Staphylococcal Scalded Skin Syndrome (SSSS) adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh toksin khusus yang dihasilkan oleh bakteri *Staphylococcus aureus* . Karakteristik utamanya adalah terbentuknya lepuh besar (bula) yang mudah pecah, memberikan gambaran seperti kulit terbakar. Penyakit ini paling sering ditemukan pada bayi dan anak kecil, tetapi dapat juga terjadi pada orang dewasa dengan kondisi kesehatan tertentu. Pemahaman tentang SSSS penting karena dapat berkembang dengan cepat dan memerlukan penanganan segera.
Pada anak-anak: SSSS paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil berusia kurang dari 5 tahun. Kelompok ini rentan karena:
Pada orang dewasa: SSSS jarang terjadi, tetapi dapat terbentuk jika terdapat:
Kunci untuk memahami SSSS adalah mengetahui bahwa toksin menyerang protein bernama desmoglein-1. Protein ini adalah "lem" yang mengikat sel-sel kulit (keratinosit) satu sama lain, terutama di lapisan stratum granulosum (lapisan granular epidermis).
Desmoglein-1 adalah bagian dari struktur yang disebut desmosomâsebuah junction antar sel yang memastikan sel-sel kulit tetap melekat erat.
Berikut adalah urutan peristiwa yang terjadi:
Poin penting: Berbeda dengan penyakit kulit lain seperti Toxic Epidermal Necrolysis (TEN), pada SSSS hanya lapisan paling superfisial kulit yang terpisah. Jaringan di bawahnya tetap utuh, itulah mengapa prognosisnya lebih baik.
Dalam beberapa jam hingga hari, manifestasi progresif berkembang:
Formasi lepuh: Eritema berkembang menjadi lepuh (bula) yang besar, tipis, dan sangat rapuh. Lepuh ini mudah pecah karena:
Nikolsky sign positif: Ini adalah tanda diagnostik yang sangat penting. Ketika kulit diusap atau dijepit dengan lembut, lapisan epidermis terpisah dan mengelupas. Ini menunjukkan bahwa adhesi antar sel kulit sangat lemah.
Pada bayi dan anak kecil, SSSS dapat menjadi kondisi yang serius karena:
Diagnosis SSSS terutama didasarkan pada presentasi klinis yang khas:
Diagnosis klinis sering sudah cukup untuk memulai pengobatan, karena menunggu hasil laboratorium dapat menunda terapi yang penting.
Impetigo bulosa juga disebabkan oleh *Staphylococcus aureus* , tetapi berbeda dari SSSS:
Perbedaan ini penting karena SSSS memerlukan terapi antibiotik sistemik yang agresif.
Jika diagnosis klinis meragukan, biopsi kulit dapat membantu:
Antibiotik beta-laktam yang aktif melawan *Staphylococcus aureus* adalah pilihan pertama:
Pilihan antibiotik anti-MRSA-sensitive:
Antibiotik-antibiotik ini dipilih karena:
Catatan penting tentang MRSA: *Methicillin-resistant Staphylococcus aureus* (MRSA) resisten terhadap beta-laktam klasik. Jika strain MRSA dicurigai (misalnya, riwayat kolonisasi MRSA atau infeksi sebelumnya), gunakan vankomisin sebagai gantinya.
Selain antibiotik sistemik, antibiotik topikal dapat digunakan pada area dengan bula:
Tujuan: Membantu membersihkan bakteri dari kulit dan mencegah infeksi sekunder.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi