Penyebab stenosis aorta bervariasi tergantung usia, namun secara umum meliputi:
Penyempitan katup aorta menyebabkan peningkatan gradien tekanan antara ventrikel kiri dan aorta. Untuk mempertahankan curah jantung, ventrikel kiri harus bekerja lebih keras, yang memicu serangkaian adaptasi dan kompensasi:
Gejala stenosis aorta biasanya muncul saat penyakit sudah mencapai tahap berat. Trias Klasik yang sering ditanyakan di UKMPPD adalah:
Temuan pada pemeriksaan fisik:
Diagnosis stenosis aorta ditegakkan berdasarkan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang:
Tingkat keparahan stenosis aorta diklasifikasikan berdasarkan parameter ekokardiografi:
| Tingkat Keparahan | Mean Pressure Gradient (mmHg) | Aortic Valve Area (cm²) | Kecepatan Jet Vmaks (m/s) |
|---|---|---|---|
| Ringan | < 25 | > 1.5 | < 3.0 |
| Sedang | 25 - 40 | 1.0 - 1.5 | 3.0 - 4.0 |
| Berat | > 40 | < 1.0 | > 4.0 |
Catatan: Klasifikasi ini dapat sedikit bervariasi antar pedoman, namun nilai ambang ini adalah yang paling umum digunakan.
Tatalaksana stenosis aorta meliputi terapi medikamentosa untuk gejala dan intervensi definitif untuk memperbaiki katup.
Tindakan definitif adalah penggantian katup aorta, yang dapat dilakukan melalui:
Indikasi utama untuk intervensi adalah:
Prognosis stenosis aorta sangat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan, ada tidaknya gejala, dan waktu intervensi. Pada pasien dengan stenosis aorta berat yang simtomatis, prognosisnya buruk tanpa penggantian katup, dengan angka harapan hidup yang sangat rendah dalam beberapa tahun. Intervensi yang tepat waktu dapat secara signifikan meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup pasien.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi