Stenosis Pilorus Hipertrofi Infantil (SPHI) adalah kondisi di mana terjadi penebalan (hipertrofi) dan pembesaran (hiperplasia) otot pilorus, yaitu sfingter di ujung lambung yang menghubungkan lambung dengan duodenum.
Penebalan ini menyebabkan penyempitan lumen pilorus, menghambat aliran makanan dari lambung ke usus halus, dan berujung pada obstruksi saluran keluar lambung.
Epidemiologi: SPHI adalah penyebab paling umum obstruksi saluran keluar lambung pada bayi, dengan insidensi sekitar 2-3 per 1000 kelahiran hidup. Lebih sering terjadi pada bayi laki-laki (4:1) dan anak pertama.
Etiologi: Penyebab pasti belum diketahui (idiopatik), namun diduga multifaktorial, melibatkan faktor genetik dan lingkungan.
Meskipun etiologinya tidak jelas, patofisiologi utamanya adalah hipertrofi otot sirkular dan longitudinal pilorus.
Penebalan ini menyebabkan lumen pilorus menyempit secara progresif, membentuk saluran yang panjang dan sempit.
Akibatnya, terjadi obstruksi saluran keluar lambung parsial hingga komplit.
Lambung berusaha mengosongkan isinya dengan kontraksi yang lebih kuat, menyebabkan hiperperistaltik dan kemudian dilatasi lambung.
Makanan dan cairan tertahan di lambung, memicu muntah proyektil non-bilious.
Muntah berulang menyebabkan kehilangan cairan, elektrolit (terutama HCl), dan kalori, mengakibatkan dehidrasi, alkalosis metabolik hipokloremik, dan hipokalemia.
Gejala biasanya muncul pada usia 2-8 minggu, jarang sebelum 1 minggu atau setelah 5 bulan.
Pada pemeriksaan fisik abdomen:
Ultrasonografi (USG) Abdomen: Merupakan modalitas pencitraan pilihan utama.
Pemeriksaan Laboratorium Darah:
Barium meal (Upper GI Series): Jarang digunakan jika USG diagnostik, namun dapat menunjukkan:
| Kondisi | Karakteristik Kunci |
| Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) | Muntah biasanya tidak proyektil, lebih sering gumoh. Bayi tidak selalu tampak lapar setelah muntah. Tidak ada massa pilorus. |
| Intoleransi Makanan/Alergi Susu Sapi | Muntah, diare, ruam kulit, atau gejala pernapasan. Muntah biasanya tidak proyektil. |
| Obstruksi Duodenum (mis. Atresia Duodenum, Annular Pancreas) | Muntah bilious (mengandung empedu), biasanya onset lebih awal (hari pertama kehidupan). Gambaran "double bubble sign" pada rontgen abdomen. |
| Atresia Esofagus dengan Fistula Trakeoesofageal | Regurgitasi segera setelah minum, batuk, tersedak, sianosis. |
| Penyakit Metabolik | Gejala sistemik lain, letargi, kejang, hipoglikemia, asidosis metabolik. |
Prinsip: Stabilisasi elektrolit dan hidrasi sebelum tindakan bedah.
1. Resusitasi dan Stabilisasi (Penting!):
2. Pembedahan (Pyloromyotomy):
3. Pasca-operasi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi