Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah istilah umum yang mencakup berbagai kondisi klinis yang disebabkan oleh iskemia miokard akut akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Kondisi ini umumnya terjadi akibat ruptur plak aterosklerotik pada arteri koroner, diikuti dengan pembentukan trombus yang menyebabkan oklusi parsial atau total.
Meskipun manifestasi klinisnya bervariasi, patofisiologi dasar SKA seringkali melibatkan proses yang serupa:
SKA diklasifikasikan menjadi tiga entitas utama berdasarkan gambaran EKG dan hasil pemeriksaan biomarker jantung, yang sangat penting untuk menentukan strategi tatalaksana.
| Kriteria | Unstable Angina Pectoris (UAP) | NSTEMI (Non-ST-Elevation Myocardial Infarction) | STEMI (ST-Elevation Myocardial Infarction) |
| Nyeri Dada | Angina baru, memburuk, atau saat istirahat; durasi >10-20 menit; tidak hilang dengan nitrat/istirahat. | Angina tipikal, durasi >20 menit; sering disertai gejala otonom (mual, muntah, diaforesis). | Angina tipikal, berat, durasi >20 menit; sering disertai gejala otonom. |
| Gambaran EKG | Normal atau perubahan non-spesifik (depresi ST <0.5 mm, inversi gelombang T). | Depresi segmen ST ≥0.5 mm di ≥2 lead bersebelahan, atau inversi gelombang T ≥1 mm di ≥2 lead bersebelahan. TIDAK ADA elevasi ST persisten. | Elevasi segmen ST baru atau diduga baru ≥1 mm di ≥2 lead bersebelahan (kecuali V2-V3: ≥2 mm pada pria ≥40 tahun, ≥2.5 mm pada pria <40 tahun, atau ≥1.5 mm pada wanita). Atau LBBB baru. |
| Biomarker Jantung (Troponin) | Normal. | Meningkat (di atas nilai batas atas normal). | Meningkat (di atas nilai batas atas normal). |
| Patofisiologi Primer | Oklusi parsial/intermiten arteri koroner, seringkali trombus labil. | Oklusi subtotal/parsial persisten arteri koroner dengan nekrosis miokard. | Oklusi total/hampir total arteri koroner persisten dengan nekrosis miokard. |
| Prognosis Jangka Pendek | Risiko tinggi infark miokard atau kematian jika tidak ditangani. | Lebih baik dari STEMI, tapi lebih buruk dari UAP. | Paling buruk jika tidak segera direperfusi. |
| Tatalaksana Awal | Antiplatelet, antikoagulan, nitrat, beta-blocker. Strategi invasif selektif. | Antiplatelet, antikoagulan, nitrat, beta-blocker. Strategi invasif dini (dalam 24-48 jam). | Reperfusi segera (PCI primer atau fibrinolitik), antiplatelet, antikoagulan, nitrat, beta-blocker. |
Penegakan diagnosis SKA memerlukan kombinasi dari:
Tatalaksana SKA bertujuan untuk mengurangi iskemia, mencegah nekrosis miokard lebih lanjut, dan mengurangi risiko komplikasi. Prinsip umumnya meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi