SVT dapat diklasifikasikan berdasarkan mekanisme elektrofisiologinya:
Berdasarkan lokasi sirkuit re-entry atau fokus ektopik, SVT utama meliputi:
SVT seringkali terjadi secara spontan pada individu tanpa penyakit jantung struktural yang mendasari. Namun, beberapa faktor dapat memicu atau meningkatkan risiko:
Mekanisme utama SVT adalah re-entry, di mana impuls listrik berputar dalam jalur abnormal, atau peningkatan otomatisitas dari fokus ektopik.
Gejala SVT bervariasi tergantung frekuensi jantung, durasi, dan kondisi jantung pasien. Umumnya bersifat mendadak (paroksismal) dan berhenti mendadak.
Diagnosis SVT ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan terutama elektrokardiogram (EKG) 12-lead saat episode takikardia.
Ciri khas EKG SVT:
Perbedaan EKG spesifik antar jenis SVT:
| Jenis SVT | Karakteristik EKG |
| AVNRT | Gelombang P sering tidak terlihat atau muncul setelah QRS di lead inferior (rP' atau P'r) dengan interval RP' < P'R. |
| AVRT (Ortodromik) | Gelombang P' terlihat setelah QRS, dengan interval RP' > P'R. Pada WPW, mungkin ada gelombang delta dan PR pendek saat sinus. |
| Atrial Tachycardia | Gelombang P' abnormal (berbeda morfologi dari P sinus) mendahului setiap QRS, dengan interval PR tetap. |
Tujuan tatalaksana akut adalah menghentikan episode takikardia dan mengembalikan irama sinus. Pendekatan tergantung stabilitas hemodinamik pasien.
Untuk pasien dengan episode SVT berulang atau simptomatik, tatalaksana jangka panjang dapat dipertimbangkan.
Meskipun SVT umumnya tidak mengancam jiwa, komplikasi dapat terjadi, terutama pada pasien dengan penyakit jantung mendasari atau episode yang berkepanjangan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi