Strabismus paralitik adalah kondisi juling (strabismus) yang disebabkan oleh kelumpuhan (paralisis) atau kelemahan (paresis) pada satu atau lebih otot ekstraokular mata, atau pada nervus kranialis yang menginervasinya.
Kelainan ini mengakibatkan gangguan pada gerakan bola mata, menyebabkan deviasi mata, diplopia (penglihatan ganda), dan seringkali posisi kepala abnormal untuk mengkompensasi penglihatan.
Penyebab strabismus paralitik bervariasi tergantung pada nervus atau otot yang terkena. Beberapa etiologi umum meliputi:
Membedakan jenis strabismus paralitik sangat krusial. Berikut adalah perbandingan kunci berdasarkan nervus kranialis yang terdampak:
| Nervus Kranialis | Otot/Fungsi Terdampak | Manifestasi Klinis Khas | Arah Deviasi | Posisi Kepala Kompensasi | Uji Diagnostik Kunci |
| N. III (Okulomotor) | M. rektus superior, inferior, medial; M. oblik inferior; M. levator palpebrae superioris; M. sfingter pupil (parasimpatis) | Ptosis (kelopak mata jatuh). Mata "down and out" (ke bawah dan ke luar). Pupil dilatasi (jika serabut parasimpatis terkena). Diplopia vertikal dan horizontal. | Eksotropia dan Hipotropia | Tidak spesifik, kadang memiringkan kepala untuk menghindari diplopia. | Penurunan gerakan aduksi, elevasi, depresi. Periksa refleks cahaya pupil. |
| N. IV (Troklearis) | M. oblik superior (intorsi, depresi saat aduksi) | Diplopia vertikal, terutama saat melihat ke bawah (mis. membaca, menuruni tangga). Hipertropia (mata yang terkena lebih tinggi). Eksiklotorsi (rotasi mata ke luar). | Hipertropia (mata ke atas dan sedikit ke luar) | Memiringkan kepala ke bahu yang berlawanan (untuk mengkompensasi intorsi yang hilang) dan dagu menunduk. | Uji Miring Kepala Bielschowsky: Hipertropia memburuk saat kepala dimiringkan ke sisi mata yang terkena. Parks-3-Step Test. |
| N. VI (Abdusen) | M. rektus lateralis (abduksi) | Diplopia horizontal, terutama saat melihat jauh atau ke arah sisi yang terkena. Esotropia (mata berdeviasi ke dalam). Tidak dapat mengabduksi mata melewati garis tengah. | Esotropia (mata ke dalam) | Memutar kepala ke arah sisi mata yang terkena (untuk membawa mata ke bidang aksi). | Penurunan gerakan abduksi. Uji penutup (cover test) menunjukkan esotropia. |
Tatalaksana strabismus paralitik berfokus pada penanganan penyebab dasar dan mitigasi gejala. Prinsip umum meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi