Syok adalah sindrom klinis yang ditandai dengan hipoperfusi jaringan sistemik yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme sel, sehingga menyebabkan disfungsi seluler dan organ. Kondisi ini dapat berujung pada kegagalan multi-organ dan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Syok kardiogenik adalah kondisi di mana jantung gagal memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, meskipun volume intravaskular cukup. Ini adalah kegagalan pompa jantung primer.
Penurunan kontraktilitas miokardial menyebabkan penurunan curah jantung (cardiac output). Hal ini memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) yang bertujuan untuk meningkatkan denyut jantung, kontraktilitas, dan retensi cairan. Namun, kompensasi ini seringkali tidak cukup dan justru dapat meningkatkan beban kerja jantung (afterload) yang sudah melemah, memperburuk iskemia, dan menciptakan lingkaran setan.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan didukung oleh pemeriksaan penunjang:
Syok hemoragik adalah kondisi gawat darurat yang disebabkan oleh kehilangan volume darah yang masif, menyebabkan hipoperfusi jaringan dan ketidakmampuan tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi sel.
Kehilangan darah akut menyebabkan penurunan volume darah intravaskular, yang berakibat pada penurunan preload dan kemudian penurunan curah jantung. Tubuh mengkompensasi dengan vasokonstriksi perifer (melalui aktivasi sistem saraf simpatis) untuk mengalihkan darah ke organ vital, meningkatkan denyut jantung, dan mengaktifkan mekanisme retensi cairan. Namun, jika kehilangan darah terus berlanjut, mekanisme kompensasi akan gagal, menyebabkan hipotensi dan hipoperfusi sistemik.
| Kelas | I | II | III | IV |
| Kehilangan Darah (mL) | < 750 | 750-1500 | 1500-2000 | > 2000 |
| Kehilangan Darah (% Volume) | < 15% | 15-30% | 30-40% | > 40% |
| Denyut Nadi (x/menit) | < 100 | > 100 | > 120 | > 140 |
| Tekanan Darah | Normal | Normal/Menurun | Menurun | Menurun |
| Tekanan Nadi | Normal/Meningkat | Menurun | Menurun | Menurun |
| Laju Napas (x/menit) | 14-20 | 20-30 | 30-40 | > 35 |
| Produksi Urin (mL/jam) | > 30 | 20-30 | 5-15 | Negligible |
| Status Mental | Sedikit cemas | Cemas | Cemas, bingung | Bingung, letargi |
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinis, riwayat trauma/pendarahan, dan didukung oleh:
| Fitur | Syok Kardiogenik | Syok Hemoragik |
| Penyebab Utama | Kegagalan pompa jantung (mis. IMA luas) | Kehilangan volume darah masif (mis. Trauma, GI bleed) |
| Volume Intravaskular | Adekua/berlebih | Menurun |
| JVP | Meningkat | Normal/Menurun (flat) |
| Bunyi Paru | Ronkhi basah, dispnea (kongesti paru) | Bersih, tidak ada kongesti paru |
| Tatalaksana Cairan IV | Hati-hati, terbatas (risiko kongesti paru) | Agresif (kristaloid, produk darah) |
| Tatalaksana Definitif | Revaskularisasi (PCI/CABG), inotropik, alat bantu mekanis | Hentikan sumber pendarahan (operasi/intervensi) |

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi