Sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW)

Pernah dengar tentang 'jalur pintas' di jantung yang bisa bikin deg-degan tiba-tiba? Yup, itu dia Sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW)! Kondisi pre-eksitasi ini penting banget untuk dikenali karena bisa menyebabkan takiaritmia serius, bahkan kematian mendadak. Jangan sampai salah tatalaksana, karena obat yang salah bisa fatal! Yuk, kuasai konsep WPW mulai dari patofisiologi, gambaran EKG khas, hingga penanganannya yang tepat untuk bekal UKMPPD-mu!

Definisi

Sindrom Wolff-Parkinson-White (WPW) adalah suatu kondisi pre-eksitasi ventrikel yang disebabkan oleh adanya jalur konduksi tambahan (accessory pathway) kongenital antara atrium dan ventrikel, yang melewati nodus AV.

Jalur tambahan ini, sering disebut Bundle of Kent, memungkinkan impuls listrik memintas nodus AV dan mengaktivasi ventrikel lebih awal dari jalur normal, menyebabkan gambaran EKG khas dan predisposisi terhadap takiaritmia.

Etiologi & Patofisiologi

WPW bersifat kongenital, artinya jalur tambahan sudah ada sejak lahir. Penyebab pastinya tidak selalu jelas, namun pada beberapa kasus dapat berkaitan dengan kelainan jantung struktural lain (misalnya Ebstein's anomaly).

Secara patofisiologi, adanya dua jalur konduksi (jalur normal melalui nodus AV dan jalur tambahan) menciptakan potensi untuk sirkuit re-entry, yang menjadi dasar terjadinya takiaritmia (terutama Atrioventricular Reentrant Tachycardia/AVRT).

Ketika impuls melewati jalur tambahan, ventrikel akan terdepolarisasi sebagian lebih awal, menghasilkan gambaran gelombang delta pada EKG.

Manifestasi Klinis

Banyak individu dengan WPW asimtomatik dan ditemukan secara insidental saat pemeriksaan EKG rutin.

Gejala timbul jika terjadi takiaritmia, yang paling umum adalah palpitasi (jantung berdebar), pusing, sesak napas, nyeri dada, atau bahkan sinkop.

Takiaritmia yang paling sering terjadi adalah Atrioventricular Reentrant Tachycardia (AVRT), baik ortodromik (QRS sempit, 95%) maupun antidromik (QRS lebar, 5%).

Komplikasi paling serius adalah Atrial Fibrillation (AF) dengan pre-eksitasi, yang dapat menyebabkan respons ventrikel sangat cepat dan berpotensi memicu fibrilasi ventrikel (VF) serta kematian mendadak.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis WPW ditegakkan berdasarkan gambaran elektrokardiogram (EKG) 12-lead saat irama sinus. Tiga karakteristik utama EKG pada WPW adalah:

  • Interval PR pendek (< 0.12 detik)
  • Adanya gelombang delta (slurring pada awal kompleks QRS)
  • Kompleks QRS lebar (> 0.10 detik) akibat fusi gelombang delta dengan bagian QRS yang dikonduksi normal.

Kadang ditemukan juga perubahan gelombang ST-T sekunder yang berlawanan arah dengan gelombang delta dan kompleks QRS.

Pemeriksaan Penunjang Lanjutan

  • Holter Monitoring: Untuk mendeteksi episode takiaritmia intermiten pada pasien dengan gejala sporadis.
  • Studi Elektrofisiologi (SEF) / Electrophysiology Study (EPS): Merupakan baku emas untuk mengonfirmasi lokasi jalur tambahan, menilai sifat elektrofisiologinya (misalnya periode refrakter anterograd), dan menentukan risiko takiaritmia serius. EPS juga merupakan langkah awal untuk ablasi kateter.

Tatalaksana

Tatalaksana Akut Takiaritmia:

  • Orthodromic AVRT (QRS sempit):
    • Manuver vagal (Valsalva, pijat sinus karotis).
    • Adenosin (kontraindikasi pada AF dengan WPW).
    • Jika Adenosin gagal, dapat dipertimbangkan Procainamide atau Amiodaron.
    • Kardioversi elektrik jika pasien tidak stabil.
  • Antidromic AVRT (QRS lebar):
    • Procainamide atau Amiodaron.
    • Kardioversi elektrik jika pasien tidak stabil.
  • Atrial Fibrillation (AF) dengan Pre-eksitasi (QRS lebar ireguler):
    • Sangat penting: HINDARI obat-obatan pemblokir nodus AV seperti Adenosin, Beta-blocker, Calcium Channel Blocker (Verapamil, Diltiazem), dan Digoksin. Obat-obat ini dapat memblokir nodus AV dan mengarahkan impuls sepenuhnya melalui jalur tambahan, mempercepat respons ventrikel dan memicu VF.
    • Pilihan obat: Procainamide atau Amiodaron.
    • Kardioversi elektrik jika pasien tidak stabil (pilihan terbaik).

Tatalaksana Jangka Panjang:

  • Ablasi Kateter (Catheter Ablation): Merupakan terapi kuratif pilihan pertama untuk pasien simptomatik atau asimtomatik dengan risiko tinggi (terutama jika terbukti memiliki periode refrakter jalur tambahan yang pendek pada EPS). Prosedur ini menghancurkan jalur tambahan menggunakan energi radiofrekuensi atau krioablasi.
  • Obat Anti-aritmia: Dapat digunakan pada pasien simptomatik yang menolak atau tidak memenuhi syarat untuk ablasi, namun kurang efektif dan memiliki efek samping.

Komplikasi & Prognosis

Komplikasi yang dapat terjadi meliputi takiaritmia berulang (AVRT, AF dengan respons ventrikel cepat), sinkop atau presinkop, serta kematian mendadak (Sudden Cardiac Death) akibat degenerasi AF pre-eksitasi menjadi VF.

Prognosis pasien dengan WPW umumnya baik, terutama setelah ablasi kateter yang sukses. Risiko kematian mendadak pada pasien asimtomatik relatif rendah, namun tetap ada dan perlu dipertimbangkan, terutama jika ada faktor risiko pada studi elektrofisiologi.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds