Spondilitis TB (juga dikenal sebagai Pott's Disease atau TBC Vertebra) adalah infeksi tulang belakang yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Ini merupakan bentuk TB ekstraparu yang paling umum melibatkan sistem muskuloskeletal, seringkali menyerang korpus vertebra torakal dan lumbal.
Bakteri Mycobacterium tuberculosis mencapai tulang belakang melalui sirkulasi darah, biasanya dari lesi primer di paru-paru. Mereka cenderung bersarang di daerah yang kaya vaskularisasi, seperti bagian anterior korpus vertebra.
Gejala Spondilitis TB bersifat non-spesifik pada tahap awal dan berkembang secara perlahan. Penting untuk mencari tanda dan gejala berikut:
Diagnosis Spondilitis TB memerlukan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Beberapa kondisi dapat menyerupai Spondilitis TB, sehingga penting untuk mempertimbangkan diagnosis banding:
| Kondisi | Ciri Khas |
|---|---|
| Spondilitis Pirogenik (Bakterial) | Onset lebih akut, demam tinggi, leukositosis signifikan, nyeri lebih berat, kultur darah/jaringan sering positif bakteri piogenik, destruksi diskus lebih menonjol di awal. |
| Tumor Metastatik Tulang Belakang | Riwayat keganasan primer, nyeri lebih terlokalisir, destruksi tulang biasanya litik atau blastik, jarang melibatkan diskus secara primer, gejala konstitusional mungkin ada. |
| Multiple Myeloma | Nyeri tulang difus, lesi punched-out di rontgen, anemia, gagal ginjal, protein M di serum/urin. |
| Hernia Nukleus Pulposus (HNP) | Nyeri radikular dominan, tidak ada gejala konstitusional, gambaran MRI khas HNP, tidak ada destruksi tulang. |
| Spondiloartropati Seronegatif | Melibatkan sendi sakroiliaka, uveitis, entesitis, HLA-B27 positif, tidak ada destruksi tulang vertebra yang masif seperti TB. |
Tatalaksana Spondilitis TB melibatkan kombinasi terapi medikamentosa dan, pada kasus tertentu, tindakan bedah.
Terapi OAT merupakan pilar utama penanganan Spondilitis TB. Regimen standar yang digunakan adalah:
Indikasi tindakan bedah pada Spondilitis TB meliputi:
Spondilitis TB dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat:
Edukasi pasien sangat penting untuk keberhasilan terapi dan pencegahan komplikasi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi