaran klinis dan radiologis mendukung TB. | |
| Riwayat Pengobatan | Kasus Baru | Pasien yang belum pernah diobati OAT atau sudah diobati <1 bulan. |
| Kasus Kambuh (Relaps) | Pasien yang pernah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, kemudian BTA kembali positif. | |
| Kasus Gagal Pengobatan | Pasien yang BTA tetap positif pada akhir bulan ke-5 pengobatan atau BTA menjadi positif kembali setelah sebelumnya negatif. | |
| Kasus Pengobatan Setelah Putus Obat (Lost to Follow-up) | Pasien yang putus obat ≥2 bulan dan kembali berobat dengan BTA positif. | |
| Kasus Lain | Kasus yang tidak masuk kategori di atas. |
Tatalaksana TB Paru melibatkan pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara teratur dan lengkap sesuai regimen yang direkomendasikan. Regimen standar menggunakan kombinasi beberapa obat untuk mencegah resistensi.
Komplikasi TB Paru dapat terjadi jika tidak diobati atau pengobatan tidak tuntas:
Edukasi pasien dan pencegahan sangat penting untuk mengendalikan penyebaran TB:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi